Saraf terjepit merupakan kondisi ketika saraf mengalami tekanan akibat bantalan tulang belakang (diskus) yang menonjol atau membengkak, sehingga menimbulkan berbagai keluhan. Gejala yang paling sering dirasakan antara lain nyeri pinggang, nyeri yang menjalar ke tungkai, kesemutan, kebas, hingga keterbatasan gerak dalam beraktivitas. Pada beberapa pasien, keluhan ini dapat berlangsung lama dan tidak membaik meskipun sudah menjalani terapi konservatif seperti fisioterapi.
Kondisi tersebut dialami oleh seorang pasien yang datang ke RS Mandaya Royal Puri dengan diagnosis HNP (Herniated Nucleus Pulposus) atau pembengkakan bantalan tulang belakang di area pinggang. Pasien mengeluhkan nyeri pinggang yang dominan, disertai nyeri menjalar ke tungkai pada waktu tertentu. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya bulging atau pembengkakan bantalan di area lumbal L4–L5. Untuk menangani kondisi seperti ini, RS Mandaya Royal Puri memiliki dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang yang berpengalaman, yaitu dr. Mohammad Fachry Lubis, Sp.OT-(K), yang melakukan penanganan dengan tindakan PLDD (Percutaneous Laser Disc Decompression).
Contents
Kondisi saraf terjepit akibat HNP di lumbal L4–L5
Pada kasus ini, pasien mengalami HNP atau pembengkakan bantalan tulang belakang di area pinggang. Keluhan utama yang dirasakan adalah nyeri pinggang yang cukup mengganggu, disertai nyeri yang sesekali menjalar ke tungkai. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pembengkakan diskus di area lumbal L4–L5, yang menjadi penyebab tekanan pada saraf.
Sebelum dilakukan tindakan, pasien telah menjalani fisioterapi. Namun, karena keluhan nyeri belum menunjukkan perbaikan yang signifikan, diperlukan tindakan lanjutan untuk mengurangi tekanan pada saraf dan meredakan nyeri yang dirasakan pasien.
Penanganan saraf terjepit dengan tindakan PLDD Laser
Untuk mengatasi kondisi tersebut, dr. Fachry melakukan tindakan PLDD dengan laser. PLDD merupakan tindakan minimal invasif yang dilakukan tanpa sayatan operasi. Prosedur ini dilakukan menggunakan alat menyerupai suntikan, kemudian diberikan sinar laser langsung ke bantalan tulang belakang yang mengalami pembengkakan.
Tujuan utama tindakan PLDD adalah untuk membantu mengurangi nyeri serta mengecilkan sebagian ukuran bantalan yang menonjol, sehingga tekanan pada saraf berkurang. Keunggulan dari tindakan ini adalah proses pemulihannya yang relatif cepat. Pasien umumnya sudah dapat kembali melakukan aktivitas ringan keesokan harinya, sesuai dengan anjuran dokter.
Tindakan PLDD dengan laser di RS Mandaya Royal Puri menjadi salah satu pilihan modern dan minimal invasif bagi pasien saraf terjepit yang tidak membaik dengan terapi konservatif, dengan penanganan langsung oleh dokter ortopedi konsultan tulang belakang berpengalaman.
Profil dr. Fachry, dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang di RS Mandaya Puri

dr. Fachry merupakan dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang yang saat ini berpraktik di RS Mandaya Royal Puri. Beliau menempuh pendidikan dokter umum di Universitas Sumatera Utara, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis ortopedi sekaligus subspesialis konsultan tulang belakang di Universitas Indonesia.
Sebagai dokter ortopedi dengan fokus pada penanganan gangguan tulang belakang, dr. Fachry memiliki pengalaman klinis yang luas serta terus mengikuti perkembangan ilmu kedokteran. Untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilannya, beliau secara aktif mengikuti berbagai kursus dan pelatihan di tingkat nasional maupun internasional, di antaranya AO Spine Asia Pacific Cadaveric di Sydney (2017), AO Trauma di Chengdu (2016), Paris Shoulder Course (2017), North America Spine Society di Bali (2017), serta AO Spine Advance di Jakarta (2017).
Dalam praktik medisnya, dr. Fachry berpengalaman menangani beragam penyakit dan kelainan tulang belakang, termasuk saraf terjepit, skoliosis, pergeseran tulang belakang, tumor pada saraf tulang belakang, hingga kasus patah tulang belakang. Selain itu, beliau juga menangani cedera tulang belakang akibat aktivitas olahraga serta berbagai keluhan nyeri dan gangguan saraf, seperti nyeri pinggang yang menjalar ke kaki, nyeri dari leher hingga kepala, nyeri di area bokong, serta nyeri punggung dan pinggang yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jadwal dr. Fachry di RS Mandaya Royal Puri
dr. Mohammad Fachry Lubis, Sp.OT-(K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada hari:
- Selasa: 17.00 – 20.00 WIB
- Kamis: 11.00 – 15.00 WIB
- Sabtu: 14.00 – 16.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

