Terapi Laser Daya Tinggi: Kenali Kegunaannya dalam Fisioterapi

Terapi Laser Daya Tinggi: Kenali Kegunaannya dalam Fisioterapi

Gangguan pada otot, tendon, dan sendi dapat menyebabkan nyeri serta membatasi pergerakan tubuh. Salah satu metode yang digunakan dalam fisioterapi untuk membantu mengatasi kondisi tersebut adalah High Intensity Laser Therapy (HILT) atau terapi laser daya tinggi.

Berbeda dengan terapi laser berintensitas rendah, HILT menggunakan energi cahaya yang dapat menjangkau jaringan tubuh lebih dalam untuk membantu menangani gangguan muskuloskeletal yang belum membaik dengan penanganan awal. Energi cahaya ini diserap oleh sel tubuh sehingga dapat membantu mengurangi peradangan, melancarkan sirkulasi darah, mendukung perbaikan jaringan, meredakan nyeri, dan meningkatkan rentang gerak sendi.

Konsultasi dokter

Bagaimana cara kerja terapi laser daya tinggi dalam fisioterapi?

Terapi laser daya tinggi bekerja dengan menyalurkan energi cahaya ke jaringan tubuh untuk membantu meredakan nyeri dan mendukung proses pemulihan. Cara kerjanya meliputi beberapa mekanisme berikut:

  • Menjangkau jaringan tubuh lebih dalam: Energi laser dapat menembus jaringan di bawah kulit, termasuk jaringan lemak, otot, tendon, hingga tulang.
  • Merangsang respons sel: Energi cahaya diserap oleh sel dan memicu respons biologis yang dapat mendukung proses pemulihan jaringan.
  • Menghasilkan efek panas dan mekanis: Energi laser dapat menimbulkan efek termal (panas) dan fotoakustik (respons mekanis akibat energi cahaya) yang berkontribusi terhadap efek terapeutik.
  • Membantu meredakan nyeri: Terapi laser dapat memengaruhi ujung saraf yang berperan dalam penghantaran sinyal nyeri, sehingga berpotensi membantu mengurangi rasa nyeri.

Efektivitas terapi bergantung pada kondisi yang ditangani, dosis laser, dan protokol penggunaannya.

Kapan terapi laser daya tinggi Digunakan?

Terapi laser dalam fisioterapi dibedakan berdasarkan daya laser yang digunakan. Low-Level Laser Therapy (LLLT) atau terapi laser level rendah umumnya menggunakan daya kurang dari 0,5 watt. Sementara itu terapi laser daya tinggi menggunakan daya lebih dari 0,5 watt.

Perbedaan keduanya terletak pada energi yang disalurkan ke jaringan tubuh. Terapi laser daya rendah sering disebut laser dingin karena umumnya tidak menimbulkan sensasi panas selama prosedur. Sebaliknya, terapi laser daya tinggi dapat menghasilkan efek panas pada jaringan kulit karena intensitas energinya lebih besar.

Dalam fisioterapi, terapi laser daya tinggi digunakan untuk membantu meredakan nyeri dan mendukung pemulihan jaringan. Dokter atau fisioterapis dapat mempertimbangkan terapi ini sebagai bagian dari penanganan berbagai kondisi, seperti:

  • Osteoartritis: Gangguan sendi akibat kerusakan tulang rawan, misalnya pada lutut, pinggul, atau pergelangan kaki.
  • Artritis reumatoid: Penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada sendi.
  • Gangguan bahu: Seperti shoulder impingement syndrome atau bursitis, yaitu peradangan pada kantung kecil berisi cairan yang membantu mengurangi gesekan di sekitar sendi.
  • Gangguan tulang belakang: Termasuk degenerasi diskus tulang belakang, herniasi diskus, dan nyeri saraf skiatik (sciatica).
  • Gangguan tendon dan jaringan lunak: Seperti tendinitis, tenosinovitis, dan cedera akibat terkilir (sprain).
  • Tennis elbow: Kondisi yang menimbulkan nyeri di bagian luar siku, umumnya berkaitan dengan penggunaan otot dan tendon lengan bawah secara berulang.
  • Plantar fasciitis: Peradangan atau iritasi pada jaringan di telapak kaki yang dapat menyebabkan nyeri tumit.
  • Trigger finger: Kondisi ketika jari terasa tersangkut atau sulit diluruskan akibat gangguan pada tendon.
  • Luka dan sayatan operasi: Terapi laser dapat dipertimbangkan sebagai terapi pendukung dalam perawatan jaringan tertentu sesuai indikasi klinis.

Pemilihan terapi laser daya tinggi perlu disesuaikan dengan kondisi pasien, tujuan terapi, dan hasil pemeriksaan tenaga medis. Terapi ini tidak selalu menjadi pilihan utama untuk setiap kondisi dan dapat digunakan sebagai bagian dari program rehabilitasi yang mencakup metode penanganan lainnya.

Kontraindikasi terapi laser daya tinggi

Meski dapat digunakan untuk membantu menangani nyeri dan gangguan otot maupun sendi, terapi laser daya tinggi tidak cocok untuk semua orang. Ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian khusus atau menjadi alasan untuk menghindari terapi ini, antara lain:

  • Kehamilan: Terapi laser perlu dihindari pada area tertentu selama kehamilan, terutama area perut dan panggul, kecuali atas pertimbangan medis yang jelas.
  • Tumor atau kanker: Penggunaan laser pada area yang terdapat tumor perlu dihindari atau dievaluasi secara khusus oleh dokter.
  • Perdarahan: Terapi laser perlu dihindari pada area yang sedang mengalami perdarahan karena berpotensi memengaruhi kondisi jaringan.
  • Penggunaan alat pacu jantung (pacemaker): Pasien yang menggunakan alat pacu jantung perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani terapi untuk memastikan keamanannya.
  • Trombosis: Kondisi ketika terbentuk gumpalan darah di dalam pembuluh darah memerlukan penanganan medis dan evaluasi sebelum terapi dilakukan.
  • Luka kronis yang sulit sembuh: Luka yang tidak kunjung membaik perlu diperiksa terlebih dahulu untuk menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.

Sebelum menjalani terapi laser daya tinggi, pasien sebaiknya memberi tahu dokter atau fisioterapis mengenai kondisi kesehatan, riwayat penyakit, dan obat-obatan yang sedang digunakan. Tenaga medis akan menilai apakah terapi ini aman dan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Teknologi dan fasilitas di Advanced Laser & Shockwave Rehab Center Mandaya

Selain terapi laser daya tinggi, Advanced Laser & Shockwave Rehab Center Mandaya menyediakan beragam teknologi dan fasilitas untuk mendukung rehabilitasi pasien dengan gangguan otot, tulang, dan sendi. Beberapa layanan yang tersedia meliputi:

1. Low-Level Laser Therapy (LLLT)

Terapi laser berintensitas rendah yang menggunakan energi cahaya untuk membantu meredakan nyeri, mengurangi peradangan, dan mendukung proses pemulihan jaringan pada kondisi tertentu.

2. Shockwave Therapy

Terapi gelombang kejut atau shockwave therapy menggunakan alat khusus untuk menyalurkan gelombang kejut melalui permukaan kulit ke area yang membutuhkan penanganan. Terapi ini dapat membantu mengurangi nyeri dan mendukung pemulihan jaringan, seperti tendon, otot, dan ligamen.

3. Diathermy

Diatermi merupakan terapi yang memanfaatkan energi listrik untuk menghasilkan panas pada jaringan tubuh. Terapi ini dapat membantu merilekskan otot, meningkatkan aliran darah, dan meredakan nyeri.

4. Cryotherapy

Krioterapi atau cryotherapy menggunakan suhu dingin untuk membantu mengurangi nyeri dan peradangan serta mendukung pemulihan setelah cedera atau aktivitas fisik.

Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:

  • Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
  • Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
  • Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
  • Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Arroyo-Fernández R, Aceituno-Gómez J, Serrano-Muñoz D, Avendaño-Coy J. High-Intensity Laser Therapy for Musculoskeletal Disorders: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Clinical Trials. (https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9963402/). Diakses pada 22 Oktober 2026.
  2. The Brisbane Spine Clinic. High-Intensity Laser Therapy (HILT). (https://www.brisbanespineclinic.com.au/services/high-intensity-laser-therapy-hilt/). Diakses pada 22 Oktober 2026.
  3. Physiopedia. High-Power Laser Therapy. (https://www.physio-pedia.com/High_Power_Laser_Therapy?utm_source=physiopedia&utm_medium=related_articles&utm_campaign=ongoing_internal). Diakses pada 22 Oktober 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes