Saraf terjepit merupakan kondisi ketika saraf tulang belakang mengalami tekanan akibat penyempitan ruang, penonjolan bantalan tulang (diskus), atau perubahan struktur tulang belakang. Pada tulang belakang bagian bawah (lumbar), area yang paling sering terdampak adalah segmen L4-L5 dan L3-L4.
Saraf terjepit di L4-L5 umumnya menimbulkan nyeri hebat di punggung bawah yang menjalar hingga bokong, paha, betis, bahkan mencapai mata kaki. Sementara itu, jepitan di L3-L4 dapat menyebabkan nyeri pinggang, kelemahan otot, hingga kesulitan berjalan. Jika terjadi pada lebih dari satu segmen, keluhan nyeri bisa terasa terus-menerus dan sangat mengganggu aktivitas harian pasien.
Kondisi inilah yang dialami oleh seorang pasien yang kemudian menjalani penanganan saraf terjepit di RS Mandaya Royal Puri oleh dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS.
Contents
Keluhan pasien: nyeri menjalar dari pinggang hingga mata kaki

Pasien mengeluhkan nyeri yang dirasakan hampir setiap waktu, dengan sensasi sakit yang menjalar dari area punggung hingga ke mata kaki. Rasa nyeri tersebut sangat berat, namun tetap ditahan oleh pasien dalam kesehariannya.
Pasien mengungkapkan bahwa obat pereda nyeri hanya dikonsumsi saat rasa sakit sudah tidak tertahankan. Jika masih bisa menahan nyeri, pasien memilih untuk tidak mengonsumsi obat. Kondisi ini berlangsung cukup lama dan sangat memengaruhi kualitas hidup pasien.
Hasil pemeriksaan MRI: dua titik saraf terjepit
Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan MRI, dr. Christian Permana menjelaskan bahwa ditemukan dua titik saraf yang mengalami penjepitan. Penjepitan paling berat terjadi pada segmen L4-L5, disertai dengan penjepitan tambahan yang mulai muncul di L3-L4.
Temuan ini menjelaskan mengapa pasien merasakan nyeri yang menjalar luas dan menetap, sehingga dibutuhkan tindakan yang tepat untuk mengatasi sumber penjepitan saraf tersebut.
Monoportal Endoscopic Lumbar Decompression sebagai solusi minimal invasif
Untuk menangani kondisi tersebut, dr. Christian Permana melakukan tindakan Monoportal Endoscopic Lumbar Decompression. Teknik ini merupakan prosedur operasi tulang belakang minimal invasif yang dilakukan dengan bantuan kamera endoskopi melalui satu jalur (monoportal).
Pada prosedur ini, dokter membuat sayatan yang sangat kecil, kurang dari 1 cm, untuk memasukkan alat endoskopi dan melakukan pelepasan tekanan pada saraf yang terjepit. Dengan bantuan visualisasi kamera, tindakan dapat dilakukan secara presisi tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
Keunggulan Monoportal Endoscopic Lumbar Decompression
Dibandingkan dengan operasi terbuka (open surgery), teknik Monoportal Endoscopic Lumbar Decompression memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:
- Luka operasi sangat kecil
- Risiko infeksi lebih rendah
- Kerusakan jaringan minimal
- Nyeri pascaoperasi lebih ringan
- Proses pemulihan jauh lebih cepat
Dengan teknik ini, pasien bahkan sudah dapat berjalan dalam waktu 1 hari setelah operasi. Dalam kondisi tertentu, pasien juga dapat langsung pulang tanpa perlu rawat inap lama.
Pengalaman pasien setelah operasi
Pasien mengungkapkan bahwa sebelum tindakan, dr. Christian Permana menjelaskan prosedur operasi secara detail, termasuk keunggulan tindakan dan proses pemulihan setelahnya. Penjelasan yang jelas tersebut membuat pasien merasa lebih tenang dan yakin menjalani operasi.
Setelah operasi dilakukan, pasien merasakan perubahan yang sangat signifikan. Nyeri yang sebelumnya terasa seperti mengikat dari mata kaki hingga punggung perlahan menghilang. Pasien kini dapat berjalan normal dan melakukan aktivitas sehari-hari tanpa rasa sakit.
Pasien menggambarkan kondisi pascaoperasi sebagai sesuatu yang sangat melegakan, bahkan menyebut terbebas dari penderitaan yang telah lama dirasakan.
Keberhasilan tindakan Monoportal Endoscopic Lumbar Decompression ini tidak lepas dari pengalaman dan keahlian dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS, sebagai dokter bedah saraf di RS Mandaya Royal Puri. Dengan pendekatan minimal invasif dan teknologi modern, pasien saraf terjepit kini memiliki pilihan pengobatan yang lebih aman, efektif, dan nyaman.
Jadwal dr. Christian Permana di RS Mandaya Puri
dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 13.00 – 17.00 WIB
- Kamis: 13.00 – 17.00 WIB
- Jumat: 13.00 – 17.00 WIB
- Sabtu: 13.00 – 17.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

