Gangguan kencing tidak boleh dianggap sepele, terutama jika keluhannya sering muncul, mengganggu aktivitas, atau disertai nyeri, darah dalam urine, hingga kesulitan buang air kecil. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah pada saluran kemih atau organ reproduksi yang memerlukan penanganan medis. Oleh karena itu, memilih dokter yang tepat menjadi langkah penting agar penyebab keluhan dapat diketahui dan ditangani sejak dini.
Dokter yang menangani berbagai gangguan pada sistem saluran kemih adalah dokter spesialis urologi. Urologi merupakan cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada diagnosis dan pengobatan penyakit yang menyerang ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Selain itu, dokter spesialis urologi juga menangani berbagai gangguan pada organ reproduksi pria serta beberapa kondisi yang berkaitan dengan kelenjar adrenal di atas ginjal. Hal ini karena sistem saluran kemih dan sistem reproduksi saling berkaitan, sehingga berbagai penyakit pada kedua sistem tersebut sering kali ditangani oleh dokter urologi.
Jika Anda sedang mencari rekomendasi dokter gangguan kencing di Jakarta dan Tangerang, Anda bisa bertemu dengan dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U dan dr. Sigit Sholichin, SpU, FICRS yang berpraktik di RS Mandaya Royal Puri.
Contents
Jenis-jenis gangguan kencing yang umum terjadi
Berikut adalah beberapa jenis gangguan kencing yang umum terjadi:
1. Infeksi saluran kencing (ISK)
Infeksi saluran kencing (ISK) adalah infeksi yang terjadi pada salah satu bagian sistem saluran kemih, meliputi ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Sebagian besar kasus ISK menyerang saluran kemih bagian bawah, yaitu kandung kemih dan uretra.
Gejala infeksi saluran kencing yang umum meliputi:
- Rasa perih atau terbakar saat buang air kecil.
- Keinginan buang air kecil yang sangat kuat dan sulit ditahan.
- Sering buang air kecil, tetapi urine yang keluar hanya sedikit.
- Urine berwarna merah, merah muda terang, atau kecokelatan seperti cola yang dapat menandakan adanya darah dalam urine.
- Nyeri pada area panggul, terutama di bagian tengah panggul dan sekitar tulang kemaluan.
2. Inkontinensia urine
Inkontinensia urine adalah kondisi ketika seseorang kehilangan kontrol terhadap kandung kemih sehingga urine keluar tanpa disadari. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.
Gejala utama inkontinensia urine adalah kebocoran urine sebelum sempat mencapai toilet atau saat melakukan aktivitas yang meningkatkan tekanan pada perut, seperti bersin, batuk, tertawa, berolahraga, membungkuk, atau berhubungan seksual. Selain itu, gejala lain yang dapat muncul antara lain:
- Buang air kecil lebih dari delapan kali dalam sehari.
- Sering merasa ingin buang air kecil, tetapi urine yang keluar hanya sedikit.
- Terbangun lebih dari dua kali pada malam hari untuk buang air kecil (nokturia).
- Mengompol saat tidur (enuresis).
- Kebocoran urine yang dapat terjadi sedikit demi sedikit atau dalam jumlah yang lebih banyak, tergantung jenis inkontinensia yang dialami.
Baca juga: Peran Dokter Urologi dalam Menangani Masalah Kesehatan: Panduan Lengkap ISK
3. Kandung kemih terlalu aktif
Overactive bladder (OAB) atau kandung kemih terlalu aktif adalah kondisi yang ditandai dengan dorongan untuk buang air kecil yang muncul secara tiba-tiba dan sulit ditahan. Kondisi ini sering kali disertai frekuensi buang air kecil yang meningkat dan dapat menyebabkan kebocoran urine, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Perlu diketahui bahwa mengalami kebocoran urine sesekali tidak selalu berarti seseorang mengalami OAB. Diagnosis OAB umumnya ditegakkan berdasarkan frekuensi dan rasa ingin buang air kecil yang berlebihan.
Gejala kandung kemih terlalu aktif meliputi:
- Keinginan buang air kecil yang muncul tiba-tiba dan sulit dikendalikan.
- Kebocoran urine yang terjadi tanpa disadari.
- Buang air kecil lebih dari delapan kali dalam 24 jam.
- Terbangun lebih dari satu kali pada malam hari untuk buang air kecil.
4. Retensi urine
Retensi urine adalah kondisi ketika kandung kemih tidak dapat dikosongkan sepenuhnya saat buang air kecil. Akibatnya, masih ada sisa urine yang tertinggal di dalam kandung kemih, yang dapat menyebabkan kebocoran urine dalam jumlah sedikit, terutama saat batuk, bersin, atau mengejan saat buang air besar.
Beberapa gejala retensi urine yang dapat muncul antara lain:
- Harus mengejan untuk mengeluarkan urine.
- Aliran urine lemah atau keluar secara perlahan.
- Merasa kandung kemih masih penuh meskipun sudah buang air kecil.
- Tiba-tiba muncul keinginan kuat untuk buang air kecil.
- Buang air kecil tanpa disadari saat tidur.
- Sering mengalami infeksi saluran kemih.
Baca juga: Cara Mengatasi Lansia yang Sering Ngompol
Rekomendasi dokter gangguan kencing di Jakarta dan Tangerang
Apabila Anda mengalami berbagai gangguan kencing di atas, berikut dokter-dokter urologi yang bisa Anda temui di RS Mandaya Royal Puri:
1. dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS

dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS merupakan dokter spesialis urologi di RS Mandaya Royal Puri yang berpengalaman menangani berbagai gangguan pada sistem saluran kemih, termasuk gangguan kencing seperti ISK, inkontinensia urine, retensi urine, hingga kandung kemih terlalu aktif Selain memberikan penanganan medis, beliau juga menguasai berbagai tindakan urologi, seperti operasi saluran kemih, operasi ginjal, operasi prostat, biopsi prostat, operasi varikokel, serta pemeriksaan uroflowmetri untuk mengevaluasi fungsi berkemih.
Beliau menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Diponegoro, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis urologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. dr. Sigit juga aktif sebagai anggota Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI).
Jadwal praktik dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS di RS Mandaya Royal Puri:
- Senin: 13.30–16.00 WIB.
- Rabu: 13.30–16.00 WIB.
- Sabtu: 12.30–15.00 WIB.
2. dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U

dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U merupakan dokter spesialis urologi di RS Mandaya Royal Puri yang melayani diagnosis dan pengobatan berbagai gangguan pada saluran kemih, termasuk ISK serta keluhan buang air kecil lainnya. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum dan pendidikan spesialis urologi di Universitas Indonesia.
Selain menangani berbagai penyakit urologi, dr. Ima juga memiliki kompetensi dalam melakukan beragam prosedur bedah urologi, seperti operasi ginjal, bedah saluran kemih, Transurethral Resection of the Prostate (TURP) untuk pembesaran prostat, hingga tindakan sistektomi sesuai dengan indikasi medis pasien.
Jadwal praktik dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U di RS Mandaya Royal Puri:
- Selasa: 14.00–16.00 WIB
- Kamis: 14.00–16.00 WIB.
Kapan harus ke dokter urologi untuk masalah gangguan kencing?
Gangguan kencing yang terjadi sesekali belum tentu menandakan penyakit serius. Namun, jika keluhan muncul berulang, semakin parah, atau disertai gejala lain yang mengganggu, sebaiknya jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebabnya dan mencegah komplikasi.
Segera periksakan diri ke dokter urologi apabila Anda mengalami:
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil yang tidak kunjung membaik.
- Sering buang air kecil, terutama jika terjadi tanpa sebab yang jelas atau mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Sulit buang air kecil, seperti harus mengejan, aliran urine lemah, atau merasa kandung kemih tidak kosong setelah berkemih.
- Tidak dapat menahan buang air kecil sehingga urine keluar tanpa disadari.
- Dorongan buang air kecil yang sangat mendesak dan sulit ditahan (urgensi).
- Urine bercampur darah atau berubah warna menjadi kemerahan maupun kecokelatan.
- Nyeri di pinggang, perut bagian bawah, atau panggul yang disertai gangguan berkemih.
- Demam, menggigil, atau nyeri saat buang air kecil, yang dapat mengindikasikan infeksi saluran kemih.
- Sering mengalami infeksi saluran kemih yang berulang, meskipun sudah menjalani pengobatan.
- Keluhan gangguan kencing yang tidak membaik setelah beberapa hari atau justru semakin berat.
Semakin cepat gangguan kencing diperiksa, semakin cepat pula penyebabnya dapat diketahui dan ditangani. Hal ini penting untuk mencegah masalah yang lebih serius, seperti kerusakan ginjal, infeksi yang menyebar, atau penurunan fungsi saluran kemih.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Urologist. (https://my.clevelandclinic.org/health/articles/21884-urologist). Direvisi terakhir 23 Mei 2022. Diakses pada 8 Juli 2026.
- Mayo Clinic. Urinary Tract Infection (UTI). (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447). Direvisi terakhir 5 April 2025. Diakses pada 8 Juli 2026.
- Cleveland Clinic. Urinary Incontinence. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17596-urinary-incontinence). Direvisi terakhir 20 September 2023. Diakses pada 8 Juli 2026.
- Healthline. Overactive Bladder (OAB). (https://www.healthline.com/health/overactive-bladder#symptoms). Direvisi terakhir 22 Januari 2024. Diakses pada 8 Juli 2026.
- Continence Health Australia. Urinary Retention. (https://www.continence.org.au/about-incontinence/urinary-incontinence/urinary-retention/). Diakses pada 8 Juli 2026.

