Seiring bertambahnya usia, menjaga kesehatan tulang dan sendi menjadi bagian penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Berbagai masalah pada tulang maupun sendi dapat muncul secara bertahap dan terkadang baru disadari ketika mulai menimbulkan keluhan yang mengganggu, seperti osteoporosis dan osteoarthritis.
Memahami perbedaan osteoporosis dan osteoarthritis penting agar keluhan yang muncul dapat dikenali dengan tepat. Meski sama-sama berkaitan dengan sistem gerak dan dapat dialami seiring bertambahnya usia, kedua kondisi ini memiliki penyebab, gejala, dan penanganan yang berbeda.
Contents
Perbedaan osteoporosis dan osteoarthritis: pengertian, penyebab, gejala, dan penanganannya
Berikut ini adalah perbedaan osteoporosis dan osteoarthritis berdasarkan pengertian, penyebab, gejala, hingga penanganannya.
Pengertian
- Pengertian Osteoporosis menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh sehingga lebih mudah mengalami patah tulang. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak tulang, tidak menghasilkan tulang yang cukup, atau keduanya. Osteoporosis tidak secara langsung menyebabkan nyeri sendi, tetapi dapat meningkatkan risiko patah tulang, terutama pada tulang belakang, panggul, dan pergelangan tangan.
- Pengertian Osteoarthritis menyerang sendi, bukan tulang itu sendiri. Kondisi ini merupakan penyakit degeneratif yang menyebabkan tulang rawan, yaitu jaringan yang berfungsi sebagai bantalan pada sendi, mengalami kerusakan secara bertahap. Seiring waktu, kondisi tersebut dapat menyebabkan nyeri sendi, pembengkakan, dan keterbatasan gerak.
Penyebab
- Penyebab Osteoporosis: Faktor risikonya meliputi pertambahan usia, rendahnya asupan kalsium atau vitamin D, kebiasaan merokok, riwayat osteoporosis dalam keluarga, kurangnya aktivitas fisik, serta penggunaan obat-obatan tertentu atau kondisi kesehatan tertentu. Osteoporosis paling sering terjadi pada wanita setelah menopause, tetapi kondisi ini juga dapat dialami oleh pria.
- Penyebab Osteoarthritis: Osteoarthritis umumnya berkembang seiring bertambahnya usia atau akibat penggunaan sendi secara berlebihan. Namun, cedera, obesitas, dan riwayat osteoarthritis dalam keluarga juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.
Gejala
Osteoporosis tidak selalu menimbulkan gejala seperti banyak kondisi kesehatan lainnya. Karena itu, tenaga kesehatan terkadang menyebut osteoporosis sebagai penyakit yang diam-diam berkembang (silent disease).
Meski tidak secara langsung menimbulkan gejala, terdapat beberapa perubahan pada tubuh yang dapat menjadi tanda bahwa kekuatan atau kepadatan tulang mulai berkurang. Beberapa tanda peringatan osteoporosis antara lain:
- Tinggi badan berkurang sekitar 2,5 cm atau lebih.
- Perubahan postur tubuh, seperti menjadi lebih membungkuk atau condong ke depan.
- Sesak napas, jika tulang belakang mengalami penekanan yang cukup berat hingga mengurangi kapasitas paru-paru.
- Nyeri punggung bagian bawah.
Sementara itu, gejala osteoarthritis biasanya berkembang secara perlahan dan dapat semakin memburuk seiring waktu. Gejala osteoarthritis meliputi:
- Nyeri. Sendi yang terdampak dapat terasa sakit saat atau setelah bergerak.
- Kaku. Kekakuan pada sendi biasanya paling terasa saat bangun tidur atau setelah lama tidak bergerak.
- Nyeri saat disentuh. Sendi dapat terasa sakit atau sensitif ketika ditekan dengan ringan atau saat area di sekitarnya disentuh.
- Rentang gerak berkurang. Sendi mungkin tidak dapat digerakkan secara maksimal seperti biasanya.
- Sensasi bergesekan. Anda mungkin merasakan seperti ada gesekan saat menggerakkan sendi, yang terkadang disertai bunyi letupan atau gemeretak.
- Taji tulang (bone spur). Pertumbuhan tulang tambahan ini dapat terbentuk di sekitar sendi yang terdampak dan terasa seperti benjolan keras.
- Pembengkakan. Kondisi ini dapat terjadi akibat peradangan pada jaringan lunak di sekitar sendi.
Pengobatan
Penanganan osteoporosis terutama bertujuan untuk memperkuat tulang dan mencegah terjadinya patah tulang. Penanganan dapat dilakukan melalui olahraga yang melatih kekuatan dan keseimbangan, seperti berjalan kaki, yoga, Pilates, dan tai chi, serta mencukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D melalui makanan atau suplemen sesuai anjuran dokter. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat meresepkan obat untuk membantu memperlambat kehilangan kepadatan tulang atau meningkatkan kekuatan tulang, seperti bisfosfonat, terapi hormon, denosumab, romosozumab, atau obat analog hormon paratiroid.
Penanganan osteoarthritis bertujuan untuk mengurangi nyeri, menjaga fungsi sendi, dan membantu pasien tetap dapat bergerak dengan nyaman. Penanganan dapat meliputi obat pereda nyeri atau antiperadangan, fisioterapi dan olahraga ringan seperti berjalan kaki atau berenang, serta terapi okupasi untuk membantu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa memberikan tekanan berlebih pada sendi. Pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan suntikan kortikosteroid atau asam hialuronat. Jika kerusakan sendi sudah berat dan tidak membaik dengan penanganan lain, prosedur seperti operasi untuk memperbaiki posisi tulang atau penggantian sendi dapat menjadi pilihan.
Baca juga: 6 Jenis Obat Osteoarthritis yang Bisa Direkomendasikan Dokter
Deteksi osteoporosis sedini mungkin dengan tes BMD di RS Mandaya Puri
Tes kepadatan tulang atau bone mineral density (BMD) dapat membantu mengetahui seberapa kuat tulang sekaligus mendeteksi kemungkinan osteoporosis. Pemeriksaan ini menggunakan sinar-X untuk mengukur jumlah kalsium dan mineral lain di dalam tulang. Semakin tinggi kandungan mineral dalam tulang, semakin padat dan kuat tulang tersebut sehingga risiko patah tulang cenderung lebih rendah.
Pemeriksaan BMD umumnya dilakukan pada tulang yang lebih rentan mengalami patah, terutama tulang belakang dan panggul. Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan juga dapat dilakukan pada tulang lengan bawah. Hasil pemeriksaan dapat membantu dokter menilai kondisi kepadatan tulang dan menentukan penanganan yang sesuai jika ditemukan penurunan kepadatan tulang.
Baca juga: Pengobatan Osteoporosis di RS Mandaya Puri, Lengkap dari Diagnosis Hingga Operasi
Penanganan osteoporosis dan osteoarthritis di RS Mandaya Puri
RS Mandaya Royal Puri menyediakan layanan untuk membantu menangani berbagai masalah tulang dan sendi, termasuk osteoporosis dan patah tulang yang dapat terjadi akibat tulang yang rapuh. Pasien osteoporosis dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi, terutama jika mengalami patah tulang dan membutuhkan tindakan operasi. Dokter akan menilai kondisi pasien dan menentukan penanganan yang sesuai berdasarkan jenis serta tingkat keparahan patah tulang.
Sementara itu, pasien dengan osteoarthritis dapat memperoleh penanganan oleh dokter spesialis reumatologi di RS Mandaya Royal Puri. Dokter reumatologi dapat membantu mengevaluasi kondisi sendi, mengatasi keluhan yang muncul, serta menentukan pilihan terapi sesuai kondisi pasien. Dengan dukungan dokter dari bidang terkait, penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- University of Rochester Medical Center. Osteoarthritis vs. Osteoporosis: What’s the Difference? (https://www.urmc.rochester.edu/news/story/osteoarthritis-vs-osteoporosis-whats-the-difference). Diakses pada 29 September 2026.
- Cleveland Clinic. Osteoporosis: Symptoms, Causes & Treatment. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4443-osteoporosis). Diakses pada 29 September 2026.
- Mayo Clinic. Osteoarthritis – Symptoms & Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteoarthritis/symptoms-causes/syc-20351925). Diakses pada 29 September 2026.
- Mayo Clinic. Bone Density Test (DXA/DEXA Scan). (https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/bone-density-test/about/pac-20385273). Diakses pada 29 September 2026.

