Spondilosis servikal adalah kondisi yang menggambarkan perubahan “keausan” pada tulang belakang di area leher. Istilah “servikal” mengacu pada leher, sedangkan “spondilosis” berarti bagian tulang belakang mulai mengalami penurunan fungsi atau aus. Kondisi ini juga sering disebut sebagai radang sendi pada leher.
Spondilosis servikal merupakan bagian alami dari proses penuaan dan sangat umum terjadi. Perubahan pada tulang belakang biasanya mulai muncul sejak usia 30-an, dan pada usia 60 tahun, sekitar 9 dari 10 orang sudah mengalaminya.
Jika Anda mengalami spondilosis servikal, leher bisa terasa nyeri, kaku, atau tidak nyaman. Meskipun kondisi ini tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, berbagai pengobatan dapat membantu meredakan gejala dan mencegah kondisinya semakin memburuk.
Contents
Gejala spondilosis servikal
Spondilosis servikal bisa terjadi tanpa menimbulkan gejala. Namun, jika muncul, keluhannya dapat berupa:
- Nyeri leher
- Leher terasa kaku
- Adanya benjolan atau seperti simpul di area leher
- Sakit kepala.
Segera konsultasikan ke dokter jika nyeri atau kaku pada leher berlangsung lebih dari beberapa hari.
Jika perubahan pada tulang belakang menyebabkan tekanan pada saraf tulang belakang, gejala lain juga bisa muncul, seperti mati rasa (kebas), kejang otot, hingga gangguan pergerakan.
Penyebab spondilosis servikal
Penyebab utama spondilosis servikal adalah proses penuaan. Seiring bertambahnya usia, bantalan lunak (diskus) di antara tulang belakang akan mengering dan kehilangan elastisitas. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit diskus degeneratif.
Perubahan ini dapat memicu berbagai masalah lain pada struktur tulang belakang, seperti:
- Gesekan antar tulang pada sendi tulang belakang (osteoarthritis)
- Munculnya tonjolan tulang
- Perubahan posisi atau struktur tulang belakang
- Diskus menonjol atau pecah (hernia diskus)
- Penurunan tinggi bantalan tulang belakang
- Penyempitan ruang di sekitar saraf tulang belakang (spinal stenosis).
Faktor risiko
Spondilosis servikal merupakan bagian alami dari penuaan. Namun, beberapa faktor berikut dapat mempercepat atau memperburuk kondisi ini:
- Pekerjaan yang mengharuskan melihat ke atas atau ke bawah dalam waktu lama
- Riwayat keluarga dengan spondilosis servikal
- Pernah mengalami cedera leher
- Obesitas
- Sering mengangkat beban berat yang memberi tekanan pada leher
- Kebiasaan merokok.
Komplikasi spondilosis servikal
Komplikasi dapat terjadi jika spondilosis servikal menyebabkan kerusakan atau tekanan pada saraf tulang belakang. Secara umum, ada dua jenis komplikasi utama:
1. Mielopati servikal
Kondisi ini terjadi ketika saraf tulang belakang di area leher tertekan. Akibatnya, tangan bisa terasa kebas atau muncul kelemahan pada otot.
2. Radikulopati servikal
Ini adalah kondisi saraf terjepit di leher yang dapat menimbulkan nyeri menjalar hingga ke lengan, disertai kelemahan otot dan sensasi seperti kesemutan atau tertusuk jarum.
Selain itu, spondilosis servikal juga dapat menyebabkan nyeri leher jangka panjang (kronis). Berbagai komplikasi ini dapat berdampak besar pada kualitas hidup, sehingga penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter saat gejala mulai muncul.
Baca juga: Penanganan Saraf Terjepit Bagian Leher di RS Mandaya Royal Puri
Bagaimana cara menangani spondilosis servikal?
Pengobatan spondilosis servikal bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada saraf tulang belakang.
Secara umum, dokter akan memulai dengan terapi tanpa operasi. Beberapa penanganan yang biasanya disarankan antara lain:
- Fisioterapi untuk memperkuat otot leher dan punggung atas
- Obat pereda nyeri yang dijual bebas
- Obat antiinflamasi (NSAID) atau kortikosteroid untuk mengurangi peradangan
- Obat pelemas otot
- Penggunaan penyangga leher (neck collar) dalam jangka pendek
Jika nyeri leher cukup berat, dokter mungkin akan merekomendasikan tindakan seperti suntikan steroid epidural servikal atau radiofrequency ablation.
Namun, bila sudah terjadi tekanan pada saraf tulang belakang, tindakan operasi mungkin diperlukan. Jenis operasi akan disesuaikan dengan penyebabnya. Misalnya, prosedur laminektomi dilakukan untuk mengangkat sebagian tulang yang menekan saraf. Ada juga operasi fusi tulang belakang (spinal fusion) untuk menstabilkan struktur tulang.
Dokter akan berdiskusi bersama Anda untuk menentukan pilihan terapi yang paling sesuai dengan kondisi Anda.
Dokter ortopedi ahli tulang belakang di RS Mandaya Royal Puri

Dokter spesialis ortopedi tulang belakang di RS Mandaya Royal Puri, dr. Mohammad Fachry Lubis, Sp.OT(K), merupakan dokter konsultan tulang belakang yang berpengalaman dalam menangani berbagai gangguan pada tulang belakang, termasuk spondilosis servikal. Ia menempuh pendidikan dokter umum di Universitas Sumatera Utara, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis ortopedi serta subspesialisasi konsultan tulang belakang di Universitas Indonesia.
Dengan pengalaman yang luas di bidang tulang belakang, dr. Fachry juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan kursus untuk terus mengembangkan kemampuan klinisnya. Beberapa pelatihan yang pernah diikuti antara lain AO Spine Asia Pacific Cadaveric di Sydney (2017), AO Trauma di Chengdu (2016), Paris Shoulder Course di Paris (2017), North America Spine Society di Bali (2017), serta AO Spine Advance di Jakarta (2017). Pelatihan tersebut diikuti baik di dalam maupun luar negeri.
Dalam praktiknya, dr. Fachry memiliki keahlian dalam menangani berbagai keluhan pada tulang belakang, khususnya yang berkaitan dengan leher seperti spondilosis servikal. Selain itu, ia juga menangani kondisi lain seperti saraf terjepit, skoliosis, pergeseran tulang belakang, tumor saraf tulang belakang, patah tulang belakang, cedera akibat olahraga, hingga keluhan nyeri yang menjalar dari leher ke kepala atau dari pinggang ke kaki.
Bagi pasien yang ingin berkonsultasi, dr. Mohammad Fachry Lubis, Sp.OT(K) dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada jadwal berikut:
- Selasa: 17.00 – 20.00 WIB
- Kamis: 11.00 – 15.00 WIB
- Jumat: 14.00 – 16.00 WIB
- Sabtu: 14.00 – 16.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

