fbpx

Pemeriksaan Ginjal Dengan Renogram

Pemeriksaan Ginjal Dengan Renogram

Pemanfaatan nuklir sebagai salah satu metode pengobatan medis sudah dimulai sejak tahun 1934. Barulah pada tahun 1946, kedokteran nuklir mendapat pengakuan lebih luas setelah keberhasilan penggunaan radioiod (I-131) dalam penanganan pasien dengan metastasis kanker tiroid. Di Indonesia, kedokteran nuklir dimulai sejak tahun 1967 ditandai dengan didirikannya reaktor atom pertama di Bandung.

Kedokteran nuklir sering digunakan untuk terapi, khususnya untuk terapi penganganan penyakit hipertiroid. Hipertiroid merupakan sebuah kondisi yang berkaitan dengan pembengkakan kelenjar tiroid akibat hormon berlebih. Selain untuk terapi, kedokteran nuklir juga dapat digunakan dalam pemeriksaan fungsi ginjal dengan tehnik renogram.

Baca: Cath Lab Pusat Jantung Mandaya

Renogram

Renogram adalah tes sederhana dan non-invasif dari kedokteran nuklir yang memberikan informasi penting kepada dokter tentang seberapa baik ginjal pasien bekerja. Caranya dengan menyuntikkan cairan radioaktif dalam dosis kecil yang merupakan tracer atau pelacak radioaktif.

Pelacak ini akan membaca aliran darah dan fungsi pada ginjal yang kemudian akan dipindai dengan CT Scan untuk membaca hasil dari fungsi ginjal, fungsi filtrasi serta drainase untuk menentukan kinerja dan kondisi organ tersebut.

Tes renogram dapat membantu dokter menilai fungsi dan kinerja ginjal secara terpisah, sampai menentukan treatment yang tepat bagi si pasien. Tes ini dapat mendeteksi masalah penyakit bawaan ginjal, pembengkakan ginjal atau hidronefrosis.

Keunggulan Renogram

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, renogram dilakukan dengan cara menyuntikkan dosis kecil radioaktif ke dalam tubuh. Selama tes berlangsung, pasien tidak akan merasakan apapun karena dosis yang digunakan telah disesuaikan dengan masa dan berat tubuh pasien.

Di Mandaya, kami memiliki tim kedokteran nuklir yang berpengalaman dan tergabung dalam Advanced Cancer & Radioteraphy Center. Didukung dengan teknologi Spect CT yang lebih sensitif terhadap cairan radioaktif sehingga pencitraan yang dihasilkan menjadi lebih jelas. Selain itu, tim kedokteran nuklir Mandaya juga dapat menangani pasien terapi ablasi.

Tim Kedokteran Nuklir Mandaya Royal Hospital Puri

  • Eko Purnomo, Sp.KN (K)Onk
  • Alvita Dewi S, Sp.KN (K),M.Kes,FANMB
  • Aleksander, Sp.KNTM,FANMB

Informasi konsultasi dan jadwal dokter bisa menghubungi nomor 0811-1902-2021 atau klik link dibawah ini.

Leave a Reply

Please rate*

Your email address will not be published. Required fields are marked *