Masalah urologi pada pria cukup beragam dan dapat memengaruhi saluran kemih maupun sistem reproduksi. Beberapa kondisi yang sering terjadi antara lain pembesaran prostat jinak (BPH), batu ginjal, infeksi saluran kemih (ISK), hingga gangguan seksual seperti disfungsi ereksi. Keluhan yang muncul pun dapat berbeda-beda, mulai dari sulit buang air kecil, nyeri, hingga gangguan fungsi seksual.
Sebagian masalah urologi pada pria dapat berkembang secara perlahan sehingga gejalanya kerap dianggap sebagai bagian dari proses penuaan. Padahal, keluhan yang menetap atau semakin mengganggu dapat menjadi tanda adanya kondisi yang membutuhkan pemeriksaan. Lantas, apa saja masalah urologi yang umum terjadi pada pria?
Contents
Masalah urologi pada pria yang umum terjadi
Berikut adalah beberapa masalah urologi pada pria yang umum terjadi:
1. Pembesaran prostat jinak (BPH)
Pembesaran prostat jinak (benign prostatic hyperplasia/BPH) adalah kondisi ketika kelenjar prostat membesar secara perlahan dan lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia. Prostat berada di bawah kandung kemih dan berperan dalam menghasilkan cairan yang menjadi bagian dari air mani.
Ketika prostat membesar, ukurannya dapat menekan saluran urine sehingga aliran urine menjadi terganggu. Kondisi ini dapat menyebabkan keluhan seperti sulit memulai buang air kecil, pancaran urine melemah, atau lebih sering buang air kecil. Jika tidak ditangani, BPH juga dapat menyebabkan gangguan pada kandung kemih, saluran kemih, hingga ginjal. Pilihan penanganannya dapat berupa obat-obatan, tindakan minimal invasif, maupun operasi, tergantung kondisi dan tingkat keparahan gejala.
2. Kanker prostat
Kanker prostat adalah kanker yang berkembang pada kelenjar prostat, yaitu organ kecil yang terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Prostat menghasilkan cairan yang membantu menjaga sperma tetap sehat.
Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang cukup sering terjadi pada pria. Pada tahap awal, kanker prostat sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, seiring perkembangannya, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan buang air kecil, darah dalam urine atau air mani, hingga nyeri pada area tertentu. Pemeriksaan dan deteksi dini penting dilakukan agar kanker dapat ditemukan sebelum menyebar ke organ lain.
3. Batu ginjal
Batu ginjal terbentuk ketika mineral dan garam yang terdapat dalam urine mengendap dan membentuk kristal. Batu dapat berukuran sangat kecil, tetapi juga dapat membesar dan memenuhi bagian dalam ginjal.
Sebagian batu ginjal tidak menimbulkan gejala dan dapat tetap berada di dalam ginjal. Namun, ketika batu bergerak menuju ureter, yaitu saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih, batu dapat menyumbat aliran urine dan menyebabkan nyeri yang cukup berat. Keluhan lain dapat berupa nyeri saat buang air kecil, urine berdarah, mual, atau sering buang air kecil.
4. Infeksi saluran kemih (ISK)
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang dapat terjadi pada berbagai bagian saluran kemih, termasuk uretra, kandung kemih, ureter, dan ginjal. Meskipun lebih sering terjadi pada wanita, pria juga dapat mengalami ISK dan memerlukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.
Gejala ISK pada pria dapat berupa rasa nyeri atau terbakar saat buang air kecil, lebih sering buang air kecil, rasa ingin buang air kecil secara tiba-tiba, urine keruh atau bercampur darah, serta nyeri di perut bagian bawah atau punggung. Demam, menggigil, dan rasa lemas juga dapat muncul, terutama jika infeksi sudah melibatkan ginjal.
5. Disfungsi ereksi
Disfungsi ereksi adalah kondisi ketika pria mengalami kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seksual. Kondisi ini dapat terjadi secara sesekali, tetapi jika berlangsung terus-menerus atau berulang, disfungsi ereksi perlu diperiksakan.
Disfungsi ereksi dapat berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk penyakit tertentu, gangguan pembuluh darah, obat-obatan, maupun faktor psikologis. Karena itu, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.
6. Infertilitas pria
Infertilitas pria adalah kondisi ketika faktor dari pihak pria menyebabkan pasangan sulit mencapai kehamilan setelah melakukan hubungan seksual secara rutin tanpa kontrasepsi selama 12 bulan atau lebih. Kondisi ini dapat berkaitan dengan jumlah sperma yang rendah, pergerakan sperma yang kurang baik, bentuk sperma yang tidak normal, maupun gangguan pada produksi atau saluran sperma.
Infertilitas pria dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan hormon, varikokel, infeksi, kelainan pada organ reproduksi, maupun faktor gaya hidup tertentu. Untuk mengetahui penyebabnya, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, analisis sperma, pemeriksaan hormon, atau pemeriksaan lain sesuai kondisi pasien. Penanganan kemudian disesuaikan dengan penyebab yang ditemukan.
7. Varikokel
Varikokel adalah kondisi ketika pembuluh darah di dalam kantung zakar (skrotum) melebar dan membesar secara tidak normal. Kondisi ini cukup sering terjadi pada pria, terutama pada usia reproduktif, dan tidak selalu menimbulkan gejala.
Namun, pada sebagian pria, varikokel dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, pengecilan ukuran testis, hingga gangguan kesuburan. Varikokel juga dapat memengaruhi kualitas sperma, seperti menurunkan jumlah dan pergerakan sperma serta menyebabkan bentuk sperma menjadi tidak normal.
8. Inkontinensia urine
Inkontinensia urine adalah kondisi ketika urine keluar tanpa disengaja atau sulit dikontrol. Keluhannya dapat berupa urine yang menetes sesekali, misalnya saat batuk, bersin, atau berolahraga, hingga kehilangan kontrol kandung kemih secara lebih berat.
Meskipun lebih sering dikaitkan dengan wanita, pria juga dapat mengalami inkontinensia urine, terutama akibat kondisi tertentu seperti masalah prostat, gangguan saraf, atau setelah menjalani prosedur pada prostat. Jika kebocoran urine terjadi berulang dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan oleh dokter urologi diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Kapan masalah urologi pada pria perlu diperiksakan?
Tidak semua keluhan urologi membutuhkan pemeriksaan segera. Namun, jika perubahan pada pola buang air kecil, gangguan seksual, atau keluhan lainnya terjadi berulang dan mulai mengganggu aktivitas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter urologi.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Sulit memulai buang air kecil atau pancaran urine melemah
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
- Urine bercampur darah atau tampak keruh
- Susah buang air kecil atau sulit menahan keinginan untuk BAK
- Mengalami disfungsi ereksi
- Mengalami kesulitan mendapatkan keturunan
- Nyeri atau rasa tidak nyaman pada testis, skrotum, panggul, atau pinggang
- Muncul benjolan atau perubahan pada testis.
Tim dokter urologi di RS Mandaya Royal Puri
RS Mandaya Royal Puri didukung oleh tim dokter urologi dengan beragam bidang keahlian dan subspesialisasi untuk menangani berbagai kondisi pada sistem saluran kemih dan reproduksi pria. Berikut beberapa dokter urologi yang dapat menjadi pilihan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasien.
1. Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD

Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD merupakan dokter urologi sekaligus konsultan urologi onkologi yang menangani berbagai penyakit pada saluran kemih, termasuk kanker. Keahliannya mencakup operasi ginjal dan prostat, operasi varikokel, PCNL, bedah saluran kemih, serta transplantasi ginjal.
Beliau juga memiliki kompetensi dalam tindakan pada ginjal menggunakan teknik laparoskopi dan pernah mengikuti pelatihan khusus mengenai teknik tersebut di Belanda. Transplantasi ginjal menjadi salah satu bidang yang turut ditekuni dalam praktiknya.
Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 16.00–18.00 WIB
- Kamis: 16.00–18.00 WIB.
2. Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD

Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD merupakan dokter spesialis urologi yang menangani berbagai kasus urologi kompleks, termasuk transplantasi ginjal.
Selain transplantasi, beliau memiliki keahlian dalam penerapan teknologi robotik untuk prosedur urologi, termasuk Zamenix dan Da Vinci Xi. Teknologi tersebut membantu mendukung ketepatan dan kontrol selama tindakan sesuai dengan kondisi pasien.
Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 16.00–18.00 WIB
- Kamis: 16.00–18.00 WIB.
3. dr. Sigit Sholichin, SpU, FICRS

dr. Sigit Sholichin, SpU, FICRS merupakan dokter spesialis urologi yang menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Diponegoro dan pendidikan spesialis urologi di Universitas Indonesia.
Beliau menangani berbagai prosedur urologi, mulai dari bedah saluran kemih, biopsi prostat, operasi ginjal dan prostat, operasi varikokel, hingga pemeriksaan uroflowmetri. Beliau juga tergabung dalam Ikatan Ahli Urologi Indonesia.
dr. Sigit Sholichin, SpU, FICRS bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 13.30–16.00 WIB
- Rabu: 13.30–16.00 WIB
- Sabtu: 12.30–15.00 WIB.
4. dr. Hendy Mirza, Sp.U(K)

dr. Hendy Mirza, Sp.U(K) merupakan dokter spesialis urologi yang menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Sumatera Utara dan spesialis urologi di Universitas Indonesia. Beliau kemudian memperdalam keahlian dalam rekonstruksi urologi pediatrik dan laparoskopi melalui program fellowship serta telah tersertifikasi sebagai Konsultan Urologi Pediatrik.
Di RS Mandaya Royal Puri, dr. Hendy menangani berbagai prosedur urologi, termasuk bedah saluran kemih, biopsi prostat, PCNL (Percutaneous Nephrolithotomy), dan TURP (Transurethral Resection of the Prostate).
dr. Hendy Mirza, Sp.U(K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 16.00–19.00 WIB
- Rabu: 16.00–19.00 WIB
- Jumat: 16.00–19.00 WIB.
5. dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U, FICS

dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U, FICS merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan pemegang gelar Bachelor of Science (Honours) dari Faculty of Medical Sciences, Newcastle University, Inggris.
Beliau menangani berbagai kondisi urologi, termasuk batu ginjal dan pembesaran prostat, serta memiliki kompetensi dalam prosedur vasektomi.
dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U, FICS bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 09.00–13.00 WIB
- Selasa: 09.00–13.00 WIB
- Rabu: 09.00–13.00 WIB
- Kamis: 09.00–13.00 WIB
- Jumat: 09.00–13.00 WIB
- Sabtu: 09.00–13.00 WIB.
6. dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U

dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U merupakan dokter spesialis urologi lulusan Universitas Indonesia yang menangani berbagai kondisi pada sistem saluran kemih.
Keahliannya mencakup sejumlah tindakan urologi, seperti sistektomi, operasi ginjal, bedah saluran kemih, serta TURP (Transurethral Resection of the Prostate).
dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 14.00–16.00 WIB
- Kamis: 14.00–16.00 WIB.
7. dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS

dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS merupakan dokter spesialis urologi dengan bidang keahlian Urologi Fungsional, Perempuan, dan Neuro-Urologi. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum dan spesialis urologi di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan pendidikan konsultan di Kolegium Urologi Indonesia.
Beliau menangani berbagai gangguan pada fungsi saluran kemih dan kandung kemih, termasuk inkontinensia urine, gangguan berkemih, kandung kemih terlalu aktif, infeksi saluran kemih berulang, serta gangguan kandung kemih yang berkaitan dengan masalah saraf.
dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 16.00–20.00 WIB
- Kamis: 16.00–20.00 WIB
- Sabtu: 09.00–16.00 WIB.
Teknologi canggih dan robotik di Pusat Urologi RS Mandaya Royal Puri
Pusat Urologi RS Mandaya Royal Puri didukung berbagai teknologi modern untuk membantu diagnosis dan penanganan masalah urologi secara minimal invasif.
1. Rezum
Terapi Rezum menggunakan uap air untuk mengecilkan jaringan prostat yang membesar.
- Untuk menangani BPH.
- Dilakukan melalui uretra tanpa sayatan kulit.
- Termasuk prosedur minimal invasif.
2. MonaLisa
MonaLisa membantu dokter melakukan biopsi prostat dengan panduan robotik.
- Menggabungkan MRI dan USG real-time.
- Menghasilkan pemetaan prostat 3D.
- Biopsi dilakukan melalui area perineum.
3. Da Vinci Xi
Da Vinci Xi merupakan sistem bedah robotik yang dikendalikan dokter melalui konsol.
- Dilengkapi visualisasi 3D beresolusi tinggi.
- Membantu meningkatkan kontrol dan presisi instrumen.
- Digunakan untuk transplantasi ginjal, prostatektomi, dan nefrektomi.
4. Zamenix
Zamenix membantu dokter menangani batu ginjal tanpa sayatan pada kulit.
- Menggunakan kamera dan lengan robotik fleksibel.
- Dilengkapi laser Thulium untuk memecah batu.
- Instrumen dimasukkan melalui saluran kemih.
5. Lutetium-177 PSMA
Lutetium-177 PSMA merupakan terapi untuk kanker prostat stadium lanjut.
- Diberikan melalui suntikan ke dalam aliran darah.
- Menargetkan protein PSMA pada sel kanker prostat.
- Radiasi Lutetium-177 membantu merusak sel kanker yang menjadi target.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Mayo Clinic. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) – Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/benign-prostatic-hyperplasia/symptoms-causes/syc-20370087). Diakses pada 2 September 2026.
- Cleveland Clinic. Prostate Cancer. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8634-prostate-cancer). Diakses pada 2 September 2026.
- Urology Care Foundation. Kidney Stones. (https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/k/kidney-stones). Diakses pada 2 September 2026.
- NHS. Urinary Tract Infections (UTIs). (https://www.nhs.uk/conditions/urinary-tract-infections-utis/). Diakses pada 2 September 2026.
- National Center for Biotechnology Information (NCBI). Erectile Dysfunction. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK562253/). Diakses pada 2 September 2026.
- World Health Organization (WHO). Infertility. (https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infertility). Diakses pada 2 September 2026.
- National Center for Biotechnology Information (NCBI). Varicocele. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448113/). Diakses pada 2 September 2026.
- Continence Foundation of Australia. Urinary Incontinence. (https://www.continence.org.au/about-incontinence/urinary-incontinence/). Diakses pada 2 September 2026.
- Cleveland Clinic. Urologist. (https://my.clevelandclinic.org/health/articles/21884-urologist). Diakses pada 2 September 2026.

