fbpx

Operasi Batu Empedu Minim Luka <1 cm Bisa di RS Mandaya Puri, dr. Emerson & dr. Ocsyavina

Operasi Batu Empedu Minim Luka

Batu empedu adalah kondisi terbentuknya batu atau endapan keras di dalam kantong empedu, yaitu organ kecil di bawah hati yang berfungsi menyimpan cairan empedu untuk membantu proses pencernaan. Batu ini terbentuk akibat penumpukan zat tertentu dalam empedu dan sering kali tidak bergejala pada awalnya. Namun, saat batu menyumbat saluran empedu, penderita dapat merasakan nyeri hebat di perut kanan atas, mual, muntah, perut terasa penuh, hingga nyeri yang menjalar ke punggung atau bahu kanan. Jika dibiarkan tanpa penanganan, batu empedu dapat memicu peradangan, infeksi, dan gangguan serius pada saluran pencernaan maupun organ hati.

Sebagai solusi penanganan yang lebih modern, operasi batu empedu di RS Mandaya Royal Puri dapat dilakukan dengan metode minimal invasif dengan luka operasi kurang dari 1 cm. Teknik ini dirancang untuk meminimalkan nyeri, mempercepat pemulihan, serta menghasilkan bekas luka yang lebih kecil. Tindakan operasi ditangani oleh dokter spesialis bedah digestif berpengalaman, yaitu dr. Emerson Budiarman Masli, Sp.B. Subsp.BD (K) dan dr. Ocsyavina, Sp.B. Subsp.BD (K), yang kompeten dalam menangani berbagai kasus batu empedu secara aman dan efektif.

Konsultasi dokter

Operasi batu empedu minim luka <1 cm di RS Mandaya Royal Puri

Operasi batu empedu minim luka atau kolesistektomi laparoskopi merupakan tindakan bedah untuk mengangkat kantong empedu yang mengandung batu melalui beberapa sayatan kecil di area perut. 

Prosedur ini menggunakan alat khusus berupa laparoskop, yaitu kamera berukuran kecil yang membantu dokter melihat kondisi organ dalam secara jelas melalui layar monitor tanpa perlu membuat sayatan besar. 

Saat ini, metode laparoskopi menjadi standar penanganan batu empedu karena dinilai lebih aman, memberikan pemulihan yang lebih cepat, serta memiliki risiko komplikasi yang lebih rendah dibandingkan operasi terbuka.

Pengangkatan kantong empedu umumnya dianjurkan ketika batu empedu menimbulkan keluhan yang mengganggu atau berpotensi membahayakan kesehatan. Batu empedu merupakan penyebab tersering dilakukannya operasi ini. Walaupun sebagian penderita tidak merasakan gejala, pada pasien yang bergejala, keluhan biasanya muncul berulang dan semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.

Operasi laparoskopi batu empedu dapat dipertimbangkan apabila gangguan pada kantong empedu:

  • Mengganggu kualitas hidup sehari-hari
  • Menimbulkan risiko kesehatan yang serius
  • Berpotensi berlanjut atau memburuk seiring waktu.

Kondisi ini umumnya dijumpai pada kasus seperti:

  • Kolesistitis kronis atau peradangan jangka panjang pada kantong empedu
  • Kanker kantong empedu.

Konsultasi dokter

Bagaimana prosedurnya dilakukan?

Operasi laparoskopi batu empedu dilakukan dengan teknik minimal invasif yang hanya memerlukan beberapa sayatan kecil pada perut. Prosedur ini relatif singkat dan dilakukan di bawah pengawasan dokter bedah digestif berpengalaman untuk memastikan keamanan pasien.

Secara umum, tahapan operasinya meliputi:

  • Membuat satu sayatan kecil di sekitar pusar dan dua hingga tiga sayatan tambahan di perut kanan atas
  • Mengisi rongga perut dengan gas khusus untuk menciptakan ruang dan memudahkan visualisasi organ
  • Memasukkan laparoskop untuk menampilkan area operasi pada layar monitor
  • Menggunakan alat bedah khusus untuk mengangkat kantong empedu yang bermasalah
  • Mengeluarkan gas dari rongga perut dan menutup sayatan dengan jahitan kecil.

Dengan teknik ini, pasien umumnya merasakan nyeri yang lebih ringan, proses pemulihan lebih cepat, serta bekas luka yang minimal dibandingkan operasi konvensional.

Konsultasi dokter

Kelebihan operasi batu empedu metode laparoskopi

Dibandingkan operasi terbuka, metode laparoskopi menawarkan berbagai keunggulan yang membuatnya lebih nyaman bagi pasien, antara lain:

  • Sayatan sangat kecil, nyeri pasca  operasi lebih ringan, dan pemulihan lebih cepat
  • Risiko perdarahan dan infeksi lebih rendah karena bersifat minimal invasif
  • Kerusakan jaringan lebih minimal serta risiko cedera organ dalam lebih kecil
  • Waktu operasi relatif singkat, sekitar 60–90 menit
  • Hasil pengobatan setara dengan operasi terbuka, namun dengan proses yang lebih ringan
  • Lama rawat inap umumnya hanya 1–2 hari, lebih singkat dibandingkan operasi terbuka
  • Masa pemulihan sekitar 1 minggu, sementara operasi terbuka dapat memakan waktu hingga 1 bulan
  • Menurunkan risiko komplikasi, terutama pada pasien lansia atau dengan penyakit penyerta
  • Dapat digunakan untuk menangani kondisi lain seperti tumor, perlengketan intraperitoneal, hingga kanker stadium awal.

Konsultasi dokter

Profil dan jadwal praktek dr. Emerson dan dr. Ocsyavina di RS Mandaya Puri

1. dr. Emerson Budiarman Masli, Sp.B. Subsp. BD(K)

dr. Emerson Budiarman Masli, Sp.B. Subsp. BD(K) adalah dokter spesialis bedah digestif yang memiliki pengalaman luas dalam menangani berbagai penyakit dan gangguan pada sistem pencernaan. Beliau menangani beragam kasus, mulai dari batu empedu, radang usus buntu, hernia, hingga berbagai kanker saluran cerna seperti kanker hati dan kanker usus besar. Dalam setiap penanganannya, dr. Emerson mengutamakan pendekatan medis yang tepat, aman, serta disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien. Selain aktif dalam praktik klinis, beliau juga tergabung sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IABI).

Latar belakang pendidikan dr. Emerson ditempuh secara bertahap di Universitas Diponegoro, Semarang. Pendidikan kedokteran umum diselesaikan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Umum, hingga akhirnya meraih kualifikasi sebagai Konsultan Bedah Digestif. Bekal pendidikan tersebut menjadi dasar keahliannya dalam menangani berbagai kasus bedah saluran cerna secara menyeluruh dan profesional.

dr. Emerson Budiarman Masli, Sp.B. Subsp.BD (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 10.00 – 13.00 WIB
  • Rabu: 10.00 – 13.00 WIB

2. dr. Ocsyavina, Sp.B. Subsp.BD (K)

dr. Ocsyavina, Sp.B. Subsp. BD(K) merupakan dokter spesialis bedah digestif yang berpengalaman dalam menangani berbagai penyakit dan gangguan pada saluran pencernaan. Layanan medis yang beliau tangani meliputi bedah saluran cerna, endoskopi, gastroskopi, kolonoskopi, hingga berbagai tindakan operasi seperti pengangkatan kantong empedu dengan metode laparoskopi, operasi hernia, wasir, usus buntu, serta penanganan kanker usus besar. dr. Ocsyavina juga berpengalaman dalam prosedur bedah lambung, termasuk operasi bypass lambung dan pengikatan lambung.

Latar belakang pendidikan dr. Ocsyavina dimulai dari pendidikan dokter umum di Universitas Padjadjaran, Bandung. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikan Spesialis Bedah Umum dan Subspesialis Bedah Digestif di Universitas Indonesia. Bekal pendidikan dan kompetensi tersebut menjadikan dr. Ocsyavina mampu memberikan penanganan bedah digestif yang komprehensif, aman, dan sesuai dengan kebutuhan pasien.

dr. Ocsyavina, Sp.B. Subsp.BD (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 16.00 – 18.00 WIB
  • Selasa: 16.00 – 18.00 WIB
  • Rabu: 16.00 – 18.00 WIB
  • Kamis: 16.00 – 18.00 WIB
  • Jumat: 16.00 – 18.00 WIB
  • Sabtu: 10.00 – 12.00 WIB

Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes