Artroskopi bahu adalah prosedur operasi minimal invasif yang dilakukan pada sendi bahu dengan menggunakan kamera kecil dan alat khusus yang dimasukkan melalui sayatan berukuran sangat kecil. Melalui teknik ini, dokter dapat melihat langsung kondisi di dalam sendi bahu untuk menegakkan diagnosis sekaligus menangani berbagai gangguan pada bahu.
Karena dilakukan dengan sayatan kecil, prosedur ini umumnya menimbulkan nyeri yang lebih ringan serta waktu pemulihan yang lebih cepat dibandingkan operasi terbuka. Jika Anda mengalami nyeri bahu yang tidak kunjung membaik atau cedera yang memerlukan perbaikan, artroskopi bahu dapat menjadi salah satu pilihan tindakan yang direkomendasikan dokter.
RS Mandaya Royal Puri menyediakan layanan artroskopi bahu yang ditangani oleh dokter spesialis ortopedi konsultan bahu dan siku berpengalaman. Dengan dukungan teknologi modern dan keahlian tim medis yang kompeten, prosedur ini dilakukan secara presisi untuk membantu pasien kembali beraktivitas dengan nyaman dan optimal.
Contents
Kapan artroskopi bahu dilakukan?
Artroskopi bahu dapat menjadi pilihan untuk menangani hampir semua gangguan pada bahu, kecuali kondisi darurat tertentu atau jika pasien memerlukan operasi penggantian sendi bahu secara total. Prosedur ini digunakan untuk membantu mengatasi berbagai masalah pada sendi bahu dengan teknik minimal invasif atau minim sayatan.
Beberapa kondisi yang dapat ditangani dengan artroskopi bahu antara lain:
- Gangguan pada tendon bisep, seperti robekan atau peradangan menahun (tendonitis kronis).
- Robekan tulang rawan (kartilago) pada sendi bahu, seperti cedera SLAP atau lesi Bankart yang sering terjadi akibat cedera atau dislokasi berulang.
- Patah tulang bahu yang cukup kompleks, misalnya tulang yang pecah menjadi beberapa bagian.
- Gangguan pada rotator cuff (kumpulan otot dan tendon penopang bahu), seperti robekan besar atau peradangan.
- Dislokasi bahu berat atau keseleo parah yang menyebabkan sendi tidak stabil.
- Radang sendi bahu (osteoarthritis) yang menimbulkan nyeri dan kaku pada sendi.
Pada sebagian besar kasus, operasi bukanlah pilihan pertama dalam menangani masalah bahu. Biasanya dokter akan menyarankan pengobatan non-operasi terlebih dahulu, seperti obat-obatan, fisioterapi, atau suntikan. Namun, jika keluhan tidak membaik dengan cara tersebut, artroskopi bahu bisa menjadi langkah selanjutnya. Karena dilakukan dengan sayatan kecil, prosedur ini umumnya membuat proses operasi dan pemulihan terasa lebih ringan dibandingkan operasi terbuka.
Baca juga: Mandaya Puri Miliki Dokter Spesialis Bahu Kaku, Frozen Shoulder
Bagaimana prosedur artroskopi bahu dilakukan?
Artroskopi bahu umumnya merupakan prosedur rawat jalan, sehingga pasien biasanya dapat pulang di hari yang sama setelah operasi, kecuali memiliki kondisi kesehatan tertentu yang memerlukan pemantauan lebih lanjut. Lama tindakan biasanya berlangsung sekitar satu hingga dua jam.
Berikut gambaran tahapan yang dilakukan saat artroskopi bahu:
- Tim medis akan memposisikan pasien dalam posisi setengah duduk atau miring ke samping. Area bahu akan dibersihkan dengan cairan antiseptik untuk mencegah infeksi, dan rambut di sekitar area operasi dapat dicukur bila diperlukan.
- Dokter akan menyuntikkan cairan khusus ke dalam sendi bahu. Cairan ini membantu mengembangkan ruang sendi sehingga jaringan di dalamnya lebih mudah terlihat.
- Dokter kemudian membuat sayatan kecil, biasanya sekitar 1–2 cm, pada bahu untuk memasukkan kamera kecil yang disebut artroskop.
- Kamera tersebut menampilkan gambar bagian dalam sendi bahu ke layar monitor, sehingga dokter dapat melihat secara jelas sumber masalah dan melakukan perbaikan.
- Jika diperlukan, dokter akan membuat beberapa sayatan kecil tambahan untuk memasukkan alat-alat bedah khusus yang digunakan memperbaiki jaringan yang rusak.
- Setelah tindakan selesai, sayatan akan ditutup dan dibalut. Pasien kemudian dibawa ke ruang pemulihan untuk menunggu efek anestesi hilang.
- Biasanya pasien akan berada di ruang pemulihan selama satu hingga dua jam sambil dipantau kondisinya. Sebelum pulang, tim medis akan memberikan penjelasan mengenai perawatan di rumah dan memasang penyangga lengan (sling) untuk menjaga posisi bahu selama masa awal pemulihan.
Baca juga: Hanya 1 cm, Operasi Bahu Kaku Bisa di RS Mandaya Royal Puri
Apa saja manfaat artroskopi bahu?
Artroskopi bahu memiliki beberapa keunggulan dibandingkan operasi terbuka karena dilakukan melalui sayatan yang sangat kecil. Hal ini membuat proses pemulihan menjadi lebih ringan dan nyaman bagi pasien.
Berikut beberapa manfaat artroskopi bahu:
- Luka operasi lebih kecil: Karena tidak memerlukan sayatan besar, bekas luka lebih kecil dan proses penyembuhan kulit biasanya lebih cepat.
- Nyeri pasca operasi lebih ringan: Sayatan yang kecil umumnya menyebabkan rasa sakit yang lebih minimal dibandingkan operasi terbuka.
- Risiko komplikasi lebih rendah: Dengan luka yang lebih kecil, risiko infeksi dan gangguan penyembuhan luka juga cenderung lebih rendah.
- Pemulihan lebih cepat: Pasien biasanya bisa memulai fisioterapi atau latihan gerak lebih awal.
- Mengurangi risiko bahu kaku: Karena bahu dapat mulai digerakkan lebih cepat, risiko terjadinya kekakuan sendi (kontraktur) menjadi lebih kecil.
Secara keseluruhan, artroskopi bahu membantu pasien kembali beraktivitas dengan lebih cepat dan nyaman dibandingkan metode operasi konvensional.
Baca juga: Tindakan Artroskopi untuk Atasi Nyeri Bahu Akibat Otot Terjepit oleh dr. Troy di RS Mandaya Puri
Profil dr. Troy, dokter ortopedi konsultan bahu dan siku di RS Mandaya Royal Puri

Tindakan artroskopi bahu di RS Mandaya Royal Puri dilakukan oleh dokter ortopedi konsultan bahu dan siku yang berpengalaman, yaitu dr. Troydimas Panjaitan, Sp.OT (K).
dr. Troy merupakan dokter spesialis ortopedi yang memiliki fokus keahlian pada penanganan gangguan bahu dan siku. Ia menyelesaikan pendidikan Spesialis Orthopedi & Traumatologi di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan pelatihan subspesialis Shoulder & Elbow di Sports Medicine & Joint Center, Funabashi Orthopaedic Hospital, Chiba, Jepang.
Sebagai konsultan bahu dan siku, dr. Troy berpengalaman melakukan berbagai tindakan, mulai dari prosedur artroskopi (operasi minimal invasif) hingga arthroplasty atau operasi penggantian sendi bahu dan siku. Ia juga menangani beragam cedera olahraga, termasuk cedera pada atlet maupun individu aktif yang mengalami gangguan sendi akibat aktivitas fisik.
Kompetensinya semakin diperkuat dengan keikutsertaan dalam berbagai workshop, kursus, dan forum ilmiah nasional maupun internasional, di antaranya:
- Lecturer & Instructor – Workshop Arthroscopy of Shoulder, Shoulder Hemiarthroplasty, and Total Elbow Arthroplasty pada 67th Continuing Orthopaedic Education “All About the Sports Injury in Musculoskeletal System”, Indonesia.
- Instructor – Cadaveric Shoulder Arthroscopy Workshop “Bankart Repair & Acromioplasty” dalam The 5th Annual Meeting ASSA-IOSSMA 2018 di RS Dr. Kariadi, Semarang.
- Moderator & Participant – The 5th Annual Meeting of Asean Society for Sports Medicine and Arthroscopy (ASSA) yang digabung dengan The 6th Annual Meeting of Indonesian Orthopaedic Society of Sports Medicine and Arthroscopy (IOSSMA), Semarang.
- Participant – The 37th Arthroscopy Association of North America Annual Meeting (AANA18), Chicago.
- Lecturer & Instructor – IOSSMA/AANA Shoulder Arthroscopy Workshop & Live Surgery dalam CONMED Linvatec Asia Arthroscopy Symposium (CLAAS) Indonesia.
Dengan latar belakang pendidikan internasional dan pengalaman klinis yang luas, dr. Troy berkomitmen memberikan penanganan komprehensif dan berbasis teknologi modern untuk membantu pasien kembali beraktivitas secara optimal.
dr. Troydimas Panjaitan, Sp.OT (K) Shoulder & Elbow bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 17.00 – 20.00 WIB
- Jumat: 17.00 – 20.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

