Kelenjar adrenal adalah kelenjar kecil berbentuk segitiga yang terletak di atas masing-masing ginjal. Meski berukuran kecil, kelenjar ini memiliki peran vital dalam mengatur hormon-hormon penting tubuh, seperti kortisol, aldosteron, dan adrenalin. Tumor adrenal, baik yang bersifat jinak (adenoma) maupun ganas (karsinoma), terbentuk ketika sel-sel di kelenjar ini tumbuh secara tidak normal. Gejalanya pun beragam dan sering kali tidak spesifik, sehingga mudah terlewatkan. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan, kenaikan atau penurunan berat badan yang tidak wajar, kelelahan kronis, keringat berlebih, serta nyeri di area punggung atau perut bagian atas. Jika dibiarkan tanpa penanganan, tumor adrenal dapat berkembang semakin besar, mengganggu keseimbangan hormonal secara serius, bahkan berpotensi menjadi ganas dan menyebar ke organ lain.

dr. Hendy Mirza, Sp.U (K), dokter spesialis urologi konsultan di RS Mandaya Royal Puri, berhasil melakukan tindakan pengangkatan tumor adrenal pada seorang pasien dengan menggunakan teknologi mutakhir sistem robot bedah da Vinci Xi. Prosedur ini menjadi bukti nyata bagaimana kemajuan teknologi bedah robotik dapat memberikan hasil yang optimal bagi pasien dengan risiko yang jauh lebih minimal.
Contents
Penjelasan kondisi pasien oleh dr. Hendy
Menurut dr. Hendy, pasien ini awalnya tidak merasakan keluhan yang mencolok. Tumor adrenal ditemukan saat pasien menjalani medical check-up atau pemeriksaan kesehatan rutin. Ini menjadi sebuah pengingat betapa pentingnya skrining kesehatan berkala, bahkan ketika seseorang merasa baik-baik saja.

“Jadi pasien ini sebenarnya dari screening, dari medical check-up. Di adrenal kanannya ada massa, ada tumor,” jelas dr. Hendy.
Yang menjadi perhatian serius adalah laju pertumbuhan tumor tersebut. Dalam rentang waktu hanya 6 bulan, ukuran tumor bertumbuh signifikan dari 2 cm menjadi 3,3 cm. Pertumbuhan yang cepat seperti ini merupakan indikasi kuat bahwa tindakan segera diperlukan, karena semakin besar ukuran tumor, semakin kompleks pula prosedur pengangkatannya dan semakin tinggi potensi risikonya.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, dr. Hendy memutuskan untuk menggunakan sistem robot bedah da Vinci Xi sebagai pendekatan terbaik untuk pasien ini. Hasilnya pun memuaskan, operasi berjalan lancar dan selesai dalam waktu sekitar 2 jam. Setelah masa observasi singkat selama 1–2 hari, pasien diperkirakan sudah dapat dipulangkan.
Baca juga: Keunggulan Sistem Bedah Robotik da Vinci Xi dalam Prosedur Operasi, Ada di RS Mandaya Puri
Apa Itu robot da Vinci Xi dan keunggulannya?
Robot da Vinci Xi adalah sistem bedah robotik generasi terbaru yang dirancang untuk mendukung prosedur bedah minimal invasif dengan presisi tinggi.
da Vinci Xi dilengkapi dengan empat lengan berteknologi tinggi yang seluruh gerakannya dikendalikan penuh oleh dokter melalui konsol berkamera 3D resolusi tinggi. Lewat teknologi ini, dokter dapat melihat organ target dengan kejernihan dan detail yang jauh melampaui prosedur bedah biasa.

Ditambah lagi, desain lengannya yang ramping dan fleksibel mampu bergerak menyerupai pergelangan tangan manusia, sehingga dapat menjangkau area-area sempit yang sulit diakses. Ini merupakan faktor yang secara langsung berkontribusi pada tingkat keberhasilan operasi yang lebih tinggi.
Lantas, apa alasan dr. Hendy memilih da Vinci Xi untuk kasus ini? Berikut sejumlah keunggulan yang beliau paparkan:
1. Tindakan lebih cepat dan presisi
Dengan bantuan robot da Vinci Xi, prosedur bedah dapat berlangsung jauh lebih cepat. Pada kasus ini, pengangkatan tumor adrenal berukuran 3,3 cm berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar 2 jam.
2. Eliminasi faktor tremor
Salah satu tantangan dalam bedah konvensional adalah tremor atau getaran tangan dokter, terutama pada prosedur yang membutuhkan gerakan sangat halus. Sistem robot da Vinci Xi secara otomatis meredam tremor tersebut, sehingga setiap gerakan instrumen bedah menjadi jauh lebih stabil dan akurat.
3. Meminimalisir human error
Dengan tingkat presisi yang tinggi, robot da Vinci Xi membantu meminimalkan potensi kesalahan manusia selama operasi. Ini merupakan faktor krusial dalam prosedur bedah yang melibatkan area sensitif seperti kelenjar adrenal.
4. Luka operasi minimal
Sayatan yang dibuat dalam prosedur ini rata-rata hanya berkisar antara 0,8 hingga 1 cm, jauh lebih kecil dibandingkan bedah terbuka (open surgery) maupun laparoskopi konvensional. Luka yang lebih kecil berarti risiko infeksi lebih rendah dan hasil estetika yang lebih baik bagi pasien.
5. Risiko perdarahan lebih kecil
Ukuran sayatan yang minimal secara langsung berdampak pada berkurangnya risiko perdarahan selama dan setelah operasi, dibandingkan dengan prosedur laparoskopi maupun bedah konvensional.
6. Waktu rawat dan pemulihan lebih singkat
Karena sifatnya yang minimal invasif, pasien yang menjalani prosedur dengan da Vinci Xi umumnya dapat pulih lebih cepat. Pada kasus ini, dr. Hendy memperkirakan pasien sudah dapat dipulangkan hanya dalam 1–2 hari pasca operasi.
Kapan harus waspada dengan tumor adrenal?
Tumor adrenal tidak selalu menunjukkan gejala yang jelas di tahap awal, sehingga sering kali baru terdeteksi saat sudah berkembang cukup besar atau ditemukan secara tidak sengaja melalui pemeriksaan kesehatan rutin. Namun, ada sejumlah tanda yang sebaiknya tidak diabaikan. Gejala yang muncul pun bervariasi pada setiap orang — sebagian merasakannya akibat tumor yang menekan organ di sekitarnya, sebagian lagi karena ketidakseimbangan hormon yang diproduksi oleh tumor tersebut.
Secara umum, berikut adalah gejala-gejala yang perlu diwaspadai:
- Nyeri di area perut
- Nyeri punggung
- Rasa penuh atau begah di perut
- Kram otot
- Tubuh terasa lemas
- Sakit kepala.
Jika gejala-gejala di atas muncul pada Anda, jangan didiamkan begitu saja. Datanglah ke dokter untuk berkonsultasi, sehingga penyebabnya bisa didiagnosis secara akurat dan tepat.
Profil dan jadwal praktek dr. Hendy Sp.U (K) di RS Mandaya Royal Puri

dr. Hendy Mirza, Sp.U (K) adalah dokter spesialis urologi konsultan yang menempuh pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis bedah urologi di Universitas Indonesia. Untuk memperdalam keahliannya, beliau juga mengikuti program fellowship di bidang Rekonstruksi Pediatrik dan Laparoskopi di institusi yang sama, hingga meraih gelar Konsultan Urologi Pediatrik.
Bidang keahliannya mencakup berbagai prosedur urologi, mulai dari operasi ginjal, PCNL (Percutaneous Nephrolithotomy), TURP, ureterorenoskopi, hingga biopsi prostat dan ESWL. Kombinasi antara latar belakang pendidikan yang kuat dan penguasaan teknologi bedah modern, termasuk sistem robot da Vinci Xi, menjadikan dr. Hendy sebagai salah satu pilihan utama bagi pasien yang membutuhkan penanganan urologi yang presisi dan komprehensif.
dr. Hendy Mirza, Sp.U (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 16.00 – 19.00 WIB
- Rabu: 16.00 – 19.00 WIB
- Jumat: 16.00 – 19.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

