fbpx

Tiroiditis: Jenis, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

tiroiditis

Tiroiditis adalah peradangan pada kelenjar tiroid yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Kondisi ini dapat bersifat akut atau kronis dan sering kali menyebabkan perubahan dalam fungsi tiroid, baik berupa hipotiroidisme (penurunan produksi hormon tiroid) atau hipertiroidisme (peningkatan produksi hormon tiroid).

Jenis-jenis tiroiditis

Tiroiditis dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebab dan karakteristik klinisnya, yaitu:

1. Tiroiditis Hashimoto

Penyakit Hashimoto adalah peradangan kelenjar tiroid akibat penyakit autoimun. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh keliru menyerang kelenjar tiroid dan menyebabkan hipotiroidisme. Ini adalah jenis tiroiditis yang paling umum.

2. Tiroiditis Subakut (Tiroiditis de Quervain)

Disebabkan oleh infeksi virus dan sering kali menyebabkan nyeri di leher, demam, dan hipertiroidisme sementara.

3. Tiroiditis postpartum

Terjadi pada wanita setelah melahirkan dan biasanya menyebabkan fase hipertiroidisme diikuti oleh hipotiroidisme.

4. Tiroiditis Silent (Tiroiditis painless)

Mirip dengan tiroiditis postpartum tetapi terjadi pada wanita yang tidak hamil dan pria, sering kali tanpa rasa sakit.

5. Tiroiditis akut (Tiroiditis supuratif)

Disebabkan oleh infeksi bakteri yang jarang terjadi dan menyebabkan nyeri hebat, demam, dan pembengkakan di leher.

6. Tiroiditis akibat obat

Disebabkan oleh obat-obatan tertentu, seperti amiodarone, interferon, dan lithium, yang dapat memengaruhi fungsi tiroid.

Baca juga: Rekomendasi Dokter Bedah Spesialis Tiroid Jakarta Barat 

Penyebab tiroiditis

Penyebab tiroiditis bervariasi tergantung pada jenisnya. Namun, ada beberapa faktor umum meliputi:

1. Gangguan autoimun

Pada kasus seperti tiroiditis Hashimoto, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang kelenjar tiroid.

2. Infeksi

Infeksi virus atau bakteri dapat menyebabkan peradangan pada kelenjar tiroid.

3. Kehamilan

Perubahan hormon dan sistem kekebalan selama dan setelah kehamilan dapat memicu tiroiditis postpartum.

4. Obat-obatan

Beberapa obat dapat memicu peradangan pada kelenjar tiroid.

Konsultasi dokter

Gejala Tiroiditis

Gejala tiroiditis dapat bervariasi tergantung pada jenisnya dan apakah menyebabkan hipotiroidisme atau hipertiroidisme. Gejala umum meliputi:

  • Hipotiroidisme: kelelahan, peningkatan berat badan, kulit kering, rambut rontok, sembelit, depresi, dan tidak tahan suhu dingin.
  • Hipertiroidisme: penurunan berat badan, detak jantung cepat, kecemasan, iritabilitas, tremor, dan intoleransi terhadap panas.
  • Nyeri leher: terutama pada tiroiditis subakut, pasien mungkin mengalami nyeri leher yang menjalar ke rahang atau telinga.
  • Pembengkakan di leher: pembengkakan pada kelenjar tiroid dapat menyebabkan benjolan di leher.

Baca juga: Benjolan di Ketiak, Mungkinkah Kanker? 

Diagnosis tiroiditis

Untuk mendiagnosis tiroiditis, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui ada tidaknya pembengkakan atau benjolan di leher.

Untuk mengonfirmasi, dokter akan melakukan beberapa tes dan prosedur, termasuk:

  • Tes darah: mengukur kadar hormon tiroid (T3, T4) dan hormon perangsang tiroid (TSH) untuk menilai fungsi tiroid. Tes darah juga dapat mengukur antibodi tiroid untuk mendeteksi tiroiditis autoimun.
  • Pemindaian tiroid: menggunakan ultrasonografi atau radioisotop untuk melihat ukuran, bentuk, dan aktivitas kelenjar tiroid.
  • Biopsi: Mengambil sampel jaringan dari kelenjar tiroid untuk analisis lebih lanjut jika ada dugaan kanker tiroid.

Pengobatan tiroiditis

Pengobatan tiroiditis tergantung pada jenis dan gejalanya. Berikut beberapa caranya

  • Pengobatan hipotiroid: menggunakan levothyroxine untuk menggantikan hormon tiroid yang kurang.
  • Pengobatan hipertiroid: menggunakan obat antitiroid untuk mengurangi produksi hormon tiroid atau beta-blocker untuk mengelola gejala.
  • Perawatan nyeri dan peradangan: pemberian obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) atau kortikosteroid untuk mengurangi nyeri dan peradangan pada tiroiditis subakut.
  • Antibiotik: Pada tiroiditis akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri, pemberian antibiotik diperlukan.
  • Pemantauan: pada beberapa kasus, terutama tiroiditis silent dan postpartum, pemantauan rutin mungkin cukup karena kondisi ini sering membaik dengan sendirinya.

Baca juga: Metode Pengobatan Hipertiroid Tanpa Operasi di RS Mandaya Royal Puri, Berhenti Minum Obat Seumur Hidup 

Pencegahan tiroiditis

Tidak semua jenis tiroiditis dapat dicegah, tetapi beberapa langkah yang dapat membantu, contohnya:

  • Pemeriksaan kesehatan rutin: melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tiroid atau gejala yang mencurigakan.
  • Mengelola penyakit autoimun: jika memiliki penyakit autoimun lain, menjaga kesehatan yang optimal dapat membantu mencegah sistem imun menyerang kelenjar tiroid yang menyebabkan tiroiditis.
  • Menghindari infeksi: menjaga kebersihan dan menghindari paparan infeksi dapat mengurangi risiko tiroiditis subakut.

Kapan harus ke dokter?

Konsultasi dokter

Jika Anda mengalami gejala-gejala yang mencurigakan, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Jangan ragu untuk berkonsultasi di Mandaya Hospital.  Advanced Thyroid Center kami dapat memberikan pelayanan terbaik untuk menangani berbagai keluhan tiroid lainnya. Didukung oleh dokter spesialis berpengalaman serta peralatan medis yang lengkap, kami dapat memberikan penanganan mulai dari pengobatan hingga prosedur ablasi untuk mengatasi tiroid.

Lihat juga: Hipertiroid Bisa Sembuh di Mandaya Royal Hospital Puri Tanpa Ketergantungan Obat

Gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes