Trombositopenia imun atau immune thrombocytopenia (ITP) adalah gangguan autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru mengenali trombosit sehat sebagai zat asing dan menghancurkannya. Trombosit merupakan komponen darah yang berperan penting dalam proses pembekuan darah untuk membantu menghentikan perdarahan.
Ketika trombosit dihancurkan secara berlebihan, jumlahnya di dalam darah akan menurun. Kondisi ini membuat tubuh lebih sulit membentuk bekuan darah sehingga meningkatkan risiko perdarahan pada anak.
Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ITP terjadi pada sekitar 50–150 orang per satu juta penduduk setiap tahun. Sekitar setengah dari orang yang terdampak merupakan anak-anak.
Contents
Gejala ITP pada anak
ITP terkadang tidak menimbulkan gejala. Namun, jika muncul keluhan, beberapa gejala yang dapat dialami meliputi:
- Mudah mengalami memar, meskipun hanya akibat benturan ringan.
- Bintik-bintik merah keunguan pada kulit (petechiae). Bintik-bintik kecil ini muncul akibat perdarahan di bawah kulit, umumnya pada tungkai bawah, dan dapat terlihat menyerupai ruam.
- Bercak perdarahan yang lebih besar pada kulit (purpura). Kondisi ini terjadi ketika darah merembes ke bawah kulit dan membentuk bercak yang lebih besar daripada petechiae.
- Perdarahan pada gusi atau hidung, yang dapat terjadi secara spontan atau lebih mudah muncul saat menyikat gigi.
- Terdapat darah dalam urine atau tinja, yang dapat menandakan adanya perdarahan di saluran kemih atau pencernaan.
- Perdarahan menstruasi yang sangat banyak pada perempuan yang sudah mengalami menstruasi.
Kapan harus ke dokter?
Segera konsultasikan kondisi Anda atau anak ke dokter apabila muncul gejala yang mengkhawatirkan, terutama jika terdapat memar yang tidak biasa, bintik-bintik merah keunguan pada kulit, atau perdarahan yang berulang.
Perdarahan yang tidak kunjung berhenti merupakan kondisi darurat medis. Segera cari pertolongan medis jika perdarahan tidak dapat dikendalikan dengan pertolongan pertama, seperti memberikan tekanan langsung pada area yang mengalami perdarahan. Jangan menunda penanganan, terutama jika perdarahan terjadi pada anak.
Baca juga: Leukemia pada Anak dan Pengobatannya
Penyebab ITP pada anak
ITP terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang trombosit, yaitu komponen darah yang berperan dalam proses pembekuan darah. Dalam kondisi ini, sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang salah mengenali trombosit sebagai benda asing atau ancaman. Antibodi tersebut kemudian memicu sel-sel kekebalan lainnya untuk menyerang dan menghancurkan trombosit.
Normalnya, ketika pembuluh darah mengalami luka atau kerusakan, trombosit akan berkumpul di area tersebut dan saling menempel untuk membentuk bekuan darah. Proses ini membantu menghentikan perdarahan. Namun, jika trombosit dihancurkan secara berlebihan akibat ITP, jumlahnya dalam darah menurun sehingga proses pembekuan darah dapat terganggu.
Hingga saat ini, para ahli belum mengetahui secara pasti apa yang memicu sistem kekebalan tubuh menyerang trombosit pada penderita ITP. Namun, penelitian menunjukkan bahwa beberapa kondisi dapat berkaitan dengan peningkatan risiko terjadinya ITP, antara lain:
- Infeksi HIV, yaitu infeksi virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh.
- Infeksi Helicobacter pylori (H. pylori), yaitu bakteri yang dapat menginfeksi lambung.
- Hepatitis C, yaitu infeksi virus yang menyerang hati.
Meski demikian, memiliki salah satu kondisi tersebut tidak berarti seseorang pasti mengalami ITP. ITP juga dapat terjadi tanpa penyebab atau pemicu yang diketahui secara jelas.
Baca juga: Anemia pada Anak: Waspadai Gejala dan Penyebabnya
Pengobatan ITP pada anak: mulai dari pemantauan hingga terapi medis
Penanganan ITP pada anak bergantung pada jumlah trombosit, tingkat keparahan gejala, dan risiko perdarahan. Anak dengan gejala ringan terkadang tidak memerlukan pengobatan khusus dan cukup menjalani pemantauan rutin oleh dokter. Namun, pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan terapi untuk meningkatkan jumlah trombosit atau mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh yang menyerang trombosit.
Beberapa pilihan penanganan ITP meliputi:
- Kortikosteroid: Obat ini membantu menekan respons sistem kekebalan tubuh yang menghasilkan antibodi perusak trombosit. Efeknya dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit untuk sementara waktu.
- Imunoglobulin dan agonis reseptor trombopoietin: Imunoglobulin dapat membantu mengurangi penghancuran trombosit, sedangkan agonis reseptor trombopoietin merangsang sumsum tulang untuk memproduksi lebih banyak trombosit.
- Obat imunosupresan: Obat ini digunakan untuk menekan aktivitas sistem kekebalan tubuh yang menyerang trombosit, terutama pada kondisi tertentu sesuai pertimbangan dokter.
- Penanganan infeksi yang mendasari: Jika infeksi tertentu turut memengaruhi jumlah trombosit, dokter dapat memberikan pengobatan untuk mengatasi infeksi tersebut.
- Penyesuaian penggunaan obat: Dokter mungkin menyarankan penghentian atau penggantian obat tertentu, seperti aspirin, yang dapat meningkatkan risiko perdarahan. Jangan menghentikan obat yang diresepkan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
- Transfusi trombosit: Pada perdarahan serius, transfusi trombosit dari donor dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari penanganan medis darurat.
- Operasi pengangkatan limpa (splenektomi): Pada kasus tertentu, dokter dapat mempertimbangkan pengangkatan limpa, yaitu organ yang berperan dalam penghancuran trombosit. Namun, prosedur ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi sehingga memerlukan pertimbangan matang.
Anak dengan ITP bisa pulih, orangtua tak perlu kehilangan harapan
Mendengar anak didiagnosis mengalami ITP tentu dapat membuat orangtua merasa khawatir. Namun, kabar baiknya, banyak anak dengan ITP mengalami perbaikan dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan, bahkan tanpa memerlukan pengobatan khusus. Meski demikian, perjalanan setiap anak bisa berbeda, bergantung pada kondisi dan tingkat keparahan penyakitnya.
Pada sebagian orang, ITP dapat berlangsung lebih lama atau berkembang menjadi kondisi kronis. Jika hal ini terjadi, dokter dapat merekomendasikan obat-obatan atau terapi lain untuk membantu mengendalikan gejala dan mengelola risiko perdarahan sesuai jumlah trombosit serta kondisi pasien.
Walaupun ITP kronis belum memiliki pengobatan yang dapat menjamin kesembuhan, kondisi ini tetap bisa dikelola. Banyak orang dengan ITP kronis dapat hidup selama puluhan tahun. Karena itu, orangtua tidak perlu langsung berputus asa jika anak didiagnosis mengalami ITP. Dengan pemantauan medis secara berkala, penanganan yang sesuai, serta dukungan keluarga, anak tetap memiliki kesempatan untuk menjalani aktivitas dan tumbuh kembangnya dengan baik.
Konsultasikan kondisi ITP pada anak dengan dokter anak konsultan hematologi-onkologi medik di RS Mandaya Puri
Jika Si Kecil mengalami gejala yang mengarah pada trombositopenia imun (ITP), seperti mudah memar, muncul bintik merah pada kulit, atau mengalami perdarahan yang tidak biasa, orangtua dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi. Dokter akan membantu mengevaluasi kondisi anak, menentukan pemeriksaan yang diperlukan, serta menyusun rencana penanganan sesuai jumlah trombosit dan gejala yang dialami.
Di RS Mandaya Royal Puri, terdapat dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi yang memiliki keahlian dalam menangani berbagai kelainan darah pada anak. Berikut pilihan dokter yang dapat menjadi rujukan untuk berkonsultasi.
1. dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk (K)

dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk (K) merupakan dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi di RS Mandaya Royal Puri yang menangani berbagai kelainan darah dan kanker pada anak. Bidang keahliannya meliputi leukemia, talasemia, tumor otak, serta berbagai jenis kanker anak lainnya. Beliau juga menangani proses diagnosis, perencanaan terapi, dan pemantauan kondisi anak selama menjalani pengobatan.
dr. Ludi menyelesaikan pendidikan Dokter Umum di Universitas Indonesia pada 2002, kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Ilmu Kesehatan Anak di universitas yang sama hingga lulus pada 2015. Beliau selanjutnya menempuh pendidikan subspesialis Hematologi-Onkologi Anak dan menyelesaikannya pada 2021.
Beberapa kondisi dan tindakan medis yang menjadi bagian dari keahlian dr. Ludi meliputi:
- Penanganan leukemia pada anak, termasuk kemoterapi dan terapi yang disesuaikan dengan jenis leukemia.
- Penanganan talasemia dan berbagai kelainan darah pada anak.
- Penanganan tumor otak serta berbagai jenis kanker pada anak.
- Pemberian kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi untuk kanker anak.
- Transplantasi sumsum tulang (bone marrow transplant).
dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Kamis: 17.30 – 19.30 WIB.
2. dr. Fatimah Saidah, Sp.A, Subsp.H.Onk.(K)

dr. Fatimah Saidah, Sp.A, Subsp.H.Onk.(K) merupakan dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi di RS Mandaya Royal Puri yang berpengalaman dalam menangani berbagai gangguan darah dan kanker pada anak. Kondisi yang ditangani mencakup anemia, talasemia, kanker darah, hingga tumor padat, termasuk tumor otak.
Dalam penanganan kanker anak, dr. Fatimah memiliki keahlian dalam memberikan terapi sistemik, seperti kemoterapi, serta transplantasi sumsum tulang sesuai indikasi medis. Rencana penanganan disesuaikan dengan jenis penyakit, kondisi kesehatan, dan kebutuhan masing-masing pasien.
Beberapa bidang penanganan dr. Fatimah meliputi:
- Penanganan penyakit darah pada anak, seperti anemia, talasemia, dan kanker darah.
- Terapi kanker darah menggunakan kemoterapi dan transplantasi sumsum tulang sesuai kebutuhan medis.
- Penanganan kanker dan tumor padat pada anak, termasuk tumor otak.
dr. Fatimah Saidah, Sp.A, Subsp.H.Onk.(K) dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 17.00-19.00 WIB
- Rabu: 17.00-19.00 WIB
- Jumat: 17.00-19.00 WIB.
Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri


Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:
- Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
- Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
- Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
- Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Boston Children’s Hospital. Immune Thrombocytopenia (ITP). (https://www.childrenshospital.org/conditions-treatments/immune-thrombocytopenia-itp). Diakses pada 28 Oktober 2026.
- Mayo Clinic. Immune Thrombocytopenia (ITP): Symptoms & Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/idiopathic-thrombocytopenic-purpura/symptoms-causes/syc-20352325). Diakses pada 28 Oktober 2026.
- Cleveland Clinic. Immune Thrombocytopenia (ITP). (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/5726-immune-thrombocytopenia). Diakses pada 28 Oktober 2026.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Idiopatik. (https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1463/idiopatik-). Diakses pada 28 Oktober 2026.

