Alternatif Operasi Tanpa Sayatan untuk Batu Ginjal Berukuran Besar di Atas 2 cm dengan Robot Zamenix

Alternatif Operasi Tanpa Sayatan untuk Batu Ginjal Berukuran Besar di Atas 2 cm dengan Robot Zamenix

Selama ini, batu ginjal berukuran besar di atas 2 cm kerap mengharuskan dokter melakukan operasi dengan sayatan di punggung untuk mengakses ginjal secara langsung. Kondisi ini sering kali membuat banyak pasien merasa takut dan mengurungkan niat untuk segera mendapat penanganan. Padahal, batu ginjal berukuran besar perlu segera ditangani sebelum memicu komplikasi yang lebih serius. Inilah yang mendorong RS Mandaya Royal Puri menghadirkan robot Zamenix, teknologi yang mampu menghancurkan batu ginjal langsung dari dalam tubuh pasien tanpa sayatan sama sekali.

Zamenix adalah robot dengan lengan fleksibel yang dimasukkan melalui saluran kemih langsung menuju ginjal. Lengan tersebut dilengkapi kamera beresolusi tinggi untuk mendeteksi keberadaan batu ginjal hingga ke sudut yang sulit dijangkau, laser Thulium untuk memecah batu ginjal yang berukuran besar sekalipun menjadi serpihan halus, sekaligus kemampuan mengangkat sisa fragmen batu ginjal secara langsung. Seluruh prosedur dikendalikan oleh dokter melalui cockpit controller khusus dengan pemantauan secara real-time, sehingga setiap tahap penanganan berlangsung lebih presisi, aman, dan terkontrol.

RS Mandaya Royal Puri merupakan rumah sakit pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara yang menghadirkan teknologi Zamenix untuk penanganan batu ginjal. Didukung teknologi canggih tersebut, tindakannya dilakukan oleh tim dokter urologi yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus batu ginjal, terdiri dari Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), Ph.D, Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), Ph.D, dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U., FICS, dr. Hendy Mirza, Sp.U(K), dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS, hingga dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U. 

Empat Tahun Menunda Operasi, Rigen Sembuh dari Batu Ginjal Tanpa Sayatan

Komika Rigen Sembuh dari Batu Ginjal Tanpa Sayatan Berkat Teknologi Robot Zamenix di RS Mandaya Royal Puri

Salah satu pasien yang telah merasakan manfaat dari robot Zamenix adalah komika Rigen Rakelna. Selama empat tahun ia mengetahui dirinya mengidap batu ginjal berukuran besar 2 cm yang bersarang di ginjal kirinya, namun terus menunda penanganan akibat kekhawatiran terhadap prosedur operasi konvensional yang mengharuskan pembedahan dari area punggung.

“Saya sudah punya batu ginjal sejak 4 tahun yang lalu, tapi takut dioperasi karena harus dibolongin dari belakang (punggung). Nah, untungnya Mandaya sudah punya teknologi robot batu ginjal ini. Kayaknya kalau nggak, (sampai sekarang) masih belum berani untuk tindakan operasi yang dibolongin itu. Sempat ada rasa khawatir, ada ketakutan, tapi ngobrol sama Prof. Ponco kata dia (prosedurnya) dibius sehabis itu tidur, benar-benar nggak merasakan apa pun,” ungkap komika berusia 34 tahun tersebut.

Sehari setelah menjalani prosedur, kondisinya pulih dengan cepat. “Sudah bisa ngobrol, sudah bisa aktivitas, sudah bisa duduk di luar. Fisik alhamdulillah nggak begitu ada rasa sakit yang gimana-gimana,” tuturnya.

Teknologi Zamenix di RS Mandaya Royal Puri diluncurkan secara resmi pada Sabtu (20/6), dengan menghadirkan Prof. Cho Sung Yong, Surgical Urologist dari Seoul National University, Korea Selatan, sebagai narasumber tamu, bersama Prof. dr. Ponco Birowo selaku Spesialis Urologi Konsultan RS Mandaya Royal Puri, dan dipandu oleh dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U., FICS sebagai moderator.

Peluncuran ini juga mencerminkan eratnya kolaborasi dan pertukaran ilmu antara tim dokter urologi Mandaya dengan para ahli urologi dunia. Sebelumnya, tim dokter urologi RS Mandaya Royal Puri yang diwakili oleh Prof. Ponco turut membawa nama Indonesia dalam simposium robotik yang dihadiri dokter spesialis urologi di Korea Selatan. 

“Tim dokter urologi RS Mandaya Royal Puri yang diwakili oleh Prof. Ponco baru saja kembali dari Korea Selatan setelah menjadi pembicara dalam sebuah simposium robotik yang dihadiri para dokter spesialis urologi di Korea Selatan. Dalam kesempatan tersebut, beliau mempresentasikan teknik terbaru penanganan batu ginjal di hadapan sekitar 50 dokter spesialis urologi. Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi kami karena putra terbaik bangsa mampu mewakili Indonesia dan Mandaya di forum internasional, sekaligus menunjukkan bahwa kualitas penanganan batu ginjal di Indonesia telah berada pada level kelas dunia,” ujar Erwin Suyanto, Public Relation Manager Mandaya Hospital Group. 

RS Mandaya Royal Puri sebagai Pusat Ginjal dan Prostat Indonesia

Sebagai pusat layanan ginjal dan prostat yang komprehensif di Indonesia, RS Mandaya Royal Puri menghadirkan berbagai teknologi mutakhir dalam satu atap. 

Mulai dari sistem bedah robotik da Vinci Xi untuk pengangkatan ginjal dan kanker prostat, robot MonaLisa untuk biopsi kanker prostat dengan akurasi tinggi, terapi Rezum untuk pembesaran prostat jinak, hingga terapi Lutetium-177 bagi pasien kanker prostat stadium lanjut. Rumah sakit ini juga telah mengantongi lisensi resmi dari pemerintah untuk melakukan transplantasi ginjal.

Kehadiran Zamenix semakin melengkapi ekosistem teknologi medis RS Mandaya Royal Puri, sekaligus membuka harapan baru bagi pasien yang selama ini menunda penanganan batu ginjal karena takut menjalani operasi konvensional.

Konsultasi dokter

 

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes