Anak Mudah Memar saat Terbentur? Kenali Penyebab dan Kapan Harus ke Dokter

Anak Mudah Memar saat Terbentur? Kenali Penyebab dan Kapan Harus ke Dokter

Memar pada anak merupakan kondisi yang cukup umum terjadi, terutama ketika mereka aktif bermain dan tidak sengaja terbentur atau terjatuh. Memar normal biasanya muncul di area tulang kering akibat benturan ringan saat beraktivitas. Pada anak yang lebih kecil, memar juga dapat ditemukan di dahi akibat terjatuh. Umumnya, memar berbentuk datar, berukuran lebih kecil dari koin, dan akan mengalami perubahan warna secara bertahap, mulai dari kemerahan, ungu atau kebiruan, kehijauan, kekuningan, hingga cokelat kekuningan sebelum akhirnya menghilang dalam waktu sekitar dua minggu.

Namun, orang tua perlu lebih waspada jika anak terlalu mudah mengalami memar, terutama ketika memar muncul berulang kali atau disertai banyak bintik perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah kecil. Kondisi tersebut terkadang berkaitan dengan masalah kesehatan tertentu, seperti rendahnya jumlah trombosit yang dapat mengganggu proses pembekuan darah. Jika memar juga disertai gejala lain, seperti mimisan atau perdarahan yang sulit berhenti, sebaiknya anak diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Konsultasi dokter

Kenali penyebab anak mudah memar saat terbentur

Anak yang mudah mengalami memar tidak selalu mengalami masalah kesehatan serius. Namun, jika memar muncul terlalu sering, berukuran besar, atau terjadi tanpa benturan yang jelas, kondisi ini bisa berkaitan dengan gangguan pada darah, pembuluh darah, maupun proses pembekuan darah.

Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan anak mudah memar antara lain:

1. Edema hemoragik akut pada bayi 

Edema hemoragik akut pada bayi  merupakan kondisi peradangan pembuluh darah yang umumnya terjadi pada bayi berusia 4–24 bulan. Sekitar setengah kasusnya disertai demam atau riwayat infeksi sebelumnya.

Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak besar menyerupai memar berwarna merah keunguan atau kehitaman pada kulit. Pembengkakan biasanya dimulai dari tangan dan kaki, kemudian dapat menyebar ke lengan dan tungkai. Meski terlihat mengkhawatirkan, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik dengan sendirinya dalam 1–3 minggu tanpa pengobatan khusus.

2. Penyakit von Willebrand

Penyakit von Willebrand merupakan gangguan pembekuan darah yang cukup umum dan sering kali memiliki gejala ringan. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada faktor von Willebrand, yaitu protein yang membantu trombosit menempel pada area pembuluh darah yang terluka untuk menghentikan perdarahan.

Anak dengan kondisi ini dapat lebih mudah mengalami memar, sering mimisan, serta mengalami perdarahan lebih banyak setelah operasi atau tindakan medis. Penyakit von Willebrand umumnya diturunkan secara genetik, tetapi terkadang baru terdiagnosis ketika anak beranjak dewasa. Penanganannya dapat dilakukan dengan obat-obatan sesuai kondisi pasien.

3. Trombositopenia

Trombositopenia adalah kondisi ketika jumlah trombosit dalam darah lebih rendah dari normal. Padahal, trombosit merupakan komponen darah yang berperan penting dalam membantu menghentikan perdarahan dengan membentuk sumbatan pada pembuluh darah yang terluka.

Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh tidak memproduksi trombosit dalam jumlah cukup, trombosit lebih cepat dihancurkan, atau terlalu banyak trombosit tertahan di limpa yang membesar. Gejalanya meliputi mudah memar dan sering mimisan. Beberapa penyebabnya antara lain gangguan sumsum tulang, infeksi virus, dan masalah pada hati.

4. Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP)

Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP) merupakan gangguan autoimun yang menyebabkan jumlah trombosit menurun karena sistem kekebalan tubuh keliru menyerang dan menghancurkan trombosit.

Pada anak-anak, kondisi ini sering muncul setelah infeksi virus. Gejalanya dapat berupa memar berukuran besar dan petechiae, yaitu bintik-bintik kecil berwarna merah atau ungu di bawah permukaan kulit akibat perdarahan pembuluh darah kecil.

ITP pada anak umumnya dapat membaik dengan sendirinya dan memiliki peluang pemulihan yang baik. Namun, pada beberapa kasus, gejalanya dapat lebih berat sehingga membutuhkan pemantauan dan penanganan medis.

5. Henoch-Schönlein Purpura (HSP)

Henoch-Schönlein Purpura (HSP), yang kini dikenal sebagai IgA vasculitis, merupakan kondisi peradangan pada pembuluh darah kecil. Peradangan ini dapat menyebabkan munculnya ruam berwarna kemerahan hingga keunguan yang menyerupai memar, terutama pada lengan, kaki, dan bokong.

Penyebab pasti HSP belum diketahui. Namun, kondisi ini sering muncul setelah anak mengalami infeksi, seperti pilek atau influenza. Ruam biasanya memudar dalam waktu sekitar satu minggu, tetapi pada sebagian anak dapat muncul kembali selama beberapa minggu berikutnya.

6. Hemofilia

Hemofilia merupakan kelainan pembekuan darah yang disebabkan oleh perubahan atau mutasi gen yang mengatur produksi faktor pembekuan darah. Akibatnya, tubuh kekurangan faktor pembekuan tertentu sehingga perdarahan membutuhkan waktu lebih lama untuk berhenti.

Kondisi ini umumnya terdiagnosis ketika anak berusia 2–5 tahun. Hemofilia dapat dicurigai ketika anak sering mengalami memar, perdarahan pada sendi, atau perdarahan berlebihan setelah mengalami luka maupun menjalani tindakan perawatan gigi.

7. Leukemia

Leukemia merupakan kanker darah yang menyerang sel-sel pembentuk darah, terutama di sumsum tulang. Kondisi ini terjadi akibat perubahan genetik pada sel sumsum tulang sehingga produksi dan perkembangan sel darah menjadi tidak normal.

Selain mudah memar dan mengalami perdarahan akibat rendahnya jumlah trombosit, anak dengan leukemia biasanya dapat menunjukkan gejala lain, seperti anemia, demam, dan penurunan berat badan. Pada beberapa jenis leukemia, memar juga dapat disertai petechiae atau bintik-bintik kecil berwarna merah maupun ungu di bawah kulit.

8. Kekurangan vitamin K

Vitamin K merupakan salah satu vitamin penting yang membantu proses pembekuan darah. Vitamin ini berperan dalam pembentukan protrombin, yaitu protein yang diproduksi oleh hati dan dibutuhkan tubuh untuk membentuk bekuan darah.

Jika tubuh kekurangan vitamin K, proses pembekuan darah dapat terganggu sehingga anak lebih rentan mengalami perdarahan dan memar. Kondisi ini dapat terjadi akibat kurangnya asupan makanan yang mengandung vitamin K, seperti sayuran berdaun hijau. Pada bayi baru lahir, kekurangan vitamin K juga dapat terjadi karena hanya sedikit vitamin K yang diterima dari ibu selama kehamilan.

Kapan anak perlu dibawa ke dokter karena memar?

Jika menemukan memar pada tubuh anak tanpa penyebab yang jelas, terutama jika ada dugaan kekerasan atau penganiayaan, segera bawa anak ke dokter spesialis anak untuk mendapatkan pemeriksaan.

Selain itu, orang tua juga perlu berkonsultasi dengan dokter jika anak mengalami kondisi berikut:

  • Memar berupa kumpulan titik-titik merah kecil yang dapat menandakan pecahnya pembuluh darah kecil di bawah kulit.
  • Memar disertai gejala lain, seperti mimisan, mudah lelah, atau benjolan di bawah kulit.
  • Memar muncul di area wajah, leher, batang tubuh, telinga, atau bagian tubuh lain yang tidak biasa mengalami benturan.
  • Bayi mengalami memar meskipun belum bisa merangkak atau berjalan, bahkan jika tidak ada dugaan kekerasan.

Orang tua juga sebaiknya memeriksakan anak jika merasa khawatir dengan gejala yang muncul, terutama ketika warna memar tidak berubah secara bertahap seperti biasanya atau memar tidak kunjung menghilang.

Segera cari pertolongan medis jika anak diduga mengalami patah tulang atau cedera yang lebih serius, khususnya jika terdapat pembengkakan, kesulitan menggerakkan anggota tubuh, atau nyeri hebat.

Dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi di RS Mandaya Royal Puri

Anak yang sering mengalami memar, terutama tanpa benturan yang jelas atau disertai gejala lain seperti mimisan dan mudah lelah, mungkin memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan trombosit, masalah pembekuan darah, maupun kelainan darah lainnya.

Untuk mengetahui penyebabnya, orang tua dapat membawa anak berkonsultasi dengan dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi. Dokter akan melakukan evaluasi berdasarkan gejala, riwayat kesehatan, dan hasil pemeriksaan yang diperlukan untuk menentukan penyebab serta penanganan yang sesuai.

RS Mandaya Royal Puri memiliki dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi yang menangani berbagai kelainan darah dan kanker pada anak, seperti anemia, talasemia, leukemia, serta tumor padat.

1. dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk (K)

dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk(K)
dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk(K)

dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk (K) merupakan dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi di RS Mandaya Royal Puri. Beliau memiliki kompetensi dalam menangani berbagai kelainan darah dan kanker pada anak, termasuk leukemia, talasemia, tumor otak, serta jenis kanker anak lainnya.

Dalam praktiknya, dr. Ludi juga melakukan evaluasi kondisi pasien, menyusun rencana pengobatan, dan memantau perkembangan anak selama menjalani terapi.

Beliau menyelesaikan pendidikan Dokter Umum di Universitas Indonesia pada 2002, kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Ilmu Kesehatan Anak di universitas yang sama dan lulus pada 2015. Pendidikan subspesialis Hematologi-Onkologi Anak juga ditempuh di Universitas Indonesia hingga lulus pada 2021.

Beberapa bidang penanganan yang menjadi bagian dari kompetensi dr. Ludi meliputi:

  • Pemeriksaan dan penanganan berbagai kelainan darah pada anak, termasuk talasemia dan gangguan hematologi lainnya.
  • Penanganan leukemia serta berbagai jenis kanker pada anak.
  • Pemberian terapi kanker, seperti kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi.
  • Penanganan tumor otak serta tumor padat lainnya.
  • Transplantasi sumsum tulang (bone marrow transplant).

dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk (K) dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Kamis: 17.30–19.30 WIB.

2. dr. Fatimah Saidah, Sp.A, Subsp. H.Onk. (K)

dr. Fatimah Saidah, Sp.A, Subsp.H.Onk.(K)
dr. Fatimah Saidah, Sp.A, Subsp.H.Onk.(K)

dr. Fatimah Saidah, Sp.A, Subsp. H.Onk. (K) merupakan dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi di RS Mandaya Royal Puri yang menangani berbagai penyakit darah dan kanker pada anak. Bidang penanganannya mencakup anemia, talasemia, kanker darah, serta tumor padat, termasuk tumor otak.

Beliau memiliki kompetensi dalam memberikan terapi sistemik, seperti kemoterapi, serta melakukan transplantasi sumsum tulang sesuai indikasi medis. Penanganan diberikan berdasarkan jenis penyakit dan kondisi kesehatan masing-masing anak.

Beberapa bidang penanganan dr. Fatimah meliputi:

  • Pemeriksaan dan penanganan berbagai kelainan darah pada anak, termasuk anemia dan talasemia.
  • Penanganan kanker darah melalui kemoterapi dan transplantasi sumsum tulang sesuai indikasi medis.
  • Penanganan berbagai jenis kanker dan tumor padat pada anak, termasuk tumor otak.

dr. Fatimah Saidah, Sp.A, Subsp. H.Onk. (K) dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 17.00–19.00 WIB.
  • Rabu: 17.00–19.00 WIB.
  • Jumat: 17.00–19.00 WIB.

Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:

  • Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
  • Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
  • Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
  • Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Verywell Health. Bruising: Symptoms of Common Childhood Illnesses. (https://www.verywellhealth.com/bruising-symptoms-of-common-childhood-illnesses-2634329). Diakses pada 30 Oktober 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes