Bypass Jantung Tanpa Belah Dada Kini Dilengkapi Robotik Da Vinci Xi, Tersedia di RS Mandaya Puri

Bypass Jantung Tanpa Belah Dada Kini Dilengkapi Robotik Da Vinci Xi, Tersedia di RS Mandaya Puri

Operasi bypass jantung atau coronary artery bypass grafting (CABG) adalah prosedur untuk membuat jalur baru bagi aliran darah agar dapat melewati pembuluh darah jantung yang menyempit atau tersumbat. Dokter menggunakan pembuluh darah sehat dari bagian tubuh lain, seperti dada atau kaki, kemudian menghubungkannya pada pembuluh darah jantung di area sebelum dan sesudah sumbatan. Dengan begitu, aliran darah ke otot jantung dapat kembali meningkat.

Salah satu perkembangannya adalah minimally invasive cardiac surgery coronary artery bypass grafting (MICS CABG), yaitu operasi bypass jantung dengan sayatan yang lebih kecil tanpa membelah tulang dada (sternum). Prosedur ini dilakukan melalui area sela tulang rusuk dengan bantuan instrumen khusus, sehingga trauma pada tubuh dapat diminimalkan dan pemulihan berpotensi lebih cepat dibandingkan operasi bypass konvensional.

Seiring perkembangan teknologi, MICS CABG kini juga dapat dilakukan dengan bantuan robotik da Vinci Xi. Di RS Mandaya Royal Puri, teknologi ini digunakan untuk membantu dokter dalam mengambil pembuluh darah LIMA (left internal mammary artery) yang kemudian digunakan sebagai cangkok untuk membuat jalur baru menuju pembuluh darah jantung yang tersumbat. Dengan bantuan sistem robotik, dokter dapat melakukan tindakan secara lebih presisi melalui sayatan yang lebih kecil, tanpa perlu membelah tulang dada.

Konsultasi dokter

Apa fungsi robot Da Vinci Xi dalam prosedur bypass jantung tanpa belah dada?

dr. Wirya, Dokter Spesialis Bedah Jantung Berlisensi Robotik, Bypass Jantung Lebih Presisi

Dalam operasi bypass jantung dengan pendekatan minimal invasif (MICS), sistem robotik da Vinci Xi berperan sebagai alat bantu yang dikendalikan sepenuhnya oleh dokter bedah. Salah satu penggunaannya adalah membantu mengambil pembuluh darah internal mammary artery (IMA), termasuk LIMA, melalui beberapa sayatan kecil di antara tulang rusuk. Pada teknik tertentu, pendekatan ini memungkinkan tindakan dilakukan tanpa membelah tulang dada (sternotomi).

Beberapa kemampuan sistem robotik dalam proses pengambilan LIMA meliputi:

  • Visualisasi 3D beresolusi tinggi

Kamera kecil pada sistem robotik memberikan tampilan tiga dimensi yang diperbesar, sehingga dokter dapat melihat struktur dan jaringan di dalam rongga dada dengan lebih jelas.

  • Instrumen dengan gerakan menyerupai pergelangan tangan

Instrumen robotik dapat bergerak dengan rentang gerak yang luas dan membantu dokter melakukan diseksi serta manipulasi jaringan melalui sayatan kecil secara lebih terkontrol.

  • Pengambilan pembuluh secara lebih terkontrol

Sistem robotik dapat membantu dokter melakukan proses diseksi dan pengambilan LIMA dengan visualisasi yang baik serta mengurangi kebutuhan untuk memanipulasi jaringan secara berlebihan.

Baca juga: Operasi Bedah Jantung MICS: Minim Sayatan dan Pulih Lebih Cepat di RS Mandaya Puri

Mengapa menggunakan robotik Da Vinci Xi dalam pengambilan pembuluh darah LIMA?

Keberhasilan operasi bypass dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kualitas pembuluh darah yang digunakan sebagai cangkok (graft). Dalam proses pengambilannya, dokter menggunakan teknik endoscopic conduit harvest dengan bantuan instrumen khusus. Lengan robotik dapat bergerak dengan rentang gerak yang luas, sehingga membantu dokter menjangkau pembuluh darah hingga sepanjang jalurnya melalui sayatan kecil.

Teknik ini membantu menjaga kondisi dan integritas pembuluh darah selama proses pengambilan. Dengan mengambil pembuluh darah secara menyeluruh dan hati-hati, dokter dapat mempertahankan kualitas cangkok yang nantinya digunakan untuk membuat jalur baru bagi aliran darah ke jantung saat proses bypass jantung.

Baca juga: Apa Keunggulan Operasi Bypass Jantung dengan Robotik?

Perbedaan dan keunggulan bypass jantung MICS dibandingkan bypass jantung konvensional

Baik prosedur bypass jantung MICS maupun operasi bypass jantung konvensional sama-sama bertujuan membuat jalur baru bagi aliran darah untuk melewati pembuluh darah jantung yang menyempit atau tersumbat. Perbedaan keduanya terutama terletak pada akses yang digunakan dokter untuk mencapai jantung selama prosedur.

Pada operasi bypass konvensional, dokter mengakses jantung dengan membuka tulang dada atau melakukan sternotomi. Sementara itu, MICS CABG dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil di antara tulang rusuk sehingga tidak memerlukan pembelahan tulang dada. Pendekatan ini membuat MICS CABG termasuk dalam teknik bedah jantung minimal invasif.

Dibandingkan dengan operasi bypass konvensional, MICS CABG memiliki sejumlah potensi keuntungan, antara lain:

  • Pemulihan setelah operasi cenderung lebih cepat
  • Nyeri setelah operasi umumnya lebih ringan
  • Ukuran bekas sayatan lebih kecil
  • Trauma terhadap tubuh dapat diminimalkan
  • Lama perawatan di rumah sakit dapat lebih singkat
  • Pemulihan fungsi paru pada fase awal setelah operasi dapat lebih baik
  • Risiko komplikasi seperti infeksi dan perdarahan dapat lebih rendah pada pasien tertentu.

Namun, MICS CABG tidak selalu menjadi pilihan untuk setiap pasien. Kondisi jantung yang kompleks atau adanya faktor tertentu dapat membuat operasi bypass konvensional lebih sesuai. Karena itu, dokter perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk menentukan metode bypass yang paling tepat berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

Baca juga: dr. Wirya, Dokter Spesialis Bedah Jantung Berlisensi Robotik, Bypass Jantung Lebih Presisi

Konsultasi dengan dr. Wirya di RS Mandaya Royal Puri

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K)

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD (K) merupakan dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa. Beliau menyelesaikan pendidikan Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan memiliki pengalaman dalam menangani berbagai prosedur bedah jantung serta pembuluh darah.

Dalam praktiknya, dr. Wirya menangani lebih dari 600 tindakan operasi setiap tahun. Lebih dari 300 di antaranya merupakan prosedur bedah jantung dengan pendekatan minimal invasif atau sayatan kecil, yang mencakup lebih dari 200 operasi bypass jantung dan lebih dari 100 operasi katup jantung.

Pengalamannya dalam bedah jantung minimal invasif memungkinkan prosedur tertentu dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil tanpa perlu membelah tulang dada secara menyeluruh. Pendekatan ini dapat membantu mengurangi trauma operasi dan pada pasien yang sesuai dapat memberikan manfaat seperti nyeri pascaoperasi yang lebih ringan serta pemulihan yang lebih cepat dibandingkan pendekatan konvensional.

dr. Wirya merupakan dokter yang memiliki lisensi penggunaan Da Vinci Xi untuk tindakan bypass jantung robotik. Kompetensi ini mendukung pelaksanaan bypass jantung minimal invasif dengan bantuan teknologi robotik.

Selain menangani MICS CABG, dr. Wirya juga memiliki pengalaman dalam berbagai prosedur lainnya, termasuk operasi katup jantung, bedah aorta, serta tindakan bedah toraks dan kardiovaskular. Beliau juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan berkomitmen memberikan pelayanan yang mengutamakan keamanan serta kebutuhan setiap pasien.

Jadwal praktik dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD (K) di Mandaya Royal Hospital Puri:

  • Selasa: 16.30–20.00 WIB
  • Kamis: 16.30–20.00 WIB
  • Sabtu: 10.00–13.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Mayo Clinic. Coronary bypass surgery. (https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/coronary-bypass-surgery/about/pac-20384589). Diakses pada 19 Agustus 2026.
  2. Bangkok Hospital. MICS CABG. (https://www.bangkokhospital.com/en/bangkok-heart/content/mics-cabg). Diakses pada 19 Agustus 2026.
  3. ScienceDirect. Robotic-assisted coronary artery bypass grafting: A systematic review. (https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2666496822000103). Diakses pada 19 Agustus 2026.
  4. Liv Hospital. Robotic Internal Mammary Artery Harvesting: A Guide. (https://int.livhospital.com/robotic-internal-mammary-artery-harvesting-a-guide/). Diakses pada 19 Agustus 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes