5 Fakta Tindakan SIRT Y-90 Pertama di Indonesia, Terapi Kanker Hati Tanpa Operasi di RS Mandaya Royal Puri

5 Fakta Tindakan SIRT Y-90 Pertama di Indonesia, Terapi Kanker Hati Tanpa Operasi di RS Mandaya Royal Puri

Kanker hati adalah jenis kanker yang berawal dari pertumbuhan sel abnormal di organ hati, yaitu organ yang terletak di perut kanan atas, tepat di bawah diafragma dan di atas lambung. Hati memiliki berbagai fungsi penting bagi tubuh, termasuk membantu proses pencernaan dan mengolah zat-zat yang dibutuhkan tubuh.

Ada beberapa jenis kanker yang dapat menyerang hati. Jenis yang paling umum adalah hepatocellular carcinoma (HCC), yaitu kanker yang berasal dari hepatosit atau sel utama penyusun hati. Selain itu, terdapat jenis kanker hati lain, seperti intrahepatic cholangiocarcinoma yang berasal dari saluran empedu di dalam hati, serta hepatoblastoma yang lebih jarang terjadi.

Seiring perkembangan teknologi medis, penanganan kanker hati dapat dilakukan melalui pendekatan selain operasi pengangkatan tumor, salah satunya Selective Internal Radiation Therapy Yttrium-90 (SIRT Y-90). Pada Juni 2026, tindakan SIRT Y-90 pertama di Indonesia berhasil dilakukan di RS Mandaya Royal Puri oleh dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI, bersama tim dokter spesialis kedokteran nuklir. Lantas, apa saja fakta menarik di balik terapi kanker hati tanpa operasi ini?

Apa itu SIRT Y-90 untuk pengobatan kanker hati?

SIRT Y-90 merupakan terapi radiasi internal untuk menangani kanker hati. Istilah Y-90 merujuk pada Yttrium-90, yaitu zat radioaktif yang digunakan dalam prosedur ini. 

Selama tindakan, dokter memasukkan mikrosfer berukuran sangat kecil yang mengandung Y-90 ke dalam pembuluh darah yang memasok darah ke tumor. Setelah mencapai area tumor, mikrosfer tersebut melepaskan radiasi dengan dosis tinggi untuk merusak sel kanker, dengan paparan yang lebih terarah sehingga membantu meminimalkan kerusakan pada jaringan hati sehat di sekitarnya.

Terapi SIRT Y-90 tidak selalu bertujuan menyembuhkan kanker hati, tetapi dapat membantu mengecilkan ukuran tumor dan mengendalikan perkembangan kanker. Dengan demikian, terapi ini berpotensi membantu pasien hidup lebih lama, mengurangi gejala yang dirasakan, serta meningkatkan kualitas hidup.

Baca juga: Cara Kerja Terapi SIRT Y-90 Tangani Kanker Hati Tanpa Operasi

Fakta-fakta menarik di balik tindakan SIRT Y-90 pertama di Indonesia, di RS Mandaya Royal Puri

dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI
dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI mengerjakan tindakan SIRT Y-90 untuk kanker hati stadium lanjut.

SIRT Y-90

Berikut adalah beberapa fakta menarik di balik tindakan SIRT Y-90 pertama di Indonesia:

1. Dikerjakan oleh dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI

dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI, dokter spesialis radiologi intervensi Mandaya.

dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI adalah dokter spesialis radiologi dengan subspesialisasi radiologi intervensi yang berpengalaman menangani tumor dan kanker melalui prosedur minimal invasif. Dalam melakukan tindakan, ia menggunakan teknologi pencitraan medis, seperti USG, CT Scan, MRI, dan fluoroskopi, untuk memandu prosedur agar lebih presisi dan terarah.

Selain SIRT Y-90 dan HIFU, dr. Sugianto juga memiliki pengalaman dalam berbagai prosedur radiologi intervensi untuk penanganan kanker, termasuk Transarterial Chemoembolization (TACE), Radiofrequency Ablation (RFA), dan Microwave Ablation. Ia menempuh pendidikan dokter umum di Universitas Kristen Maranatha, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis radiologi di Universitas Indonesia.

Prosedur SIRT Y-90 ini juga melibatkan tim dokter spesialis kedokteran nuklir yang berperan dalam menyiapkan zat radioaktif Yttrium-90 untuk terapi. Kolaborasi antara dokter spesialis radiologi intervensi dan dokter spesialis kedokteran nuklir diperlukan agar proses persiapan hingga pemberian terapi dapat dilakukan sesuai prosedur dan kebutuhan medis pasien.

2. Membantu mengecilkan tumor dan memperluas pilihan penanganan

Terapi SIRT Y-90 dapat dikombinasikan dengan metode pengobatan kanker lainnya untuk membantu mengecilkan ukuran tumor hati yang besar atau sulit diangkat melalui operasi. Pada pasien tertentu, penyusutan tumor ini dapat membuka peluang untuk menjalani operasi yang sebelumnya belum memungkinkan.

Selain itu, SIRT Y-90 juga dapat menjadi salah satu pilihan bagi pasien yang belum memenuhi syarat untuk menjalani transplantasi hati karena ukuran tumor. Dengan membantu mengecilkan tumor, terapi ini berpotensi meningkatkan peluang pasien untuk dipertimbangkan menjalani transplantasi. Namun, kelayakan operasi maupun transplantasi tetap bergantung pada kondisi pasien, karakteristik tumor, dan hasil evaluasi tim medis.

3. Menjadi pilihan bagi pasien kanker hati yang tidak bisa menjalani operasi

Terapi SIRT Y-90 dapat dipertimbangkan bagi pasien dengan kanker yang berasal dari hati (kanker hati primer) maupun kanker dari organ lain yang telah menyebar ke hati (kanker hati metastasis). 

SIRT Y-90 umumnya menjadi salah satu pilihan ketika operasi belum memungkinkan, misalnya karena posisi tumor terlalu dekat dengan pembuluh darah besar sehingga pengangkatannya berisiko merusak jaringan hati. Dalam kondisi tersebut, terapi ini dapat membantu mengendalikan pertumbuhan tumor sekaligus mempertahankan fungsi hati.

Pada pasien tertentu, pemberian SIRT Y-90 juga dapat membantu mengecilkan tumor sehingga membuka peluang untuk menjalani penanganan lanjutan, seperti operasi pengangkatan tumor atau transplantasi hati.

4. Radiasi lebih terarah dengan prosedur minimal invasif

Terapi SIRT Y-90 dapat menyalurkan radiasi langsung ke tumor melalui pembuluh darah yang memasok darah ke area tersebut. Pendekatan ini memungkinkan pemberian radiasi dengan dosis tinggi pada tumor, sekaligus membantu meminimalkan paparan radiasi pada jaringan hati sehat di sekitarnya.

Hal ini berbeda dengan terapi radiasi eksternal (External Beam Radiation Therapy atau EBRT), yang menggunakan mesin di luar tubuh untuk mengarahkan radiasi ke tumor dan berpotensi memengaruhi jaringan sehat di sekitarnya.

Selain itu, SIRT Y-90 merupakan prosedur minimal invasif yang tidak memerlukan sayatan besar seperti pada operasi konvensional. Karena itu, proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan operasi. Meski demikian, efek samping dan waktu pemulihan setiap pasien dapat berbeda, bergantung pada kondisi kesehatan serta respons tubuh terhadap terapi.

5. Menunjukkan hasil awal yang menggembirakan pada pasien kanker hati

Hingga saat ini, setidaknya lima pasien kanker hati telah menjalani terapi SIRT Y-90 di RS Mandaya Royal Puri. Dari jumlah tersebut, dua pasien telah menjalani evaluasi pascatindakan dan menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Pada salah satu pasien, pemeriksaan pencitraan terbaru menunjukkan berkurangnya area tumor yang mengalami enhancement atau penyerapan kontras. Temuan ini mengindikasikan penurunan suplai darah ke tumor dan berkurangnya aktivitas jaringan tumor. Selain itu, ukuran massa tumor juga mengalami penyusutan, dari 8,8 × 10,4 cm menjadi 6,8 × 6,7 cm. Dari sisi klinis, pasien tersebut juga mengalami perbaikan, dengan keluhan yang dirasakan sebelumnya semakin berkurang.

Sementara itu, hasil pencitraan pada pasien lainnya menunjukkan bahwa lesi di hati tidak lagi memperlihatkan tanda-tanda jaringan tumor yang masih aktif. Kondisi ini dikenal sebagai non-viable tumor, yaitu jaringan tumor yang tidak menunjukkan tanda-tanda viabilitas atau aktivitas tumor berdasarkan pemeriksaan pencitraan. Temuan tersebut menjadi salah satu indikator respons terhadap terapi, meskipun pemantauan lanjutan tetap diperlukan untuk mengevaluasi kondisi pasien.

Baca juga: 7 Gejala Kanker Hati Stadium Awal yang Penting Dikenali

Bagaimana prosedur SIRT Y-90 dilakukan?

Prosedur SIRT Y-90 umumnya terdiri dari dua tahap utama, yaitu pemetaan pembuluh darah (mapping angiogram) dan pemberian zat radioaktif Yttrium-90. Kedua tahap ini biasanya dilakukan dengan jeda sekitar dua minggu dan dipandu oleh dokter spesialis radiologi intervensi menggunakan teknologi pencitraan medis.

1. Pemetaan pembuluh darah (mapping angiogram)

Tahap ini bertujuan memetakan pembuluh darah yang memasok darah ke tumor agar dokter dapat menentukan jalur pemberian Yttrium-90 secara tepat. Prosedurnya meliputi:

  • Dokter membuat sayatan kecil di area pergelangan tangan atau selangkangan sebagai akses menuju pembuluh darah arteri.
  • Kateter berupa selang tipis dimasukkan ke dalam arteri dan diarahkan menuju pembuluh darah yang memasok tumor dengan bantuan pencitraan.
  • Zat kontras disuntikkan melalui kateter untuk memperjelas gambaran pembuluh darah dan membantu dokter memetakan jalur menuju tumor.
  • Setelah pemetaan selesai, kateter dilepas dan area akses ditutup dengan perban untuk menghentikan perdarahan.

Tahap pemetaan ini umumnya berlangsung sekitar 2–4 jam.

2. Pemberian Yttrium-90 

Setelah pemetaan pembuluh darah selesai, dokter melanjutkan prosedur dengan memasukkan mikrosfer yang mengandung Yttrium-90 melalui kateter. Mikrosfer berukuran sangat kecil ini akan terbawa aliran darah menuju pembuluh darah yang memasok tumor.

Setelah mencapai area target, mikrosfer akan berkumpul dan melepaskan radiasi dalam jarak pendek untuk merusak sel kanker sekaligus membantu meminimalkan paparan pada jaringan sehat di sekitarnya. Radiasi dilepaskan secara bertahap, dengan sebagian besar energi radiasi dipancarkan dalam sekitar 10 hari setelah prosedur.

Pemberian Yttrium-90 biasanya berlangsung sekitar 1–2 jam. Mikrosfer akan tetap berada di dalam tubuh, sementara radioaktivitasnya berkurang seiring waktu.

Jadwal praktik dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI

dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada jadwal berikut:

  • Selasa: 15.00 – 18.00 WIB
  • Kamis: 12.00 – 16.00 WIB
  • Sabtu: 10.00 – 13.00 WIB.

Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:

  • Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
  • Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
  • Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
  • Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Mayo Clinic. Liver Cancer – Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/liver-cancer/symptoms-causes/syc-20353659). Diakses pada 26 Oktober 2026.
  2. Mayo Clinic Health System. Targeted Radiation Therapy. (https://www.mayoclinichealthsystem.org/hometown-health/speaking-of-health/targeted-radiation-therapy). Diakses pada 26 Oktober 2026.
  3. Cleveland Clinic. Y90 Treatment (Radioembolization). (https://my.clevelandclinic.org/health/procedures/y90-treatment-radioembolization). Diakses pada 26 Oktober 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes