Kanker tiroid adalah kanker yang berkembang pada kelenjar tiroid, yaitu organ berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher dan berperan dalam menghasilkan hormon untuk mengatur metabolisme tubuh. Penyakit ini terdiri dari beberapa jenis, mulai dari kanker tiroid papiler yang paling sering ditemukan hingga kanker tiroid anaplastik yang lebih agresif dan sulit ditangani.

Setiap jenis kanker tiroid memiliki karakteristik dan tingkat penyebaran yang berbeda. Beberapa dapat tumbuh secara lambat dan memberikan respons yang baik terhadap pengobatan, sementara yang lain berpotensi menyebar ke kelenjar getah bening, tulang, paru-paru, atau organ lainnya sehingga memerlukan penanganan yang lebih komprehensif.
Karena itu, pemilihan terapi perlu disesuaikan dengan jenis, stadium, dan kondisi pasien secara keseluruhan. Di RS Mandaya Royal Puri, tersedia berbagai pilihan pengobatan kanker tiroid yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien, mulai dari operasi, terapi ablasi nuklir, radioterapi, terapi hormon, terapi target, hingga kemoterapi.
Contents
Pilihan pengobatan kanker tiroid di RS Mandaya Royal Puri
Berikut ini adalah pilihan pengobatan kanker tiroid di RS Mandaya Royal Puri:
1. Operasi
Operasi merupakan salah satu metode utama dalam pengobatan kanker tiroid. Tindakan ini bertujuan untuk mengangkat sebagian atau seluruh kelenjar tiroid yang terkena kanker. Pada beberapa kasus, dokter juga dapat mengangkat kelenjar getah bening di sekitar leher apabila ditemukan penyebaran sel kanker ke area tersebut.
2. Terapi ablasi nuklir dengan radioaktif iodine (RAI)
Terapi ablasi nuklir menggunakan radioaktif iodine (I-131) umumnya diberikan setelah operasi untuk menghancurkan sisa jaringan tiroid atau sel kanker yang masih tertinggal. Pada prosedur ini, pasien akan mengonsumsi radioaktif iodine dalam bentuk kapsul atau cairan. Karena jaringan tiroid menyerap iodine, radiasi akan bekerja secara spesifik untuk menghancurkan sel-sel yang sakit dengan dampak minimal terhadap jaringan lain.
3. Radioterapi
Radioterapi menggunakan sinar radiasi berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Terapi ini dapat dipertimbangkan pada kasus kanker tiroid yang tidak dapat menyerap radioaktif iodin atau ketika kanker telah menyebar ke area tertentu yang memerlukan penanganan tambahan.
4. Terapi hormon
Setelah operasi pengangkatan tiroid, pasien biasanya memerlukan terapi hormon tiroid. Selain berfungsi menggantikan hormon yang tidak lagi diproduksi oleh tubuh, terapi ini juga membantu menekan pertumbuhan jaringan tiroid baru yang berpotensi memicu kekambuhan kanker.
5. Terapi target
Terapi target bekerja dengan menyerang karakteristik tertentu pada sel kanker, termasuk perubahan genetik atau mutasi yang mendukung pertumbuhan kanker. Pendekatan ini umumnya digunakan pada kanker tiroid yang agresif atau sudah berada pada stadium lanjut.
6. Kemoterapi
Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk menghancurkan sel kanker di seluruh tubuh. Meskipun tidak sering menjadi pilihan utama pada kanker tiroid, kemoterapi dapat dipertimbangkan pada kasus yang lebih agresif atau ketika kanker tidak memberikan respons yang memadai terhadap terapi lainnya.
Kapan harus waspada terkait kanker tiroid?
Salah satu tanda awal kanker tiroid yang paling sering ditemukan adalah munculnya benjolan di leher yang umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri. Benjolan ini dikenal sebagai nodul tiroid. Namun, tidak semua nodul tiroid merupakan kanker. Faktanya, sebagian besar nodul tiroid bersifat jinak dan hanya sebagian kecil yang terbukti sebagai kanker.
Pada banyak kasus, kanker tiroid tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal sehingga sering kali ditemukan secara tidak sengaja saat pasien menjalani pemeriksaan kesehatan untuk kondisi lain. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda yang dapat mengarah pada kanker tiroid agar diagnosis dan penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Beberapa gejala yang dapat muncul pada penderita kanker tiroid meliputi:
- Benjolan atau pembengkakan di leher
- Pembesaran kelenjar getah bening di area leher
- Suara serak yang tidak kunjung membaik
- Sulit bernapas
- Kesulitan menelan.
Jika Anda mengalami satu atau beberapa gejala di atas, terutama benjolan di leher yang terus membesar, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Deteksi dini dapat membantu meningkatkan keberhasilan pengobatan kanker tiroid.
Apakah kanker tiroid bisa sembuh?
Sebagian besar kasus kanker tiroid dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Peluang kesembuhan umumnya lebih tinggi apabila kanker terdeteksi dan ditangani sebelum menyebar ke organ atau bagian tubuh yang lebih jauh.
Diagnosis dan pengobatan sejak stadium awal juga dapat membantu mengurangi risiko penyebaran kanker serta meningkatkan keberhasilan terapi secara keseluruhan. Karena itu, deteksi dini dan penanganan yang cepat memegang peranan penting dalam meningkatkan prognosis pasien kanker tiroid.
Pada beberapa kasus, kanker tiroid mungkin tidak dapat sepenuhnya dihilangkan. Namun, dokter tetap dapat menyusun rencana terapi yang sesuai untuk mengendalikan pertumbuhan kanker, mengurangi gejala, serta membantu pasien mempertahankan kualitas hidup yang baik dalam jangka panjang.
Tim dokter kanker tiroid di RS Mandaya Royal Puri
Berikut ini adalah tim dokter yang menangani kanker tiroid di RS Mandaya Royal Puri:
1. dr. Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk

dr. Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk adalah dokter spesialis bedah onkologi yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus kanker melalui tindakan pembedahan. Dalam prakteknya, beliau banyak menangani operasi pada kanker tiroid dan kanker payudara, dengan pendekatan yang disesuaikan berdasarkan kondisi serta kebutuhan masing-masing pasien. Keahliannya mencakup berbagai prosedur bedah onkologi yang bertujuan mengangkat jaringan kanker secara optimal sekaligus mendukung kualitas hidup pasien.
Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Trisakti sebelum melanjutkan pendidikan spesialis Bedah Umum di Universitas Indonesia. Setelah itu, dr. Abdul Rachman menempuh pendidikan subspesialis Bedah Onkologi di Universitas Indonesia. Adapun layanan yang ditangani meliputi operasi pengangkatan tiroid total, operasi pengangkatan tiroid parsial, operasi benjolan payudara (lumpektomi), hingga operasi kanker payudara.
dr. Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 16.00 – 18.00 WIB
- Kamis: 16.00 – 18.00 WIB
- Sabtu: 09.00 – 12.00 WIB.
2. dr. Enos H. Siburian, Sp.B (K) Onk

dr. Enos H. Siburian, Sp.B (K) Onk merupakan dokter spesialis bedah onkologi yang berpraktek di Mandaya Royal Hospital Puri dan menjadi bagian dari Mandaya Advanced Cancer Center. Beliau memiliki pengalaman dalam menangani berbagai jenis kanker yang memerlukan tindakan pembedahan, termasuk kanker payudara dan kanker tiroid. Selain aktif melayani pasien, dr. Enos juga tergabung dalam sejumlah organisasi profesi, di antaranya Perhimpunan Bedah Onkologi Indonesia (PARABOI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Persatuan Ahli Bedah Indonesia (PABI).
Pendidikan dokter umum beliau ditempuh di Universitas Kristen Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan pendidikan spesialis bedah di Universitas Sam Ratulangi, Manado. Dalam praktek sehari-hari, dr. Enos menangani berbagai kasus kanker yang membutuhkan operasi, seperti kanker payudara, kanker usus besar, kanker tiroid, kanker lambung, kanker paru-paru, kanker melanoma dan kanker kulit, kanker pankreas, serta berbagai jenis kanker lainnya yang memerlukan penanganan bedah onkologi secara komprehensif.
dr. Enos H. Siburian, Sp.B (K) Onk bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Rabu: 14.00 – 16.00 WIB
- Kamis: 09.00 – 11.00 WIB
- Jumat: 14.00 – 16.00 WIB.
3. dr. Eko Purnomo, Sp.KNTM, Subsp. Onk

dr. Eko Purnomo, Sp.KNTM, Subsp. Onk merupakan dokter spesialis kedokteran nuklir dengan subspesialisasi onkologi yang berfokus pada diagnosis dan terapi berbagai penyakit menggunakan teknologi kedokteran nuklir. Beliau memiliki pengalaman dalam melakukan berbagai prosedur diagnostik dan terapeutik, termasuk pemeriksaan PET Scan serta terapi berbasis radioisotop untuk pasien kanker.
Beliau menempuh pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya sebelum melanjutkan pendidikan spesialis Kedokteran Nuklir di Rumah Sakit Hasan Sadikin yang berafiliasi dengan Universitas Padjadjaran. Untuk memperluas kompetensinya di bidang pencitraan nuklir modern, dr. Eko juga mengikuti sejumlah pelatihan PET Scan internasional di berbagai negara, seperti Tiongkok, Belanda, dan Jepang.
dr. Eko Purnomo, Sp.KNTM, Subsp. Onk bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 11.00 – 17.00 WIB
- Selasa: 11.00 – 17.00 WIB
- Rabu: 11.00 – 17.00 WIB
- Kamis: 11.00 – 17.00 WIB
- Jumat: 13.00 – 17.00 WIB.
4. dr. Alvita Dewi Siswoyo, Sp.KNTM, Subsp. Onk., M.Kes., FANMB

dr. Alvita Dewi Siswoyo, Sp.KNTM, Subsp. Onk., M.Kes., FANMB adalah dokter spesialis kedokteran nuklir dengan subspesialisasi onkologi yang memiliki minat dan pengalaman dalam pemanfaatan teknologi nuklir untuk diagnosis maupun terapi kanker. Dalam praktiknya, beliau menangani berbagai layanan kedokteran nuklir yang mendukung penegakan diagnosis dan perencanaan terapi pasien kanker secara lebih akurat.
Pendidikan spesialis kedokteran nuklir beliau diselesaikan di Universitas Padjadjaran, Bandung. Selain itu, dr. Alvita aktif mengikuti berbagai pelatihan dan program ilmiah internasional untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilannya, termasuk pelatihan Hybrid Imaging in Oncology, program International Atomic Energy Agency (IAEA), serta berbagai workshop terkait radioisotop, radiofarmaka, siklotron, dan kedokteran nuklir.
dr. Alvita Dewi Siswoyo, Sp.KNTM, Subsp. Onk., M.Kes., FANMB bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 17.00 – 19.00 WIB
- Rabu: 17.00 – 19.00 WIB.
5. dr. Aleksander, Sp.KTNM, FANMB

dr. Aleksander, Sp.KTNM, FANMB merupakan dokter spesialis kedokteran nuklir yang berpengalaman dalam berbagai layanan diagnostik dan terapeutik berbasis teknologi nuklir. Beliau menangani beragam pemeriksaan pencitraan molekuler, termasuk PET Scan, serta terapi ablasi nuklir yang digunakan untuk menangani kondisi tertentu sesuai indikasi medis.
Beliau menyelesaikan pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha sebelum melanjutkan pendidikan spesialis Kedokteran Nuklir di Universitas Padjadjaran. Selain memiliki kompetensi di bidang kedokteran nuklir, dr. Aleksander juga memiliki pengalaman dalam bidang kedokteran kerja.
dr. Aleksander, Sp.KTNM, FANMB bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 09.00 – 17.00 WIB
- Selasa: 09.00 – 17.00 WIB
- Rabu: 09.00 – 17.00 WIB
- Kamis: 09.00 – 17.00 WIB
- Jumat: 09.00 – 17.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

