RS Mandaya Puri Lakukan Prosedur Bedah Otak Kompleks dan 300 Tindakan Canggih Lainnya Selama Juli 2026

RS Mandaya Puri Lakukan Prosedur Bedah Otak Kompleks dan 300 Tindakan Canggih Lainnya Selama Juli 2026

Sepanjang Juli 2026, RS Mandaya Royal Puri kembali menangani berbagai kasus dengan prosedur medis yang kompleks dan beragam. Salah satunya adalah tindakan bedah otak, mulai dari clipping untuk menangani aneurisma otak hingga pengangkatan tumor otak melalui hidung dengan teknik yang memungkinkan dokter mencapai area otak tertentu tanpa membuat sayatan besar pada kepala.

Tidak hanya bedah otak, lebih dari 300 tindakan medis canggih juga dilakukan di RS Mandaya Royal Puri selama Juli 2026. Berbagai tindakan tersebut mencakup sejumlah bidang spesialisasi dan memanfaatkan teknologi medis serta teknik operasi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Lantas, apa saja prosedur kompleks yang dilakukan di RS Mandaya Royal Puri selama Juli 2026?

Konsultasi dokter

Prosedur bedah otak kompleks di RS Mandaya Royal Puri sepanjang Juli 2026

Berikut adalah beberapa prosedur bedah otak kompleks di RS Mandaya Royal Puri sepanjang bulan Juli 2026:

1. Prosedur clipping untuk aneurisma otak

Clipping aneurisma merupakan salah satu jenis operasi otak yang digunakan untuk menangani aneurisma otak. Aneurisma adalah bagian pembuluh darah yang melemah dan mengalami pembengkakan. Jika aneurisma pecah, kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan serius di otak.

Prosedur clipping dilakukan dengan menutup aneurisma untuk menghentikan aliran darah yang masuk ke dalamnya. Tindakan ini membantu mencegah aneurisma membesar atau pecah. Clipping merupakan metode pengobatan yang telah lama digunakan dan efektif dalam membantu banyak pasien terhindar dari komplikasi yang dapat mengancam jiwa.

Bagaimana prosedur aneurysm clipping dilakukan?

Pada prosedur aneurysm clipping, dokter bedah saraf menutup bagian aneurisma dengan klip logam berukuran sangat kecil untuk menghentikan aliran darah yang masuk ke dalam aneurisma. Di RS Mandaya Royal Puri, tindakan ini dilakukan oleh Dr. dr. Mardjono Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS (Dr. Joy).

Secara umum, prosedur aneurysm clipping dilakukan melalui beberapa tahapan berikut:

  • Membuat akses melalui tulang tengkorak: Dokter bedah saraf membuat sayatan dan membuka sebagian kecil tulang tengkorak melalui prosedur yang disebut craniotomy. Tindakan ini dilakukan untuk memberikan akses menuju pembuluh darah otak yang mengalami aneurisma.
  • Menemukan aneurisma: Setelah mendapatkan akses ke area otak yang dituju, dokter mengidentifikasi lokasi aneurisma dan pembuluh darah yang terkait dengan kondisi tersebut.
  • Memasang klip pada aneurisma: Dokter kemudian menempatkan klip logam berukuran sangat kecil pada bagian pangkal aneurisma. Klip ini berfungsi menutup aneurisma sehingga aliran darah tidak lagi masuk ke dalam kantong aneurisma.
  • Memastikan aliran darah tetap berjalan: Setelah klip terpasang, dokter memastikan aneurisma telah tertutup dengan baik sekaligus mempertahankan aliran darah normal melalui pembuluh darah otak.
  • Menutup kembali area operasi: Setelah prosedur selesai, tulang tengkorak yang sebelumnya dibuka dikembalikan ke posisinya dan sayatan pada kulit kepala ditutup.

Klip yang dipasang pada aneurisma dirancang untuk tetap berada di dalam tubuh secara permanen. Dengan tertutupnya aneurisma, risiko darah masuk ke dalam kantong aneurisma dan menyebabkan aneurisma pecah dapat dicegah, sementara aliran darah tetap dapat melewati pembuluh darah otak secara normal.

Baca juga: Penanganan Aneurisma Otak Terkini dan Canggih di RS Mandaya Royal Puri

2. Prosedur pengangkatan tumor otak melalui hidung  

Operasi endoskopi pada kelenjar pituitari, yang juga dikenal sebagai operasi Endoscopic Endonasal Transsphenoidal Surgery (EETS), merupakan salah satu prosedur yang paling umum dilakukan untuk mengangkat tumor pada kelenjar pituitari. Kelenjar pituitari terletak di bagian dasar otak, tepat di atas rongga hidung. Kelenjar ini berperan dalam mengatur sebagian besar hormon di dalam tubuh, yaitu zat kimia yang berfungsi sebagai pembawa pesan dan mengalir melalui darah.

Prosedur ini dilakukan menggunakan alat yang disebut endoskop, yaitu tabung tipis dan kaku yang dilengkapi dengan kamera dan sumber cahaya. Endoskop biasanya dimasukkan melalui hidung untuk mencapai area kelenjar pituitari tanpa perlu membuat sayatan besar pada kepala. Kamera pada endoskop memungkinkan dokter melihat area yang ditangani melalui layar monitor, sementara instrumen khusus lainnya dimasukkan melalui endoskop untuk mengangkat tumor.

Bagaimana prosedur pengangkatan tumor otak melalui hidung dilakukan?

Pada EETS, dokter menggunakan endoskop untuk mencapai area kelenjar pituitari melalui rongga hidung. Secara umum, tahapan prosedur dapat meliputi:

  • Memasukkan endoskop melalui hidung: Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorok (THT) biasanya memasukkan endoskop melalui hidung. Pada kondisi tertentu, endoskop dapat dimasukkan melalui sayatan kecil di bawah bibir atas.
  • Mencapai sinus sphenoid: Endoskop diarahkan melalui rongga hidung hingga mencapai dinding tulang sinus sphenoid yang berada di bagian belakang hidung.
  • Membuka sinus sphenoid: Dokter membuka sinus sphenoid agar endoskop dapat diarahkan menuju dinding belakang sinus.
  • Membuat bukaan pada dinding belakang sinus: Dokter kemudian membuat bukaan kecil pada dinding belakang sinus untuk mendapatkan akses menuju area kelenjar pituitari.
  • Menggunakan MRI sebagai panduan: Selama prosedur, pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) dapat digunakan untuk menghasilkan gambaran area kelenjar pituitari dengan bantuan komputer dan magnet. Gambaran tersebut dapat membantu dokter menentukan lokasi dan mengarahkan tindakan selama operasi.
  • Mengangkat tumor: Setelah area kelenjar pituitari berhasil dicapai, dokter bedah saraf mengangkat tumor sedikit demi sedikit menggunakan instrumen khusus yang dimasukkan melalui endoskop.
  • Menyelesaikan prosedur: Setelah bagian tumor yang dapat dijangkau berhasil diangkat, endoskop dikeluarkan. Dokter kemudian dapat menempatkan bahan khusus di dalam hidung untuk membantu menyelesaikan dan melindungi area yang telah ditangani.

Di RS Mandaya Royal Puri, tindakan pengangkatan tumor otak melalui hidung ini dilakukan melalui kolaborasi antara dokter bedah saraf dan dokter spesialis THT. Salah satu dokter yang terlibat adalah Dr. Joy sebagai dokter bedah saraf, bersama dokter THT seperti dr. Zuki Saputra, Sp.THT-BKL. Kolaborasi kedua bidang ini diperlukan karena akses menuju tumor dilakukan melalui rongga hidung dan sinus, sebelum dokter bedah saraf mencapai area tumor di dasar otak.

300 tindakan canggih lainnya di RS Mandaya Royal Puri

Lebih dari 300 prosedur yang dilakukan sepanjang Juli 2026 mencakup berbagai bidang spesialisasi di RS Mandaya Royal Hospital Puri. Sejumlah tindakan tersebut memanfaatkan teknologi medis canggih yang memungkinkan dokter melakukan prosedur dengan presisi tinggi, menggunakan sayatan yang lebih minimal, hingga menangani kondisi tertentu tanpa sayatan.

Berdasarkan catatan dalam Surgery Journal Mandaya Royal Hospital Puri, beberapa prosedur advance yang dilakukan selama Juli 2026 meliputi:

  • 1 Juli 2026: Operasi pengangkatan rahim dan miom dengan bantuan teknologi robotik Da Vinci Xi.
  • 1 Juli 2026: Biopsi prostat menggunakan teknologi robotik Biobot.
  • 1 Juli 2026: Terapi radiasi internal atau brakiterapi untuk menangani kanker serviks.
  • 1 Juli 2026: Operasi Microvascular Decompression (MVD) untuk menangani hemifacial spasm dan kondisi yang menyebabkan nyeri pada wajah.
  • 3 Juli 2026: Penanganan varises menggunakan teknologi laser melalui prosedur Endovenous Laser Ablation (EVLA).
  • 4 Juli 2026: Penanganan kanker pankreas menggunakan teknologi High Intensity Focused Ultrasound (HIFU) tanpa membuat sayatan.
  • 7 Juli 2026: Prosedur ablasi jantung 3D untuk menangani gangguan irama jantung berupa atrial fibrilasi (AF).
  • 8 Juli 2026: Operasi penggantian sendi lutut total dengan bantuan robotik CORI, disertai pemberian injeksi stem cell.
  • 8 Juli 2026: Penanganan batu pada saluran empedu melalui prosedur endoskopi ERCP.
  • 9 Juli 2026: Pengangkatan batu ginjal menggunakan teknologi robotik ZAMENIX.
  • 11 Juli 2026: Pemberian kemoterapi secara langsung ke area kanker hati melalui prosedur TACE (Transarterial Chemoembolization).
  • 14–15 Juli 2026: Penanganan kanker hati stadium lanjut menggunakan terapi nuklir SIRT Y-90.
  • 16 Juli 2026: Prosedur DSA otak untuk membantu penanganan stroke sekaligus mendeteksi aneurisma pada pembuluh darah otak.
  • 16 Juli 2026: Operasi rekonstruksi ACL yang disertai perbaikan meniskus lateral dan medial pada lutut.
  • 17 Juli 2026: Penanganan tumor jinak payudara menggunakan teknologi HIFU.
  • 17 Juli 2026: Rekonstruksi penis pada pasien anak dengan hipospadia, yaitu kelainan pada saluran kemih.
  • 21 Juli 2026: Operasi bedah jantung dengan metode Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) yang dilakukan tanpa membelah tulang dada.

Selain daftar tersebut, masih terdapat berbagai tindakan advance lainnya yang dilakukan oleh tim medis RS Mandaya Royal Hospital Puri sepanjang Juli 2026, mencakup beragam bidang spesialisasi dan kebutuhan medis pasien.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Referensi

  1. Penn Medicine. “Aneurysm Clipping.” Penn Medicine – Aneurysm Clipping. Diakses pada 21 September 2026.
  2. Johns Hopkins Medicine. “Endoscopic Pituitary Surgery.” Johns Hopkins Medicine – Endoscopic Pituitary Surgery. Diakses pada 21 September 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes