Osteoporosis adalah kondisi yang membuat tulang menjadi lemah dan rapuh sehingga lebih mudah patah. Bahkan, benturan ringan seperti terjatuh, membungkuk, atau batuk dapat menyebabkan tulang mengalami patah. Patah tulang akibat osteoporosis paling sering terjadi pada tulang panggul, pergelangan tangan, atau tulang belakang.
Pada dasarnya, tulang merupakan jaringan hidup yang terus mengalami proses pembentukan dan penguraian. Osteoporosis terjadi ketika pembentukan tulang baru tidak mampu mengimbangi hilangnya tulang lama. Akibatnya, kepadatan dan kekuatan tulang semakin berkurang sehingga risiko patah tulang meningkat.
Karena itu, pengobatan osteoporosis perlu disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan pasien. Di RS Mandaya Royal Puri, pengobatan osteoporosis tersedia secara menyeluruh, mulai dari diagnosis menggunakan pemeriksaan bone mineral density (BMD) untuk mengetahui kepadatan tulang, pengobatan untuk membantu menjaga kekuatan tulang, hingga tindakan operasi jika osteoporosis sudah menyebabkan patah tulang yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Contents
Pengobatan osteoporosis di RS Mandaya Puri, lengkap dari diagnosis hingga operasi
Berikut beberapa penanganan dan pengobatan osteoporosis di RS Mandaya Royal Puri:
1. Diagnosis osteoporosis dengan pemeriksaan BMD
Langkah pertama dalam menentukan pengobatan osteoporosis adalah memastikan kondisi tulang melalui pemeriksaan kepadatan tulang atau bone mineral density (BMD). Pemeriksaan ini dapat menunjukkan seberapa kuat tulang sekaligus membantu mengetahui apakah seseorang mengalami osteoporosis, yaitu kondisi yang membuat tulang menjadi lemah dan lebih mudah patah.
Tes BMD mengukur jumlah kalsium dan mineral lain yang terdapat di dalam tulang. Semakin banyak kandungan mineral dalam tulang, semakin padat dan kuat tulang tersebut sehingga risiko patah tulang juga lebih rendah. Pemeriksaan BMD umumnya dilakukan pada tulang yang paling mudah mengalami patah, terutama tulang belakang dan panggul. Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan juga dapat dilakukan pada tulang lengan bawah.
Di RS Mandaya Royal Puri, pemeriksaan BMD tersedia sebagai bagian dari layanan diagnosis osteoporosis. Hasil pemeriksaan ini dapat membantu dokter menilai kepadatan tulang dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Baca juga: Deteksi Osteoporosis dengan Pemeriksaan BMD di RS Mandaya Royal Puri
2. Obat-obatan
Setelah osteoporosis terdiagnosis melalui pemeriksaan BMD, dokter dapat menentukan pengobatan berdasarkan kondisi dan risiko patah tulang pasien. Pengobatan dapat meliputi suplemen untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tulang maupun obat-obatan yang membantu menjaga kepadatan dan kekuatan tulang.
Suplemen kalsium dan vitamin D
Pasien mungkin membutuhkan suplemen kalsium atau vitamin D yang dapat diperoleh tanpa resep maupun dengan resep dokter. Jenis, dosis, dan frekuensi penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien berdasarkan anjuran dokter.
Obat osteoporosis
Dokter dapat meresepkan obat untuk membantu menjaga kepadatan dan kekuatan tulang. Beberapa jenis obat yang dapat digunakan meliputi:
- Terapi hormon, seperti estrogen atau testosteron.
- Bisfosfonat, yaitu kelompok obat yang dapat membantu memperlambat proses kehilangan tulang.
Pada pasien dengan osteoporosis berat atau risiko patah tulang yang tinggi, dokter dapat mempertimbangkan jenis obat lain, seperti:
- Analog hormon paratiroid (PTH).
- Denosumab.
- Romosozumab.
Obat-obatan tersebut umumnya diberikan melalui suntikan. Di RS Mandaya Royal Puri, pilihan pengobatan osteoporosis dapat disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing pasien.
3. Operasi
Osteoporosis dapat membuat tulang menjadi rapuh sehingga lebih mudah mengalami patah tulang. Ketika patah tulang terjadi akibat osteoporosis, terutama jika patahnya cukup berat, tindakan operasi dapat diperlukan untuk memperbaiki posisi tulang dan membantu mengembalikan fungsi tulang atau sendi.
Dalam operasi ortopedi, dokter dapat mengembalikan posisi bagian tulang yang patah kemudian mempertahankannya agar tetap pada posisi yang tepat menggunakan alat seperti sekrup, pelat, kawat, atau implan lainnya. Tindakan ini membantu tulang menyatu dan kembali kuat sehingga secara bertahap dapat digunakan untuk bergerak maupun menopang berat tubuh.
Di RS Mandaya Royal Puri, penanganan patah tulang didukung oleh tim dokter spesialis ortopedi dengan berbagai subspesialisasi, termasuk ortopedi panggul dan lutut, tangan, bahu, hingga cedera olahraga. Penanganan dapat disesuaikan dengan lokasi dan kondisi patah tulang yang dialami pasien.
Waspadai gejala-gejala osteoporosis yang kerap tak disadari
Osteoporosis sering disebut sebagai silent disease atau penyakit yang diam-diam berkembang karena umumnya tidak menimbulkan gejala yang mudah dikenali. Seseorang dapat mengalami penurunan kepadatan tulang tanpa merasakan sakit kepala, demam, sakit perut, atau tanda khusus lainnya yang menunjukkan adanya masalah pada tulang.
Patah tulang yang terjadi secara tiba-tiba, terutama setelah jatuh ringan atau mengalami benturan yang sebenarnya tidak terlalu kuat, dapat menjadi tanda bahwa tulang sudah kehilangan kekuatannya. Selain patah tulang, terdapat beberapa perubahan pada tubuh yang dapat menjadi tanda tulang mulai kehilangan kepadatan dan kekuatannya, seperti:
- Tinggi badan berkurang sekitar 2,5 cm atau lebih.
- Perubahan postur tubuh, misalnya menjadi lebih membungkuk atau condong ke depan.
- Sesak napas, yang dapat terjadi jika tulang belakang mengalami penekanan hingga memengaruhi kapasitas paru-paru.
- Nyeri punggung bagian bawah, terutama jika terdapat perubahan pada tulang belakang.
Perubahan tinggi badan atau postur terkadang sulit disadari oleh diri sendiri dan justru lebih mudah diperhatikan oleh orang lain. Karena itu, perubahan fisik tersebut sebaiknya tidak dianggap sekadar sebagai bagian dari proses penuaan. Pemeriksaan kepadatan tulang dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi tulang dan mendeteksi penurunan kepadatan tulang sejak dini.
Kapan perlu memeriksakan diri ke dokter?
Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami perubahan pada tubuh yang dapat menjadi tanda osteoporosis. Sampaikan juga gejala lain yang dirasakan, terutama jika mengalami nyeri tulang atau kesulitan bergerak.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Mayo Clinic. Osteoporosis – Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteoporosis/symptoms-causes/syc-20351968). Diakses pada 28 September 2026.
- Mayo Clinic. Bone Density Test (DXA/DEXA Scan). (https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/bone-density-test/about/pac-20385273). Diakses pada 28 September 2026.
- Cleveland Clinic. Osteoporosis: Symptoms, Causes & Treatment. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4443-osteoporosis). Diakses pada 28 September 2026.
- Healthline. When Is Surgery Needed to Treat Osteoporosis? (https://www.healthline.com/health/osteoporosis-surgery#how-surgery-may-help). Diakses pada 28 September 2026.

