Miom rahim sering kali membuat pasien harus menghadapi pilihan tindakan operasi, bahkan hingga pengangkatan rahim (histerektomi) jika ukurannya cukup besar atau menimbulkan keluhan. Namun, perkembangan teknologi medis kini memberikan alternatif pengobatan yang lebih minimal invasif. Salah satunya adalah High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU), sebuah metode terapi yang mampu menghancurkan jaringan miom tanpa sayatan dan tanpa operasi.
Teknologi ini telah tersedia di RS Mandaya Royal Puri dan memungkinkan pasien menangani miom tanpa harus kehilangan rahim. Bahkan, manfaat teknologi ini sudah dirasakan langsung oleh seorang pasien asal Klaten bernama Ibu Elli yang berhasil mengatasi miom berukuran 3 dan 6 cm tanpa menjalani tindakan histerektomi.
Bagi Ibu Elli, menjalani terapi HIFU menjadi pilihan yang ia anggap paling sesuai dengan kondisinya. Melalui metode ini, ia tetap bisa mempertahankan fungsi alami tubuhnya sebagai seorang wanita tanpa harus menghadapi menopause dini yang dapat terjadi setelah pengangkatan rahim.
“Ini keputusan terbaik bagi saya karena pilihan saya, saya akan menopause dengan normal. Jadi tidak diambil haknya oleh siapapun,” kata Ibu Elli.
Contents
Gejala miom yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari
Ibu Elli sebenarnya sudah mengetahui bahwa dirinya memiliki miom sejak tahun 2014. Saat itu, ukuran miom masih kecil sehingga belum menimbulkan keluhan yang berarti. Namun dalam beberapa waktu terakhir, kondisi tersebut mulai berubah dan gejala yang dirasakan semakin mengganggu aktivitasnya.
Ia menceritakan: “Background saya dulu bahwa saya punya miom itu tahun 2014. Tapi satu semester terakhir ini keluhannya mulai terasa ketika sulit untuk BAB, sering kembung, kemudian ada keluhan di daerah kandung kemih.”
Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dokter menyampaikan salah satu pilihan penanganan yaitu operasi pengangkatan rahim. Bagi banyak wanita, keputusan ini tentu bukan hal yang mudah untuk diterima.
“Tentunya kalau angkat rahim itu kedengaran di semua telinga wanita akan banyak ketakutan. Karena tidak hanya sekadar angkat rahim dan semuanya selesai, karena kita hidup dari hormon tentunya efeknya akan ke mana-mana.”
Karena itulah, Ibu Elli bersama keluarganya mulai mencari solusi lain yang memungkinkan miom dapat ditangani tanpa harus kehilangan rahim.
Menemukan terapi HIFU tanpa operasi di RS Mandaya Puri
Peran keluarga menjadi salah satu faktor penting yang mendorong Ibu Elli terus mencari alternatif pengobatan yang lebih minim risiko. Anak-anaknya bahkan turut membantu mencari informasi mengenai teknologi medis terbaru yang dapat menjadi pilihan terapi.
Ia pun mengingat dukungan tersebut: “Anak-anak kami juga support, ‘Mak ada teknologi yang baru katanya tanpa angkat rahim tapi miomnya bisa hilang.’”
Pencarian informasi dilakukan di beberapa kota seperti Solo, Semarang, hingga Yogyakarta. Namun pada akhirnya, teknologi yang dimaksud baru ditemukan di RS Mandaya Royal Puri.
Metode yang dimaksud adalah HIFU, yaitu teknologi yang memanfaatkan gelombang ultrasound berintensitas tinggi untuk menghancurkan jaringan miom. Prosedur ini dilakukan tanpa operasi terbuka maupun sayatan pada tubuh pasien.
Dengan metode ini, pasien tetap dapat mempertahankan rahimnya sekaligus menghindari risiko menopause dini yang bisa terjadi setelah tindakan pengangkatan rahim.
Pengalaman menjalani prosedur HIFU di RS Mandaya Royal Puri
Dalam prosedur HIFU, pasien akan berbaring di meja tindakan sementara dokter menentukan lokasi miom menggunakan teknologi pencitraan medis. Setelah titik target ditentukan dengan tepat, gelombang ultrasound kemudian diarahkan langsung ke jaringan miom untuk menghancurkannya secara bertahap.
Selama proses berlangsung, pasien biasanya diberikan anestesi ringan agar tetap merasa nyaman. Meski demikian, pasien tetap dalam kondisi sadar sehingga masih bisa berkomunikasi dengan tim medis selama tindakan dilakukan.
Ibu Elli juga membagikan pengalamannya saat menjalani prosedur tersebut bersama dengan dr. Gracia Merryane R.G. Rauw, Sp.OG: “Kesakitan yang terlalu itu enggak yang saya rasakan.”
Karena prosedur ini tidak memerlukan sayatan, pasien juga tidak mengalami luka operasi di bagian tubuh luar.
Kondisi pasien pasca tindakan HIFU
Setelah menjalani tindakan HIFU, salah satu hal yang paling dirasakan oleh Ibu Elli adalah kemudahan untuk kembali beraktivitas seperti biasa. Hal ini karena tidak ada luka operasi yang harus dirawat selama masa pemulihan.
Ia mengatakan: “Yang paling enak setelah tindakan kita sudah bebas untuk beraktivitas karena saya enggak punya luka luar yang harus dirawat.”
Menurutnya, memilih HIFU adalah keputusan yang paling tepat karena ia tetap bisa menjalani proses alami tubuh sebagai seorang wanita. “Ini keputusan terbaik bagi saya karena pilihan saya, saya akan menopause dengan normal. Jadi tidak diambil haknya oleh siapapun.”
Perkembangan teknologi medis seperti HIFU memberikan lebih banyak pilihan terapi bagi pasien miom. Kehadiran teknologi ini di RS Mandaya Royal Puri menjadi harapan baru bagi wanita yang ingin menangani miom tanpa harus menjalani operasi pengangkatan rahim.
Profil, keahlian, dan jadwal praktek dr. Gracia di RS Mandaya Puri

dr. Gracia Merryane R.G. Rauw, Sp.OG adalah dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi yang memiliki fokus pada kesehatan reproduksi wanita, kehamilan, serta berbagai gangguan ginekologi, termasuk miom rahim. Ia menangani berbagai kondisi yang berkaitan dengan sistem reproduksi wanita, mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin hingga penanganan medis yang lebih kompleks.
Pendidikan kedokteran umum hingga spesialis ia tempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Dengan latar belakang tersebut, dr. Gracia memiliki keahlian dalam menangani berbagai masalah kesehatan wanita secara menyeluruh.
Dalam praktiknya, ia memberikan berbagai layanan seperti pemeriksaan kesehatan wanita secara berkala, program perencanaan kehamilan, konsultasi laktasi dan keluarga berencana (KB), hingga induksi ovulasi. Selain itu, dr. Gracia juga menangani persalinan normal maupun operasi sesar serta berbagai prosedur ginekologi seperti histerektomi, sterilisasi, laparoskopi, Pap smear, saline infusion sonography (SIS), dan LEEP.
dr. Gracia Merryane R.G Rauw, Sp.OG bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
- Selasa: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
- Rabu: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
- Kamis: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
- Jumat: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

