Radioterapi untuk kanker otak adalah penggunaan radiasi berenergi tinggi untuk menghancurkan sel-sel kanker. Terapi ini umumnya diberikan menggunakan mesin besar di luar tubuh, dengan sinar radiasi yang diarahkan seakurat mungkin sesuai bentuk dan lokasi tumor. Metode ini dikenal sebagai radioterapi sinar eksternal (external beam radiotherapy atau EBRT).
Di RS Mandaya Royal Puri, terapi sinar untuk kanker otak digunakan dengan teknologi Linac Elekta Versa HD, yang dilengkapi 4D Image-Guided Radiotherapy (4D IGRT) untuk memantau posisi tumor secara real-time, termasuk tumor yang bergerak mengikuti pernapasan hingga teknologi SRS dan SBRT untuk memberikan radiasi dosis tinggi yang terfokus pada tumor.
Contents
Kapan radioterapi digunakan pada kanker otak?
Radioterapi dapat menjadi salah satu pilihan pengobatan untuk kanker otak, baik sebagai terapi utama maupun sebagai bagian dari rangkaian pengobatan setelah tindakan operasi. Dokter akan menentukan penggunaan radioterapi berdasarkan jenis tumor, ukuran dan lokasi tumor, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
Secara umum, radioterapi digunakan dalam kondisi berikut:
- Sebagai pengganti operasi, apabila tumor berada di lokasi yang sulit dijangkau atau terlalu berisiko untuk diangkat melalui pembedahan. Pada kondisi ini, radioterapi bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan tumor dan membantu meredakan gejala yang ditimbulkannya.
- Setelah operasi pengangkatan tumor, untuk menghancurkan sel-sel kanker yang mungkin masih tersisa. Meskipun sebagian besar tumor telah berhasil diangkat melalui operasi, terkadang masih terdapat sel kanker berukuran sangat kecil yang tidak dapat terlihat atau diangkat sepenuhnya. Radioterapi berperan dalam mengurangi risiko tumor tumbuh kembali dengan menargetkan sel-sel tersebut.
Apakah radioterapi dapat mengecilkan tumor otak?
Ya, radioterapi umumnya efektif dalam membantu mengecilkan ukuran tumor otak atau setidaknya menghambat pertumbuhannya. Radiasi berenergi tinggi bekerja dengan merusak DNA sel kanker sehingga sel-sel tersebut tidak lagi dapat berkembang biak dan akhirnya mati.
Salah satu tujuan utama radioterapi adalah mengurangi ukuran tumor sehingga tekanan di dalam tengkorak ikut berkurang. Ketika tekanan ini menurun, berbagai gejala yang sering dialami pasien, seperti sakit kepala, mual, muntah, gangguan penglihatan, kejang, hingga kelemahan pada anggota tubuh, juga dapat berangsur membaik. Selain membantu mengendalikan penyakit, radioterapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dengan mengurangi keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca juga: 7 Keunggulan Terapi Radiasi (Radioterapi) di RS Mandaya Royal Puri
Prosedur radioterapi untuk kanker otak
Secara umum, tahapan radioterapi sinar eksternal meliputi:
- Pasien diposisikan di meja terapi. Posisi tubuh akan disesuaikan dengan hasil perencanaan terapi (simulation) yang telah dilakukan sebelumnya. Dokter atau radioterapis juga dapat menggunakan masker atau alat penyangga khusus agar kepala tetap stabil selama penyinaran.
- Tim radioterapi memastikan posisi sudah tepat. Setelah posisi pasien sesuai, radioterapis akan keluar dari ruang penyinaran untuk mengoperasikan mesin. Meski berada di ruangan terpisah, pasien tetap dipantau melalui kamera dan dapat berkomunikasi dengan tim medis melalui interkom.
- Mesin radioterapi mulai bekerja. Mesin akan bergerak mengelilingi pasien dan mengarahkan sinar radiasi berenergi tinggi secara presisi ke area tumor otak. Selama proses ini, pasien diminta tetap diam, tetapi tetap dapat bernapas dengan normal.
- Radiasi diberikan sesuai rencana pengobatan. Penyinaran dilakukan dalam beberapa kali pancaran singkat dengan dosis yang telah disesuaikan berdasarkan jenis, ukuran, dan lokasi tumor.
Baca juga: 14 Gejala Tumor Otak yang Sering Disepelekan
Apakah radioterapi sinar eksternal terasa sakit?
Radioterapi eksternal tidak menimbulkan rasa sakit. Pasien tidak akan merasakan radiasi saat terapi diberikan. Namun, selama mesin bekerja, pasien mungkin mendengar suara dengungan atau bunyi klik dari alat radioterapi. Pada beberapa kasus, terutama saat menjalani radioterapi untuk tumor otak, sebagian pasien juga dapat melihat kilatan cahaya meskipun mata tertutup atau mencium aroma yang tidak biasa. Hal tersebut merupakan respons yang dapat terjadi selama penyinaran dan umumnya tidak berbahaya.
Jika selama menjalani radioterapi pasien merasa tidak nyaman atau memiliki pertanyaan mengenai prosedur yang dilakukan, tim dokter dan radioterapis akan selalu siap memberikan bantuan serta memastikan terapi berjalan dengan aman dan senyaman mungkin.
Keunggulan radioterapi dengan Elekta Versa HD di RS Mandaya Royal Puri
RS Mandaya Royal Puri menggunakan Linac Elekta Versa HD, teknologi radioterapi canggih yang mampu memberikan penyinaran dengan tingkat presisi hingga submilimeter. Alat ini dilengkapi berbagai teknologi modern, seperti Stereotactic Radiosurgery (SRS), Stereotactic Body Radiotherapy (SBRT), serta sistem pencitraan 4D Image-Guided Radiotherapy (4D IGRT) untuk membantu mengarahkan radiasi secara akurat ke area tumor. Berkat teknologi tersebut, terapi dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran sekaligus membantu menjaga jaringan sehat di sekitar tumor.

Berikut beberapa keunggulan radioterapi dengan Elekta Versa HD di RS Mandaya Royal Puri:
1. Penyinaran sangat presisi hingga tingkat submilimeter

Elekta Versa HD mampu mengarahkan sinar radiasi dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, bahkan hingga skala submilimeter. Presisi ini membantu memaksimalkan penghancuran sel tumor sekaligus mengurangi paparan radiasi pada jaringan sehat di sekitarnya.
2. Didukung teknologi SRS dan SBRT
Teknologi Stereotactic Radiosurgery (SRS) dan Stereotactic Body Radiotherapy (SBRT) memungkinkan pemberian radiasi dosis tinggi yang difokuskan secara tepat pada tumor. Dengan pendekatan ini, terapi dapat berlangsung lebih efektif dan, pada kasus tertentu, jumlah sesi pengobatan dapat lebih sedikit dibandingkan radioterapi konvensional.
3. Mampu menangani beberapa tumor dalam satu kali penyinaran
Sistem ini dapat menargetkan lebih dari satu tumor secara bersamaan dalam satu sesi terapi. Dengan cakupan area penyinaran yang luas, proses pengobatan menjadi lebih efisien tanpa mengurangi ketepatan sasaran radiasi.
4. Menggunakan teknologi 4D Image-Guided Radiotherapy (4D IGRT)
Teknologi 4D IGRT memungkinkan dokter memantau posisi tumor secara real-time, termasuk apabila tumor bergerak mengikuti proses pernapasan. Dengan demikian, sinar radiasi tetap dapat diarahkan secara akurat sepanjang proses terapi.
5. Membantu menjaga jaringan sehat di sekitar tumor
Karena radiasi difokuskan secara presisi pada area yang membutuhkan terapi, paparan terhadap jaringan sehat dapat diminimalkan. Hal ini berpotensi mengurangi risiko efek samping dan komplikasi yang berkaitan dengan radioterapi.
6. Pengobatan lebih efisien
Kemampuan memberikan radiasi dosis tinggi secara tepat sasaran memungkinkan sebagian pasien menjalani lebih sedikit sesi terapi sesuai dengan kondisi medis dan rekomendasi dokter. Hal ini membuat proses pengobatan menjadi lebih efisien.
7. Memberikan kenyamanan selama terapi
Elekta Versa HD didukung sistem robotik dan teknologi pencitraan canggih yang membantu menyesuaikan penyinaran dengan bentuk, ukuran, dan posisi tumor. Kombinasi teknologi tersebut membuat prosedur radioterapi berlangsung lebih nyaman, akurat, dan optimal bagi pasien.
Tim dokter spesialis onkologi radiasi di RS Mandaya Royal Puri
Layanan radioterapi di RS Mandaya Royal Puri tidak hanya didukung oleh teknologi Linac Elekta Versa HD, tetapi juga oleh tim dokter spesialis onkologi radiasi yang berpengalaman dalam menangani berbagai jenis kanker. Setiap pasien akan mendapatkan rencana terapi yang disesuaikan dengan jenis kanker, lokasi tumor, stadium penyakit, serta kondisi kesehatan secara menyeluruh.
1. Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad (K)

Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad (K) merupakan dokter spesialis onkologi radiasi konsultan yang memiliki pengalaman panjang di bidang pelayanan klinis, pendidikan, dan penelitian. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter, spesialis, hingga subspesialis onkologi radiasi di Universitas Indonesia. Untuk memperdalam keahliannya, beliau juga mengikuti pendidikan onkologi radiasi di Wilhelm-Westfälischen Universität Münster, Jerman, serta meraih gelar Doktor Ilmu Kedokteran melalui kolaborasi antara Universitas Indonesia dan AKH Vienna.
Selain aktif memberikan pelayanan kepada pasien, Prof. Soehartati juga rutin mengikuti berbagai seminar, pelatihan, dan forum ilmiah nasional maupun internasional guna mengikuti perkembangan terbaru di bidang radioterapi dan pengobatan kanker.
Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Rabu: By appointment.
2. dr. Novina Fortunata, Sp.Onk.Rad

dr. Novina Fortunata, Sp.Onk.Rad merupakan dokter spesialis onkologi radiasi yang menempuh pendidikan dokter di Universitas Airlangga dan melanjutkan pendidikan spesialis Onkologi Radiasi di Universitas Indonesia.
Dalam praktiknya, dr. Novina terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan melalui berbagai seminar, konferensi, serta pelatihan ilmiah, baik di dalam maupun luar negeri. Beliau aktif mengikuti kegiatan seperti Jakarta Annual Collaborative Cancer Meeting (JACCM), webinar Federation of Asian Organizations for Radiation Oncology (FARO), serta berbagai program Continuing Medical Education (CME) yang diselenggarakan oleh Indonesian Radiation Oncology Society (IROS).
dr. Novina Fortunata, Sp.Onk.Rad bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 08.00–16.00 WIB
- Selasa: 08.00–16.00 WIB
- Rabu: 08.00–16.00 WIB
- Kamis: 08.00–16.00 WIB
- Jumat: 08.00–16.00 WIB
- Sabtu: 08.00–13.00 WIB.
3. dr. Riyan Apriantoni, Sp.Onk.Rad

dr. Riyan Apriantoni, Sp.Onk.Rad menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Sriwijaya sebelum melanjutkan pendidikan spesialis Onkologi Radiasi di Universitas Indonesia. Beliau memiliki kompetensi dalam berbagai teknik radioterapi modern, termasuk Stereotactic Radiosurgery (SRS), Stereotactic Body Radiation Therapy (SBRT), dan brakiterapi.
Dengan penguasaan berbagai teknik tersebut, dr. Riyan dapat merancang terapi radiasi yang disesuaikan dengan karakteristik kanker, letak tumor, serta kebutuhan masing-masing pasien, sehingga pengobatan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
dr. Riyan Apriantoni, Sp.Onk.Rad bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 17.00–20.00 WIB
- Selasa: 17.00–20.00 WIB
- Rabu: 17.00–20.00 WIB
- Kamis: 17.00–20.00 WIB
- Jumat: 17.00–20.00 WIB
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Brain Tumour Research. Information: Radiotherapy for Brain Tumours. (https://braintumourresearch.org/pages/information-radiotherapy-for-brain-tumours). Diakses pada 31 Juli 2026.
- Cleveland Clinic. External Beam Radiation Therapy (EBRT). (https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/24008-external-beam-radiation-therapy-ebrt). Diakses pada 31 Juli 2026.

