Radioterapi (terapi radiasi) merupakan salah satu metode pengobatan yang umum digunakan untuk menangani kanker payudara. Terapi ini memanfaatkan sinar-X berenergi tinggi atau jenis radiasi lainnya untuk menghancurkan sel kanker sekaligus membantu mencegah pertumbuhan dan penyebarannya.
Radioterapi dapat diberikan pada hampir semua stadium kanker payudara, baik setelah operasi untuk menurunkan risiko kekambuhan maupun pada kanker payudara stadium lanjut yang telah menyebar ke organ lain (metastasis) guna membantu meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Di RS Mandaya Royal Puri, tersedia tim dokter spesialis onkologi radiasi yang berpengalaman dalam menangani kanker payudara dengan berbagai teknik radioterapi modern. Pasien dapat berkonsultasi dengan Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad (K), dr. Novina Fortunata, Sp.Onk.Rad, dan dr. Riyan Apriantoni, Sp.Onk.Rad yang bisa ditemui setiap hari Senin hingga Sabtu, sehingga memudahkan pasien mendapatkan penanganan sesuai jadwal yang dibutuhkan.
Contents
Tim dokter radioterapi untuk kanker payudara di RS Mandaya Royal Puri
Berikut adalah tim dokter radioterapi untuk kanker payudara dan berbagai kanker lainnya di RS Mandaya Royal Puri:
1. Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad (K)

Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad (K) adalah dokter spesialis onkologi radiasi konsultan yang berpengalaman dalam menangani berbagai jenis kanker menggunakan radioterapi. Beliau menempuh pendidikan dokter umum, spesialis onkologi radiasi, hingga konsultan di Universitas Indonesia. Selain itu, beliau juga memperluas keahliannya melalui pendidikan onkologi radiasi di Wilhelm-Westfälische Universität Münster, Jerman, serta memperoleh gelar Doktor Ilmu Kedokteran melalui program kolaborasi antara Universitas Indonesia dan AKH Vienna, Austria.
Di samping memberikan pelayanan kepada pasien, Prof. Soehartati aktif sebagai akademisi dan peneliti. Beliau juga secara rutin mengikuti seminar, pelatihan, dan forum ilmiah di tingkat nasional maupun internasional untuk terus memperbarui pengetahuan mengenai perkembangan teknologi radioterapi.
Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Rabu: By appointment.
2. dr. Novina Fortunata, Sp.Onk.Rad

dr. Novina Fortunata, Sp.Onk.Rad merupakan dokter spesialis onkologi radiasi yang memiliki kompetensi dalam menangani berbagai jenis kanker melalui terapi radiasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Airlangga, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis Onkologi Radiasi di Universitas Indonesia.
Untuk terus mengikuti perkembangan ilmu di bidang onkologi radiasi, dr. Novina aktif berpartisipasi dalam berbagai seminar, pelatihan, dan konferensi ilmiah, baik di dalam maupun luar negeri. Beberapa di antaranya meliputi Jakarta Annual Collaborative Cancer Meeting (JACCM), FARO Webinar, serta program Continuing Medical Education (CME) yang diselenggarakan oleh Indonesian Radiation Oncology Society (IROS).
dr. Novina Fortunata, Sp.Onk.Rad bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 08.00–16.00 WIB
- Selasa: 08.00–16.00 WIB
- Rabu: 08.00–16.00 WIB
- Kamis: 08.00–16.00 WIB
- Jumat: 08.00–16.00 WIB
- Sabtu: 08.00–13.00 WIB.
3. dr. Riyan Apriantoni, Sp.Onk.Rad

dr. Riyan Apriantoni, Sp.Onk.Rad adalah dokter spesialis onkologi radiasi yang menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Sriwijaya dan pendidikan spesialis Onkologi Radiasi di Universitas Indonesia. Beliau memiliki keahlian dalam menerapkan berbagai teknik radioterapi modern, seperti Stereotactic Radiosurgery (SRS), Stereotactic Body Radiation Therapy (SBRT), dan brakiterapi.
Berkat penguasaan teknik-teknik tersebut, dr. Riyan mampu merancang terapi radiasi yang disesuaikan dengan jenis kanker, lokasi tumor, stadium penyakit, serta kondisi kesehatan masing-masing pasien, sehingga penanganan dapat diberikan secara lebih tepat dan optimal.
dr. Riyan Apriantoni, Sp.Onk.Rad bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 17.00–20.00 WIB
- Selasa: 17.00–20.00 WIB
- Rabu: 17.00–20.00 WIB
- Kamis: 17.00–20.00 WIB
- Jumat: 17.00–20.00 WIB.
Baca juga: 5 Gejala Kanker Payudara Stadium Awal
Mengenal teknologi radioterapi untuk kanker payudara di RS Mandaya Royal Puri

Untuk radioterapi eksternal, RS Mandaya Royal Puri dilengkapi dengan Linac Elekta Versa HD, sebuah alat radioterapi berteknologi canggih yang mampu memberikan penyinaran dengan tingkat presisi hingga submilimeter.
Perangkat ini didukung oleh teknologi Stereotactic Radiosurgery (SRS) dan Stereotactic Body Radiotherapy (SBRT), sehingga radiasi dapat diarahkan secara sangat akurat ke jaringan tumor sekaligus membantu mengurangi paparan radiasi pada jaringan sehat di sekitarnya.
Beberapa keunggulan Linac Elekta Versa HD di RS Mandaya Royal Puri meliputi:
- Memiliki tingkat akurasi hingga submilimeter, sehingga penyinaran dapat difokuskan secara presisi pada lokasi tumor.
- Didukung teknologi SRS dan SBRT yang memungkinkan pemberian radiasi dosis tinggi secara terarah ke area kanker.
- Dapat menangani lebih dari satu target tumor dalam satu kali tindakan pada kasus tertentu, sehingga proses terapi menjadi lebih efisien.
- Menggunakan teknologi 4D Image-Guided Radiotherapy (4D IGRT) untuk memantau posisi tumor secara real-time, termasuk tumor yang bergerak akibat proses pernapasan.
- Membantu menjaga jaringan sehat di sekitar tumor dengan meminimalkan paparan radiasi yang tidak diperlukan.
- Pada pasien dengan indikasi tertentu, teknologi ini berpotensi mengurangi jumlah sesi radioterapi yang dibutuhkan.
- Dilengkapi sistem pencitraan dan penargetan modern yang mendukung proses terapi menjadi lebih akurat, efektif, dan nyaman bagi pasien.
Jika memang dibutuhkan, RS Mandaya Royal Puri juga dilengkapi dengan brakiterapi (radioterapi internal) untuk kanker payudara.
Baca juga: Kanker Payudara Stadium 4: Gejala, Pengobatan, Harapan Hidup
Kapan radioterapi untuk kanker payudara bisa dilakukan?
Radioterapi dapat diberikan pada hampir semua stadium kanker payudara. Waktu pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi pasien, jenis kanker payudara, serta rangkaian pengobatan yang dijalani.
Pada banyak kasus, radioterapi dilakukan setelah operasi untuk membantu menghancurkan sel kanker yang mungkin masih tertinggal. Jika pasien juga memerlukan kemoterapi setelah operasi, umumnya radioterapi baru diberikan setelah seluruh rangkaian kemoterapi selesai.
1. Radioterapi setelah operasi pengangkatan sebagian payudara (lumpektomi)
Radioterapi hampir selalu dianjurkan setelah prosedur lumpektomi atau operasi pengangkatan tumor dengan mempertahankan sebagian besar jaringan payudara. Tujuannya adalah membunuh sel kanker yang mungkin masih tersisa di payudara setelah operasi sehingga dapat menurunkan risiko kanker muncul kembali (kambuh).
2. Radioterapi setelah operasi pengangkatan seluruh payudara (mastektomi)
Pada beberapa pasien, radioterapi juga dapat diberikan setelah mastektomi atau operasi pengangkatan seluruh payudara. Hal ini dilakukan karena meskipun operasi telah dilakukan, masih ada kemungkinan terdapat sel kanker yang tertinggal dalam jumlah sangat kecil.
Dokter akan mempertimbangkan apakah radioterapi diperlukan setelah mastektomi berdasarkan beberapa faktor, antara lain:
- Jumlah kelenjar getah bening yang sudah terkena kanker.
- Ukuran tumor kanker payudara.
- Ada atau tidaknya sel kanker pada tepi jaringan yang diangkat saat operasi (positive margins).
Jika risiko kanker kambuh dinilai tinggi, dokter dapat menyarankan radioterapi pada area bekas payudara maupun kelenjar getah bening di sekitarnya.
3. Radioterapi untuk kanker payudara yang kambuh
Radioterapi juga dapat menjadi salah satu pilihan pengobatan jika kanker payudara muncul kembali. Namun, pemberian radioterapi pada area tubuh yang sama perlu dipertimbangkan secara hati-hati karena setiap jaringan tubuh memiliki batas maksimal paparan radiasi yang dapat diterima.
Dalam kondisi tertentu, radioterapi ulang masih dapat dilakukan. Dokter spesialis onkologi radiasi akan menentukan dosis radiasi yang paling sesuai agar pengobatan tetap efektif dalam menghancurkan sel kanker sekaligus meminimalkan risiko efek samping pada jaringan sehat di sekitarnya.
Apabila kanker kambuh di lokasi yang sama, dokter akan mengevaluasi apakah radioterapi ulang masih memungkinkan dilakukan. Keputusan ini akan disesuaikan dengan kondisi pasien, riwayat pengobatan sebelumnya, serta manfaat dan risiko yang mungkin diperoleh.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cancer Research UK. Radiotherapy for Breast Cancer. (https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/breast-cancer/treatment/radiotherapy). Diakses pada 4 Agustus 2026.
- Mayo Clinic. Radiation Therapy for Breast Cancer. (https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/radiation-therapy-for-breast-cancer/about/pac-20384940). Diperbarui terakhir 25 Januari 2025. Diakses pada 4 Agustus 2026.
- Breastcancer.org. Radiation Therapy. (https://www.breastcancer.org/treatment/radiation-therapy). Diakses pada 4 Agustus 2026.

