Tumor Payudara Jinak: Kenali Jenis-jenisnya, Gejala, hingga Pengobatannya

Tumor Payudara Jinak: Kenali Jenis-jenisnya, Gejala, hingga Pengobatannya

Jika Anda merasakan benjolan di payudara, hal pertama yang mungkin terlintas di pikiran adalah kanker payudara. Untungnya, sebagian besar benjolan payudara bersifat jinak, yang berarti bukan kanker. Tumor payudara jinak merupakan salah satu kondisi yang dapat menyebabkan munculnya benjolan pada payudara.

Payudara merupakan struktur kompleks yang terdiri dari kelenjar, jaringan, dan lemak. Cukup umum untuk mengalami benjolan, kista, atau tumor pada payudara. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit payudara jinak. Meskipun kondisi tersebut bukan kanker atau mengancam jiwa, beberapa di antaranya dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara di kemudian hari.

Meskipun sebagian besar kondisi payudara tidak bersifat kanker, cara terbaik untuk memastikannya adalah dengan berkonsultasi kepada dokter. Anda juga sebaiknya mengenali bentuk dan tekstur payudara agar lebih mudah menyadari jika terjadi perubahan.

Konsultasi dokter

Apa saja jenis-jenis tumor payudara jinak?

Ada berbagai jenis tumor payudara jinak, termasuk benjolan, kista, maupun pertumbuhan jaringan yang bukan kanker. Beberapa jenis yang umum meliputi:

  • Kista payudara: Benjolan berisi cairan yang dapat terasa nyeri atau lunak. Kista umumnya tidak meningkatkan risiko kanker payudara dan dapat menghilang tanpa pengobatan.
  • Fibroadenoma: Tumor payudara padat yang bersifat jinak dan cukup umum, terutama pada perempuan berusia 15–35 tahun. Kondisi ini tidak meningkatkan risiko kanker dan sering kali dapat menghilang dengan sendirinya.
  • Perubahan fibrokistik payudara: Perubahan akibat fluktuasi hormon yang membuat payudara terasa lebih padat, berbenjol, atau nyeri, terutama menjelang menstruasi.
  • Hiperplasia: Pertumbuhan sel yang berlebihan pada saluran atau kelenjar payudara. Hiperplasia biasa hanya sedikit meningkatkan risiko kanker, sedangkan hiperplasia atipikal dapat meningkatkan risiko kanker lebih besar dan terkadang memerlukan operasi.
  • Papiloma intraduktal: Pertumbuhan kecil seperti kutil di dalam saluran payudara, biasanya di dekat puting. Kondisi ini dapat menyebabkan keluarnya cairan dari puting dan pada kondisi tertentu perlu diangkat melalui operasi.
  • Ektasia duktus mammae: Kondisi ketika saluran susu melebar dan menebal, yang dapat menyebabkan puting tertarik ke dalam atau mengeluarkan cairan. Kondisi ini tidak meningkatkan risiko kanker dan biasanya tidak membutuhkan pengobatan, kecuali jika disertai infeksi.
  • Nekrosis lemak akibat trauma: Benjolan yang terbentuk ketika jaringan payudara yang rusak akibat cedera, operasi, atau radioterapi digantikan oleh jaringan parut. Kondisi ini tidak meningkatkan risiko kanker dan umumnya tidak memerlukan pengobatan.
  • Adenosis: Kondisi ketika lobulus, yaitu bagian payudara yang memproduksi ASI, membesar dan mengandung lebih banyak kelenjar dari biasanya.

Baca juga: 5 Perbedaan Benjolan Payudara yang Ganas dan Jinak

Gejala tumor payudara jinak yang penting dikenali

Perubahan pada payudara atau munculnya benjolan dapat diketahui saat melakukan pemeriksaan payudara sendiri, ketika mandi, atau saat berpakaian. Terkadang, dokter juga dapat menemukan perubahan tersebut saat pemeriksaan payudara atau mammogram. Selain benjolan, beberapa gejala penyakit payudara jinak yang perlu dikenali meliputi:

  • Nyeri pada payudara (mastalgia).
  • Keluarnya cairan dari puting.
  • Perubahan ukuran, bentuk, atau kontur payudara.
  • Puting tertarik ke dalam, berkerut, atau bersisik.
  • Kulit payudara tampak berlekuk, berkerut, atau bersisik.

Apa penyebab tumor payudara jinak?

Beberapa penyebab umum munculnya benjolan payudara yang tidak bersifat kanker meliputi:

  • Perubahan jaringan payudara, seperti perubahan fibrokistik.
  • Infeksi pada payudara (mastitis).
  • Jaringan parut akibat cedera pada payudara.
  • Perubahan hormon, terutama saat menstruasi, kehamilan, atau menopause.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti kontrasepsi hormonal dan terapi penggantian hormon.
  • Konsumsi kafein secara berlebihan.

Faktor risiko tumor payudara jinak

Tumor atau penyakit payudara jinak dapat dialami oleh siapa saja. Namun, risikonya dapat meningkat jika Anda:

  • Memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara atau penyakit payudara jinak.
  • Menggunakan terapi penggantian hormon.
  • Mengalami ketidakseimbangan hormon.

Apakah tumor payudara jinak perlu diangkat atau dioperasi?

Sebagian besar tumor atau benjolan payudara jinak dapat hilang dengan sendirinya sehingga tidak selalu membutuhkan pengobatan. Jika disebabkan oleh infeksi, dokter biasanya memberikan antibiotik dan/atau obat pereda nyeri. Kompres hangat juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman.

Namun, beberapa benjolan jinak dapat diangkat melalui operasi jika menimbulkan rasa tidak nyaman. Papiloma dan tumor phyllodes umumnya perlu diangkat melalui operasi karena memiliki kemungkinan berkembang menjadi kanker payudara. 

Sementara itu, benjolan yang disebabkan oleh kista biasanya ditangani dengan mengeluarkan cairannya menggunakan jarum halus dan anestesi lokal, sehingga tidak memerlukan operasi. Kista yang berulang mungkin memerlukan prosedur operasi kecil dan jahitan.

Bahaya tumor payudara jinak jika dibiarkan tanpa penanganan

Beberapa jenis penyakit payudara jinak, seperti hiperplasia atipikal, dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker payudara. Selain itu, benjolan payudara jinak terkadang dapat terasa nyeri atau bertambah besar sehingga mengganggu kenyamanan. Dalam kondisi tersebut, dokter dapat merekomendasikan operasi untuk mengangkat benjolan yang berukuran besar atau menimbulkan nyeri.

Namun, perlu diketahui bahwa beberapa fibroadenoma dapat kembali muncul setelah operasi. Karena itu, pemeriksaan dan pemantauan oleh dokter tetap penting untuk mengetahui perubahan pada benjolan payudara dan menentukan penanganan yang sesuai.

Penanganan tumor payudara jinak di RS Mandaya Royal Puri

Berikut adalah beberapa penanganan tumor payudara jinak di RS Mandaya Royal Puri:

1. VABB

Vacuum Assisted Breast Biopsy (VABB) merupakan metode pengambilan jaringan tumor atau benjolan payudara menggunakan alat khusus yang dilengkapi sistem vakum.

Metode ini dapat digunakan untuk mengambil tumor dengan karakteristik tertentu yang cenderung sulit ditangani menggunakan metode biopsi biasa, seperti:

  • Tumor berukuran kecil
  • Tumor dengan batas yang tidak jelas
  • Tumor yang berada dekat dengan dinding dada
  • Tumor padat yang terletak di antara jaringan payudara
  • Kista kompleks yang disertai mikrokalsifikasi

Penggunaan sistem vakum memungkinkan jaringan diambil secara lebih menyeluruh dan terarah, sehingga dapat mengurangi kemungkinan masih adanya sisa tumor. Dengan demikian, risiko sisa tumor kembali tumbuh juga dapat diminimalkan.

Selama prosedur, pasien tetap diberikan anestesi agar tidak merasakan nyeri. Setelah tindakan selesai, pasien akan menjalani observasi selama beberapa jam. Jika kondisi stabil dan tidak ditemukan komplikasi, pasien umumnya dapat pulang pada hari yang sama.

Jaringan yang diambil melalui VABB kemudian dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan, termasuk memastikan apakah jaringan tersebut bersifat jinak atau ganas.

2. HIFU

High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) merupakan prosedur medis non operasi yang memanfaatkan gelombang ultrasound berintensitas tinggi untuk menargetkan jaringan tumor secara presisi. Energi ultrasound yang difokuskan pada area target akan menghasilkan panas tinggi sehingga dapat menghancurkan jaringan tumor dengan meminimalkan kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya.

Teknologi HIFU di Mandaya
Teknologi HIFU di Mandaya

Cara kerja HIFU dalam menangani tumor meliputi:

  • Fokus yang presisi: Gelombang ultrasound diarahkan menembus kulit dan difokuskan tepat pada area tumor.
  • Peningkatan suhu: Energi ultrasound diubah menjadi panas dengan suhu tinggi, sekitar 60–80°C, untuk merusak sel tumor.
  • Diserap oleh tubuh: Jaringan tumor yang telah mengalami kerusakan akan secara bertahap diserap oleh tubuh dalam beberapa minggu hingga bulan.

Secara sederhana, cara kerja HIFU dapat dianalogikan seperti kaca pembesar yang memusatkan sinar matahari pada satu titik hingga menghasilkan panas. Bedanya, HIFU menggunakan gelombang ultrasound berintensitas tinggi yang diarahkan secara presisi ke jaringan target. Gelombang tersebut melewati jaringan tubuh hingga mencapai titik yang ditentukan dan menghasilkan panas untuk menghancurkan sel abnormal.

Untuk memastikan energi diberikan tepat pada lokasi yang ditargetkan, dokter dapat menggunakan pencitraan secara real-time, seperti USG atau MRI. Dengan bantuan pencitraan ini, posisi tumor dapat dipantau selama prosedur sehingga tindakan dapat dilakukan secara lebih terarah.

Dokter bedah onkologi ahli tumor payudara di RS Mandaya Royal Puri

RS Mandaya Royal Puri didukung oleh dokter spesialis bedah onkologi yang memiliki pengalaman dalam menangani berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara.

1. dr. Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk

dr. Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk
dr. Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk

dr. Abdul Rachman menempuh pendidikan Dokter Umum di Universitas Trisakti, kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Bedah Umum dan Spesialis Bedah Onkologi di Universitas Indonesia. Beliau juga mengikuti berbagai courses dan training, termasuk Workshop Minimal Invasive Surgery, RFA and VABB di Dharmais National Cancer Hospital, Workshop on Evidence Based Medicine, Workshop Oncoplasty, Microsurgery in Management of Cancer di RS Dharmais, serta Laparoscopic in Breast Cancer dan Reconstruction with Implant di National Cheng Kung University Hospital.

dr. Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 06.00–18.00 WIB
  • Kamis: 06.00–18.00 WIB
  • Sabtu: 09.00–12.00 WIB.

2. dr. Enos H. Siburian, Sp.B (K) Onk

dr. Enos H. Siburian, Sp.B (K) Onk

dr. Enos H. Siburian menempuh pendidikan Dokter Umum di Universitas Kristen Indonesia dan melanjutkan pendidikan Spesialis Bedah di Universitas Sam Ratulangi, Manado. Beliau menangani berbagai jenis kanker yang membutuhkan pembedahan, termasuk kanker payudara, kanker usus besar, kanker tiroid, kanker perut, kanker paru, kanker melanoma dan kulit, kanker pankreas, serta jenis kanker lainnya. Prosedur yang dapat dilakukan meliputi bedah invasif dan tindakan minimal invasif, seperti laparoskopi.

dr. Enos H. Siburian, Sp.B (K) Onk dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Rabu: 13.00–15.00 WIB
  • Kamis: 09.00–11.00 WIB
  • Jumat: 13.00–15.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Cleveland Clinic. Benign Breast Disease. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/6270-benign-breast-disease). Diakses pada 9 September 2026.
  2. The London Clinic. Benign Breast Lumps. (https://www.thelondonclinic.co.uk/services/conditions/benign-breast-lumps). Diakses pada 9 September 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes