Hemifacial spasm adalah kondisi gangguan saraf yang menyebabkan otot pada satu sisi wajah berkedut atau berkontraksi secara tidak terkendali. Dalam bahasa awam, kondisi ini sering disebut sebagai wajah berkedut yang muncul berulang dan sulit dihentikan. Kedutan biasanya bermula dari area sekitar mata, kemudian dapat menjalar ke pipi hingga sudut bibir. Pada sebagian penderita, kedutan bisa terjadi semakin sering dan semakin kuat, bahkan muncul saat berbicara, tersenyum, atau sedang beristirahat. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan rasa percaya diri karena gerakan wajah yang sulit dikendalikan.
Untuk membantu mengatasi kondisi tersebut, Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan tindakan Microvascular Decompression (MVD) yang dilakukan oleh Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS, atau yang akrab dikenal sebagai Dr. Joy. Ia merupakan dokter spesialis bedah saraf yang berpengalaman dalam menangani berbagai gangguan saraf, termasuk hemifacial spasm. Tindakan MVD bertujuan untuk mengurangi tekanan pembuluh darah pada saraf wajah yang menjadi penyebab utama terjadinya kedutan.
Manfaat tindakan ini telah dirasakan oleh salah satu pasien bernama Ibu Lie Lie, seorang wanita berusia 64 tahun asal Jakarta. Ia sebelumnya mengalami hemifacial spasm yang menyebabkan wajahnya sering berkedut dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Setelah menjalani tindakan MVD oleh Dr. Joy di Mandaya Royal Hospital Puri, kondisi yang dialaminya berhasil ditangani dengan baik.
Contents
Gejala hemifacial spasm yang mengganggu aktivitas
Ibu Lie Lie merupakan salah satu pasien yang mengalami hemifacial spasm. Kedutan tersebut muncul pada sisi kiri wajahnya dan terasa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Muka saya kedut-kedutan sebelah kiri. Rasanya tidak enak dan sangat mengganggu. Tidur juga bergerak terus, mata kadang turun sebelah,” papar Ibu Lie Lie menjelaskan.
Kedutan pada hemifacial spasm dapat dipicu oleh berbagai hal, seperti stres, kelelahan, atau bahkan hembusan angin. Pada beberapa kondisi, kedutan juga dapat terus terjadi meskipun pasien sedang beristirahat atau tidur.
“Kalau kena angin atau AC, dia langsung berkedut. Capek tidur juga goyang terus begitu,” katanya.
Setelah menjalani pemeriksaan MRI, diketahui bahwa keluhan yang dialami Ibu Lie Lie disebabkan oleh hemifacial spasm yang berkaitan dengan gangguan pada saraf wajah.
Penyebab hemifacial spasm dan penanganannya dengan MVD

Menurut Dr. Joy, hemifacial spasm biasanya terjadi karena adanya pembuluh darah yang menempel atau menekan saraf wajah (saraf ke-7).
Tekanan dari pembuluh darah tersebut menyebabkan iritasi pada saraf sehingga memicu kontraksi otot wajah yang muncul sebagai kedutan.
“Hemifacial spasm adalah kondisi di mana terjadi kedutan pada satu sisi wajah. Hal ini terjadi karena pembuluh darah menempel pada saraf nomor tujuh, sehingga denyutan pembuluh darah menimbulkan reaksi pada saraf yang muncul sebagai kedutan,” jelas dokter peraih rekor MURI tersebut.
Untuk mengatasi kondisi ini secara lebih efektif, salah satu metode yang dapat dilakukan adalah MVD. Prosedur ini bertujuan untuk memisahkan pembuluh darah yang menekan saraf sehingga iritasi pada saraf dapat dihentikan.
“Tindakan operasi MVD memberikan solusi yang lebih pasti dan jangka panjang karena tekanan pembuluh darah pada saraf dilepaskan sehingga saraf tidak lagi mengalami iritasi,” tegas Dr. Joy.
Kondisi membaik setelah operasi MVD
Setelah berkonsultasi dengan Dr. Joy, Ibu Lie Lie akhirnya memutuskan untuk menjalani tindakan MVD di Mandaya Royal Hospital Puri. Keputusan tersebut diambil setelah ia mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai prosedur serta manfaat yang bisa diperoleh.
Beberapa waktu setelah tindakan dilakukan, kondisi yang dialaminya mulai menunjukkan perbaikan yang signifikan. Kedutan wajah yang sebelumnya sering muncul kini sudah tidak dirasakan lagi.
“Saya di sini saja sudah seminggu lebih sudah mulai membaik. Kedutannya langsung hilang. Sekarang sudah tidak ada lagi.”
Pengalaman ini menunjukkan bahwa tindakan MVD dapat menjadi solusi efektif bagi pasien hemifacial spasm yang mengalami kedutan wajah yang mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih nyaman.
Profil Dr. Joy dan jadwal prakteknya di RS Mandaya Royal Puri

Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS, yang lebih dikenal sebagai Dr. Joy, merupakan dokter spesialis bedah saraf dengan fokus subspesialisasi pada penyakit pembuluh darah otak. Ia memiliki pengalaman luas dalam menangani berbagai gangguan pada sistem saraf, khususnya kondisi yang berkaitan dengan kelainan pada pembuluh darah di otak.
Dr. Joy menempuh pendidikan doktoralnya di University of Helsinki, Finlandia. Dalam penelitiannya, ia mendalami aneurisma otak, termasuk bagaimana kondisi tersebut dapat terbentuk, cara mendeteksinya secara medis, serta pendekatan terapi yang dapat dilakukan untuk menanganinya.
Di samping memberikan pelayanan medis kepada pasien di Mandaya Royal Hospital Puri, Dr. Joy juga aktif dalam kegiatan ilmiah dan edukasi. Ia menulis buku berjudul Memahami Aneurisma Otak yang telah diterbitkan dalam dua edisi. Buku tersebut membahas aneurisma otak secara menyeluruh, mulai dari penyebab, mekanisme terjadinya penyakit, metode diagnosis, hingga berbagai pilihan penanganan yang tersedia.
Dalam praktik sehari-hari, Dr. Joy kerap menangani berbagai kasus neurologi dengan tingkat kompleksitas yang tinggi, seperti:
- Aneurisma otak
- Penyempitan pembuluh darah otak (stenosis)
- Perdarahan otak
- Tumor otak
- Kanker otak.
Didukung oleh pengalaman klinis yang panjang, rekam jejak akademik yang solid, serta berbagai pelatihan di pusat bedah saraf ternama di dunia, Dr. Joy dikenal sebagai salah satu dokter bedah saraf yang berpengaruh di Indonesia. Keahliannya banyak diandalkan dalam menangani kasus-kasus sulit yang berkaitan dengan pembuluh darah otak maupun tumor otak.
Bagi pasien yang ingin berkonsultasi, jadwal praktek Dr. Joy di RS Mandaya Royal Puri adalah sebagai berikut:
- Senin: by appointment
- Selasa: 14.00 – 17.00 WIB
- Rabu: by appointment
- Kamis: 08.00 – 12.00 WIB
- Jumat: 14.00 – 17.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 12.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

