fbpx

Mengenal Vertigo: Penyebab, Gejala, hingga Pengobatannya

Vertigo adalah sensasi seolah-olah lingkungan di sekitar Anda berputar. Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa pusing dan kehilangan keseimbangan. Vertigo bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari berbagai kondisi kesehatan, dan dapat muncul bersamaan dengan gejala lainnya.

Konsultasi dokter

Jenis-jenis vertigo

Secara umum, terdapat dua jenis utama vertigo, yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral.

1. Vertigo perifer

Vertigo perifer adalah jenis yang paling sering terjadi. Kondisi ini muncul akibat adanya gangguan pada telinga bagian dalam atau saraf vestibular, yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh.

Beberapa subjenis vertigo perifer meliputi:

  • Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV).
  • Labirinitis.
  • Neuritis vestibular.
  • Penyakit Ménière.

2. Vertigo sentral

Sementara itu, vertigo sentral tergolong lebih jarang terjadi. Vertigo jenis ini disebabkan oleh kondisi yang memengaruhi otak, seperti infeksi, stroke, atau cedera otak traumatik. Penderita vertigo sentral umumnya mengalami gejala yang lebih berat, seperti ketidakstabilan yang parah atau kesulitan berjalan.

Apa saja gejala vertigo?

Selain sensasi seolah-olah lingkungan di sekitar berputar, berikut ini adalah sejumlah gejala vertigo lainnya yang penting untuk dikenali:

  • Mual dan muntah.
  • Pusing.
  • Gangguan keseimbangan.
  • Penurunan pendengaran pada satu atau kedua telinga.
  • Tinnitus (telinga berdenging).
  • Sakit kepala.
  • Mabuk perjalanan.
  • Sensasi penuh atau tekanan di dalam telinga.
  • Nistagmus, yaitu kondisi ketika mata bergerak ke samping secara cepat dan tidak terkendali.

Konsultasi dokter

Penyebab vertigo

Penyebab vertigo dapat berbeda-beda pada setiap orang dan dapat meliputi:

  • Sakit kepala migrain.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk beberapa jenis antibiotik, obat antiinflamasi, dan obat kardiovaskular.
  • Stroke.
  • Aritmia (gangguan irama jantung).
  • Diabetes.
  • Cedera kepala.
  • Tirah baring dalam waktu lama.
  • Herpes zoster (cacar ular) di dalam atau di sekitar telinga.
  • Operasi telinga.
  • Fistula perilimfatik, yaitu kondisi ketika cairan telinga bagian dalam bocor ke telinga tengah.
  • Hiperventilasi (napas cepat).
  • Tekanan darah rendah, terutama saat berdiri secara tiba-tiba.
  • Ataksia (kelemahan atau gangguan koordinasi otot).
  • Sifilis.
  • Otosklerosis, yaitu pertumbuhan tulang abnormal yang memengaruhi telinga tengah.
  • Penyakit otak.
  • Multiple sclerosis.
  • Neuroma akustik.

Vertigo dapat menyebabkan jatuh yang berisiko menimbulkan patah tulang atau cedera lainnya. Selain itu, vertigo juga dapat mengganggu kualitas hidup serta menghambat aktivitas sehari-hari, seperti mengemudi atau bekerja.

Konsultasi dokter

Bagaimana vertigo didiagnosis?

Beberapa tes yang dapat dilakukan oleh tenaga medis untuk mendiagnosis vertigo antara lain:

  • Tes Fukuda-Unterberger

Pada pemeriksaan ini, Anda akan diminta untuk berjalan di tempat selama sekitar 30 detik dengan mata tertutup. Apabila tubuh berputar atau condong ke satu sisi, hal tersebut dapat menandakan adanya gangguan pada labirin telinga bagian dalam yang dapat menyebabkan vertigo.

  • Tes Romberg

Dalam tes ini, Anda diminta berdiri dengan kedua kaki rapat dan lengan di samping tubuh, kemudian menutup mata. Jika Anda merasa goyah atau tidak seimbang, kondisi tersebut dapat mengindikasikan adanya gangguan pada sistem saraf pusat, yaitu otak atau sumsum tulang belakang.

  • Head Impulse Test

Pada pemeriksaan ini, dokter akan menggerakkan kepala Anda secara perlahan ke kanan dan kiri, sementara Anda diminta untuk tetap memfokuskan pandangan pada satu titik yang diam, seperti titik di dinding atau hidung dokter. Gerakan mata akan diamati untuk menilai apakah terdapat gangguan pada sistem keseimbangan di telinga bagian dalam.

  • Pemeriksaan Vestibular

Pemeriksaan ini terdiri dari beberapa tes yang bertujuan untuk mengevaluasi sistem vestibular di telinga bagian dalam. Pemeriksaan vestibular dapat membantu menentukan apakah gejala yang muncul disebabkan oleh gangguan telinga bagian dalam atau masalah pada otak.

  • Pemeriksaan Pencitraan

Tes pencitraan dapat meliputi CT scan (computed tomography) atau MRI (magnetic resonance imaging) untuk melihat kondisi otak dan struktur di sekitarnya secara lebih detail.

Konsultasi dokter

Penanganan vertigo di RS Mandaya Royal Puri oleh Dr. Joy

Vertigo berat dapat menyebabkan sensasi berputar yang sangat mengganggu, disertai keluhan mual, ketidakseimbangan tubuh, hingga membuat penderitanya kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Pada kondisi tertentu, vertigo dipicu oleh adanya penekanan pembuluh darah terhadap saraf vestibular atau saraf ke-8 di otak, sehingga membutuhkan penanganan medis yang lebih komprehensif. Jika ini kasusnya, kondisi tersebut dapat ditangani melalui prosedur Microvascular Decompression (MVD) yang dilakukan oleh Dr. dr. Mardjono Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS (Dr. Joy) di RS Mandaya Royal Puri, sebagai solusi untuk mengurangi tekanan pada saraf dan membantu pasien kembali beraktivitas dengan lebih nyaman.

MVD untuk vertigo merupakan tindakan bedah saraf yang ditujukan untuk mengatasi vertigo berat akibat penekanan pembuluh darah pada saraf vestibular (saraf ke-8) di otak.

Dalam prosedur ini, dokter akan menempatkan bantalan khusus, umumnya berbahan Teflon, di antara saraf dan pembuluh darah yang menekan. Metode ini bertujuan menghilangkan sumber tekanan secara langsung, sehingga sering memberikan hasil jangka panjang pada vertigo kronis dan keluhan tinnitus atau telinga berdenging. Berbeda dengan terapi vertigo konvensional yang umumnya hanya meredakan gejala, operasi MVD menargetkan penyebab utama vertigo.

Tindakan operasi MVD biasanya direkomendasikan pada kasus vertigo persisten yang tidak membaik dengan pengobatan lain, terutama bila disertai gejala tinnitus yang menetap.

Jadwal praktek Dr. Joy (Dr. dr. Mardjono Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS) di RS Mandaya Royal Puri adalah sebagai berikut:

  • Senin: by appointment
  • Selasa: 14.00 – 17.00 WIB
  • Rabu: by appointment
  • Kamis: 08.00 – 12.00 WIB
  • Jumat: 14.00 – 17.00 WIB
  • Sabtu: 08.00 – 12.00 WIB.

Penanganan vertigo lainnya

Berikut ini adalah beberapa penanganan vertigo yang mungkin direkomendasikan dokter sesuai kondisi pasien:

1. Manuver reposisi

Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) terjadi ketika kristal kalsium karbonat berukuran sangat kecil (kanalit) berpindah dari utrikulus di telinga bagian dalam—tempat asalnya—ke saluran setengah lingkaran. Perpindahan ini dapat memicu gejala vertigo, terutama saat posisi kepala berubah.

Prosedur reposisi kanalit, seperti manuver Epley, bertujuan untuk mengembalikan kristal tersebut dari saluran setengah lingkaran ke utrikulus. Manuver ini dilakukan melalui serangkaian gerakan kepala tertentu. Tindakan reposisi kanalit dapat dilakukan oleh tenaga medis saat kunjungan ke fasilitas kesehatan, dan pasien juga dapat diajarkan cara melakukannya sendiri di rumah.

2. Obat-obatan

Pada beberapa kasus vertigo akut (muncul tiba-tiba dan berlangsung singkat), penggunaan obat-obatan dapat membantu meredakan gejala. Dokter dapat merekomendasikan obat mabuk perjalanan, seperti meclizine atau dimenhydrinate, maupun antihistamin, seperti cyclizine, untuk mengurangi keluhan vertigo.

3. Terapi rehabilitasi vestibular

Terapi rehabilitasi vestibular umumnya melibatkan berbagai latihan yang dirancang untuk memperbaiki gejala vertigo yang sering muncul, seperti pusing, gangguan penglihatan, dan masalah keseimbangan. Program terapi akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien. Latihan dapat mencakup peregangan, penguatan otot, latihan kontrol gerakan mata, hingga berjalan di tempat. Dokter atau terapis juga dapat mengajarkan latihan ini agar dapat dilakukan secara mandiri di rumah untuk membantu mengendalikan gejala saat vertigo kambuh.

4. Tindakan operasi

Meskipun jarang, operasi dapat diperlukan apabila vertigo disebabkan oleh kondisi medis serius, seperti tumor otak atau cedera leher. Tindakan operasi biasanya hanya dianjurkan jika metode pengobatan lain tidak memberikan hasil yang optimal. Dokter atau ahli bedah akan menjelaskan jenis prosedur yang dibutuhkan serta hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum dan sesudah tindakan.

Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Tinggalkan Balasan

Please rate*

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes