Kanker pankreas adalah jenis kanker yang bermula dari pertumbuhan sel abnormal di pankreas, yaitu organ yang berada di belakang bagian bawah lambung. Pankreas memiliki peran penting dalam tubuh, termasuk menghasilkan enzim yang membantu mencerna makanan serta hormon yang membantu mengatur kadar gula darah. Salah satu tantangan dalam menangani kanker pankreas adalah penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal sehingga tidak selalu terdeteksi ketika peluang untuk mendapatkan hasil pengobatan yang baik masih lebih besar.
Hal tersebut juga dialami oleh Bapak Iwan, yang awalnya tidak menyadari bahwa perubahan pada tubuhnya merupakan tanda kanker pankreas. Pada Juni 2025, ia mulai mengalami perubahan warna urine menjadi kuning pekat. Ia sempat mengira kondisi tersebut hanya disebabkan oleh kurang minum. Namun, setelah minum lebih banyak, warna urine tetap tidak berubah. Sekitar satu minggu kemudian, muncul rasa mual yang juga sempat dianggap sebagai keluhan biasa karena telat makan atau gangguan pencernaan. Hingga akhirnya, setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, Bapak Iwan didiagnosis mengalami kanker pankreas.
Setelah sempat menjalani pengobatan kemoterapi di Singapura selama satu sesi, Bapak Iwan kembali ke Indonesia untuk melanjutkan pengobatannya di RS Mandaya Royal Puri hingga dinyatakan bersih dari kanker setelah melakukan pemeriksaan dengan PET Scan.
“Mandaya itu, kalau dibandingkan dengan waktu saya kemoterapi pertama di Singapura, beda sekali. Fasilitasnya jauh, (lebih) bagus di Mandaya. Mandaya menyediakan tempat tidur (untuk pasien selama kemoterapi), kalau di sana hanya kursi duduk saja yang bisa untuk istirahat. Mandaya benar-benar, menurut saya, lebih mewah lah untuk perawatan kankernya,” ujar Bapak Iwan.
Contents
Berawal dari gejala yang tidak disangka sebagai kanker
Sekitar satu minggu setelah mengalami mual, Bapak Iwan mulai menyadari bahwa kulitnya berubah menjadi kuning. Ia kemudian menjalani pemeriksaan karena kondisi tersebut awalnya diduga berkaitan dengan hepatitis. Namun, pemeriksaan tidak menemukan adanya virus hepatitis.
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan pencitraan, hingga ditemukan adanya tumor pada pankreas dengan ukuran sekitar 3,5 cm. Sebelumnya, Bapak Iwan tidak merasakan sakit atau keluhan khusus yang membuatnya menyadari adanya masalah pada pankreas.
Warna kulit yang menguning atau jaundice tersebut ternyata berkaitan dengan tumor yang sudah membesar dan menekan saluran empedu. Kondisi ini menyebabkan aliran empedu terganggu sehingga bilirubin menumpuk di dalam tubuh dan membuat kulit serta bagian putih mata tampak menguning.
Dari pengalaman tersebut, Bapak Iwan baru mengetahui bahwa kanker pankreas dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang mudah dikenali. Ketika gejala mulai muncul, kondisi kanker dapat sudah cukup berkembang sehingga membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Baca juga: 5 Pengobatan Kanker Pankreas, Mulai dari Operasi hingga HIFU di RS Mandaya Puri
Sempat menjalani pengobatan kanker di Singapura
Setelah mengetahui adanya kanker pankreas, Bapak Iwan mencari informasi mengenai pilihan pengobatan hingga ke Singapura. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan saat itu, kondisinya masih memungkinkan untuk menjalani operasi pengangkatan tumor.
Bapak Iwan kemudian menjalani operasi untuk mengangkat kanker pankreas dan mendapatkan kemoterapi pertama di Singapura. Setelah menjalani pengobatan di sana, ia mulai mencari kemungkinan untuk melanjutkan kemoterapi di Indonesia.

Ia kemudian berkonsultasi mengenai pilihan pengobatan yang dapat dilanjutkan di Indonesia. Dalam konsultasi tersebut, Bapak Iwan mendapatkan rekomendasi dokter untuk melanjutkan kemoterapi di Indonesia, yaitu Prof. DR. Aru W. Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP. Bapak Iwan kemudian mencari informasi mengenai jadwal praktik Prof. Aru dan mengetahui bahwa beliau berpraktik di RS Mandaya Royal Puri.
Baca juga: Kombinasi Pengobatan Kanker Pankreas 4 cm dengan HIFU & Kemoterapi Tanpa Operasi di RS Mandaya Puri
Menjalani kemoterapi hingga dinyatakan bersih dari kanker
Di RS Mandaya Royal Puri, Bapak Iwan melanjutkan kemoterapi di bawah penanganan Prof. Aru. Secara keseluruhan, ia menjalani delapan sesi kemoterapi, dengan tujuh di antaranya dilakukan di Mandaya setelah kemoterapi pertama di Singapura.
Setelah menyelesaikan kemoterapi sesi kedelapan, Bapak Iwan menjalani pemeriksaan PET scan untuk melihat kondisi kanker. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan lagi tanda kanker yang terdeteksi melalui pemeriksaan tersebut sehingga ia diperbolehkan untuk menghentikan kemoterapi untuk sementara.
Bagi Bapak Iwan, hasil pemeriksaan tersebut menjadi kabar yang melegakan setelah melalui rangkaian pengobatan yang cukup panjang. Kondisinya pun berangsur membaik dan ia merasa dapat kembali menjalani aktivitas seperti sebelumnya.
Namun, perjalanan pengobatan belum sepenuhnya selesai. Untuk memastikan kondisi tersebut tetap terpantau, Prof. Aru meminta Bapak Iwan menjalani pemeriksaan lanjutan secara berkala, termasuk pemeriksaan DNA untuk membantu memantau kemungkinan adanya sisa atau tanda kanker.
Hasil pemeriksaan DNA yang dilakukan setelahnya juga menunjukkan hasil negatif. Meski demikian, Bapak Iwan tetap diminta menjalani pemeriksaan secara berkala setiap sekitar tiga bulan untuk memantau kondisi kesehatannya.
Bagi Bapak Iwan, pengalaman menjalani pengobatan di RS Mandaya Royal Puri juga memberikan kesan tersendiri. Selama menjalani kemoterapi, ia merasa fasilitas yang tersedia memberikan kenyamanan, termasuk ruang kemoterapi dengan tempat tidur yang dapat digunakan selama menjalani perawatan.
Perjalanan Bapak Iwan menunjukkan bahwa kanker pankreas dapat muncul dengan gejala yang awalnya terlihat seperti keluhan biasa. Karena itu, perubahan pada tubuh yang tidak kunjung membaik perlu diperhatikan dan diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya. Ketika kanker sudah terdiagnosis, pemeriksaan lanjutan dan pengobatan dapat dilakukan sesuai kondisi masing-masing pasien serta melibatkan tim dokter yang menangani.
Waspadai gejala kanker pankreas yang sering tidak terdeteksi
Berkaca dari kasus Bapak Iwan, kanker pankreas umumnya tidak menimbulkan tanda atau gejala yang jelas pada tahap awal. Gejala sering kali mulai muncul ketika tumor sudah memengaruhi organ lain dalam sistem pencernaan. Pada tahap ini, kanker pankreas sering kali sudah berkembang lebih lanjut.
Beberapa gejala kanker pankreas yang dapat muncul meliputi:
- Nyeri di perut bagian atas, punggung bagian tengah, atau sisi tubuh.
- Tanda penyakit kuning (jaundice), seperti kulit dan bagian putih mata menguning.
- Gangguan pencernaan dan mual.
- Penurunan berat badan dan kehilangan nafsu makan.
- Sembelit dan/atau diare.
- Urine berwarna gelap dan/atau tinja berwarna pucat.
- Kulit terasa gatal.
- Mudah lelah.
Mengenal Prof. Aru, dokter KHOM di RS Mandaya Royal Puri

Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan konsultan hematologi-onkologi medik (KHOM).
Beliau menyelesaikan pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Setelah itu, beliau menempuh pendidikan Konsultan Hematologi dan Onkologi Medik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia serta menyelesaikan pendidikan Doktoral di bidang Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Dalam memberikan layanan kepada pasien, Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP menangani berbagai pilihan terapi kanker, termasuk kemoterapi, imunoterapi, terapi target, transplantasi sumsum tulang, hingga terapi sel CAR-T.
Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Rabu: 08.00 – 12.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Mayo Clinic. Pancreatic Cancer – Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pancreatic-cancer/symptoms-causes/syc-20355421). Diakses pada 28 September 2026.
- Cleveland Clinic. Pancreatic Cancer. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15806-pancreatic-cancer). Diakses pada 28 September 2026.

