Mengenal Nefrektomi (Pengangkatan Ginjal): Tujuan Dilakukan hingga Prosedurnya

Mengenal Nefrektomi (Pengangkatan Ginjal): Tujuan Dilakukan hingga Prosedurnya

Nefrektomi adalah prosedur operasi untuk mengangkat seluruh atau sebagian ginjal. Tindakan ini paling sering dilakukan untuk menangani kanker ginjal atau mengangkat tumor yang bersifat jinak (bukan kanker). 

Secara umum, terdapat dua jenis prosedur nefrektomi. Nefrektomi radikal dilakukan dengan mengangkat seluruh ginjal. Sementara itu, nefrektomi parsial hanya mengangkat sebagian ginjal yang bermasalah, sehingga jaringan ginjal yang sehat tetap dipertahankan.

Di RS Mandaya Royal Puri, tindakan nefrektomi bisa dilakukan dengan bantuan robot Da Vinci Xi yang membantu menggerakkan alat bedah secara lebih presisi dan stabil sehingga prosedur dapat dilakukan dengan lebih akurat. 

Konsultasi dokter

Tujuan nefrektomi

Berikut ini adalah beberapa indikasi nefrektomi:

1. Pengobatan kanker

Sering kali, dokter spesialis urologi melakukan nefrektomi untuk mengangkat tumor ganas atau pertumbuhan abnormal di ginjal. Jenis kanker ginjal yang paling umum pada orang dewasa adalah karsinoma sel ginjal, yang berasal dari sel-sel yang melapisi saluran kecil di dalam ginjal.

Tumor ginjal pada anak tergolong jarang. Namun, jika terjadi, anak-anak lebih sering mengalami jenis kanker ginjal yang disebut tumor Wilms. Kanker ini paling sering ditemukan pada anak usia di bawah 5 tahun.

Keputusan mengenai seberapa banyak jaringan ginjal yang perlu diangkat bergantung pada beberapa hal berikut:

  • Apakah tumor hanya terbatas di ginjal atau sudah menyebar ke luar ginjal
  • Apakah terdapat lebih dari satu tumor
  • Seberapa besar bagian ginjal yang terdampak
  • Apakah kanker sudah memengaruhi jaringan di sekitarnya
  • Seberapa baik fungsi ginjal yang satunya
  • Apakah ada penyakit lain yang memengaruhi fungsi ginjal
  • Bagaimana kondisi fungsi ginjal secara keseluruhan.

Penentuan tindakan biasanya didasarkan pada hasil pemeriksaan pencitraan seperti CT scan, MRI, angiografi, dan USG untuk melihat kondisi ginjal serta jaringan di sekitarnya secara lebih detail.

2. Pengobatan untuk kondisi lain

Nefrektomi juga dapat dilakukan untuk mengangkat jaringan ginjal yang sudah rusak parah, mengalami jaringan parut, atau tidak berfungsi dengan baik akibat cedera serius maupun penyakit tertentu.

Baca juga: Tindakan Nefrektomi dengan Robot da Vinci Xi di Mandaya Royal Hospital Puri

Bagaimana prosedur nefrektomi dilakukan?

Prosedur nefrektomi dapat berbeda-beda, tergantung pada seberapa banyak bagian ginjal yang diangkat dan metode operasi yang digunakan. 

Secara umum, terdapat dua jenis utama nefrektomi, yaitu nefrektomi radikal dan parsial. Nefrektomi radikal dilakukan dengan mengangkat seluruh ginjal, dan dalam beberapa kasus juga mencakup pengangkatan ureter (saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih), kelenjar adrenal di atas ginjal, serta kelenjar getah bening di sekitarnya. Sementara nefrektomi parsial hanya mengangkat bagian ginjal yang sakit atau rusak, sehingga jaringan ginjal yang sehat tetap dipertahankan.

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk melakukan operasi nefrektomi, tergantung pada kondisi pasien dan pertimbangan dokter.

1. Operasi terbuka

Operasi terbuka dilakukan dengan membuat sayatan cukup besar di bagian samping tubuh atau perut. Metode ini kini sudah jarang digunakan, namun tetap diperlukan pada kondisi tertentu yang tidak bisa ditangani dengan teknik minimal invasif.

2. Operasi laparoskopi

Operasi laparoskopi adalah teknik yang dilakukan dengan membuat beberapa sayatan kecil di area perut. Dokter akan memasukkan alat khusus yang dilengkapi kamera kecil (laparoskop) untuk melihat kondisi di dalam tubuh, lalu menggunakan alat bedah untuk mengangkat sebagian atau seluruh ginjal. Metode ini umumnya lebih disukai karena luka sayatan lebih kecil, waktu pemulihan lebih cepat, masa rawat inap lebih singkat, serta risiko komplikasi yang lebih rendah.

3. Operasi laparoskopi dengan bantuan robot

Teknologi yang lebih canggih adalah operasi laparoskopi dengan bantuan robot. Pada metode ini, dokter menggunakan sistem robotik untuk membantu menggerakkan alat bedah dengan lebih presisi dan stabil. Hasilnya, prosedur dapat dilakukan dengan lebih akurat. 

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa teknik ini dapat mengurangi perdarahan, mempercepat pemulihan, serta menurunkan risiko komplikasi dibandingkan operasi terbuka. 

Konsultasi dokter

Nefrektomi dengan robot Da Vinci Xi di RS Mandaya Royal Puri

Da Vinci Xi merupakan sistem bedah robotik canggih yang dilengkapi dengan empat lengan presisi, yang dikendalikan langsung oleh dokter melalui konsol dengan tampilan 3D beresolusi tinggi. 

Teknologi ini memungkinkan dokter melihat organ tubuh dengan lebih jelas dan detail. Selain itu, lengan robotiknya dirancang fleksibel menyerupai gerakan tangan manusia dalam ukuran yang lebih kecil, sehingga mampu menjangkau area yang sempit dan sulit. Hal ini membantu meningkatkan ketepatan tindakan sekaligus mendukung keberhasilan operasi.

Berikut ini adalah beberapa keunggulan nefrektomi dengan robot Da Vinci Xi:

1. Presisi dan keluwesan lebih tinggi

Sistem bedah robotik da Vinci Xi membantu dokter melakukan operasi dengan gerakan yang lebih presisi dan fleksibel dibandingkan teknik konvensional. Dengan visualisasi 3D yang jelas, tindakan dapat dilakukan lebih akurat sehingga membantu menurunkan risiko komplikasi.

2. Prosedur minimal invasif

Operasi dilakukan melalui sayatan kecil, bukan sayatan besar seperti operasi terbuka. Hasilnya, perdarahan lebih sedikit, nyeri lebih ringan, masa rawat lebih singkat, serta pemulihan lebih cepat dengan bekas luka yang minimal.

3. Cakupan tindakan lebih luas

Teknologi ini memungkinkan berbagai prosedur kompleks di berbagai bidang, seperti urologi, ginekologi, hingga bedah umum, sehingga dokter dapat menangani kasus yang lebih menantang dengan lebih percaya diri.

4. Pemulihan lebih cepat dan hasil optimal

Kombinasi presisi tinggi dan teknik minimal invasif membuat pasien umumnya pulih lebih cepat, dengan risiko komplikasi lebih rendah dan kualitas hasil operasi yang lebih baik.

Tim dokter urologi ahli nefrektomi di RS Mandaya Royal Puri

Berikut ini adalah tim dokter urologi ahli nefrektomi di RS Mandaya Royal Puri:

1. Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD

Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD adalah dokter spesialis urologi senior yang memiliki reputasi luas di tingkat nasional maupun internasional. Beliau berpengalaman dalam berbagai tindakan bedah urologi, seperti operasi ginjal, prostat, varikokel, PCNL, hingga transplantasi ginjal. Selain itu, beliau juga menguasai teknik laparoskopi (bedah minimal invasif) yang memungkinkan pemulihan lebih cepat, dengan pengalaman pelatihan di Belanda.

Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 16.00 – 18.00 WIB
  • Kamis: 16.00 – 18.00 WIB.

Baca juga: Rumah Sakit Transplantasi Ginjal di Indonesia, RS Mandaya Royal Puri

2. Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD

Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD merupakan dokter spesialis urologi yang berpengalaman dalam menangani kasus urologi kompleks, termasuk transplantasi ginjal. Dengan pengalaman yang luas, beliau dikenal sebagai salah satu dokter rujukan untuk tindakan transplantasi ginjal di Indonesia, dengan keahlian dalam prosedur yang membutuhkan ketelitian tinggi.

Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 16.00 – 18.00 WIB
  • Kamis: 16.00 – 18.00 WIB.

3. dr. Hendy Mirza, Sp.U(K)

dr. Hendy Mirza, Sp.U(K) adalah dokter spesialis urologi konsultan yang menangani berbagai gangguan pada sistem saluran kemih. Beliau menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Sumatera Utara dan melanjutkan spesialis urologi di Universitas Indonesia. 

Selain itu, beliau juga memiliki keahlian di bidang rekonstruksi urologi pediatrik berbasis laparoskopi dan telah tersertifikasi sebagai Konsultan Urologi Pediatrik. Di RS Mandaya Royal Puri, beliau menangani berbagai prosedur seperti operasi saluran kemih, biopsi prostat, PCNL untuk batu ginjal, serta TURP untuk pembesaran prostat.

dr. Hendy Mirza, Sp.U (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 16.00 – 19.00 WIB
  • Rabu: 16.00 – 19.00 WIB
  • Jumat: 16.00 – 19.00 WIB.

Apabila Anda ingin bertanya lebih jauh terkait robot da Vinci Xi, jangan ragu untuk datang ke RS Mandaya Royal Puri dan bertemu dengan tim dokter kami.

Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes