fbpx

Saraf Terjepit di Leher: Kenali Penyebab, Gejala, dan Dokter yang Menanganinya

Saraf Terjepit di Leher: Kenali Penyebab, Gejala, dan Dokter yang Menanganinya

Saraf terjepit di leher atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai cervical radiculopathy adalah kondisi ketika saraf di area leher mengalami tekanan atau iritasi akibat terjepit di sekitar tulang belakang. 

Kondisi ini terjadi saat saraf yang bercabang dari sumsum tulang belakang mengalami kompresi, sehingga menimbulkan berbagai keluhan seperti nyeri, mati rasa, kesemutan, hingga kelemahan yang dapat menjalar ke bahu, lengan, atau tangan. Rasa tidak nyaman akibat saraf terjepit di leher bisa terasa cukup berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, mengemudi, merawat keluarga, hingga beraktivitas secara normal.

Sebagai solusi dari kondisi ini, RS Mandaya Royal Puri memiliki tim dokter ortopedi dan bedah saraf yang ahli dalam menangani saraf terjepit di leher, tentunya dengan dukungan teknologi canggih dan modern yang bisa membuat pasien merasa nyaman selama menjalani pengobatan. 

Konsultasi dokter

Apa penyebab saraf terjepit di leher?

Penyebab utama saraf terjepit di leher (cervical radiculopathy) meliputi:

  • Herniasi atau penonjolan bantalan tulang belakang (diskus) yang menekan akar saraf
  • Perubahan degeneratif pada tulang belakang.

Kondisi yang dapat memicu terjadinya saraf terjepit di leher antara lain:

  • Cedera
  • Radang sendi (arthritis)
  • Aktivitas fisik berlebihan
  • Cedera akibat pekerjaan atau gerakan yang dilakukan secara berulang.

Faktor risiko saraf terjepit di leher meliputi:

  • Diabetes
  • Kehamilan
  • Tirah baring atau terlalu lama beristirahat di tempat tidur.

Konsultasi dokter

Baca juga: 5 Penanganan Saraf Terjepit dengan Metode Minimal Invasif

Gejala saraf terjepit di leher 

Gejala saraf terjepit di leher yang dapat dirasakan antara lain:

  • Mati rasa pada lengan dan/atau tangan
  • Nyeri tajam atau rasa terbakar yang menjalar ke area sekitar
  • Sensasi kesemutan seperti tertusuk jarum (parestesia)
  • Kelemahan otot pada lengan dan/atau tangan
  • Lengan atau tangan sering terasa “kebas” atau seperti tertidur.

Gejala saraf terjepit di leher dapat terasa lebih berat saat beristirahat atau tidur, tergantung pada posisi kepala.

Konsultasi dokter

Kapan harus ke dokter untuk saraf terjepit di leher

Saraf terjepit di leher umumnya dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Namun, apabila nyeri akibat saraf terjepit di leher tidak kunjung berkurang setelah sekitar satu bulan, atau Anda mengalami nyeri yang sangat berat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau dokter bedah tulang belakang yang memiliki pelatihan khusus (fellowship trained spine surgeon).

Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami:

  • Kelemahan atau penurunan kekuatan pada lengan atau tangan
  • Nyeri hebat
  • Kesulitan berjalan
  • Gangguan buang air besar atau buang air kecil

Selain itu, jika nyeri saraf di leher terjadi akibat trauma, seperti kecelakaan kendaraan bermotor atau terjatuh, sangat disarankan untuk segera mendapatkan penanganan medis secepatnya.

Konsultasi dokter

Dokter ahli saraf terjepit di RS Mandaya Royal Puri

RS Mandaya Royal Puri memiliki tim dokter yang ahli dalam menangani saraf terjepit, yaitu:

1. dr. Christian Ariono, Sp.BS, FINSS, FICS, FINPS

dr. Christian Ariono merupakan dokter spesialis bedah saraf yang memiliki keahlian dalam menangani berbagai kasus saraf terjepit. Selain itu, beliau juga berpengalaman dalam melakukan operasi tumor saraf, menangani gangguan pembuluh darah otak, serta mengatasi berbagai penyakit otak seperti meningitis.

Beliau tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI). Dalam penanganan saraf terjepit, dr. Christian menguasai berbagai tindakan medis, termasuk arthrospine hingga Anterior Cervical Discectomy and Fusion (ACDF).

dr. Christian Ariono, Sp.BS, FINSS, FICS, FINPS bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 08.00 – 16.00 WIB
  • Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
  • Rabu: 08.00 – 16.00 WIB
  • Kamis: 08.00 – 16.00 WIB
  • Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
  • Sabtu: 08.00 – 16.00 WIB.

2. dr. Mohammad Fachry Lubis, Sp.OT-(K)

dr. Mohammad Fachry Lubis adalah dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang (spine) yang menempuh pendidikan Dokter Umum di Universitas Sumatera Utara, serta pendidikan Spesialis Ortopedi dan Konsultan Tulang Belakang di Universitas Indonesia.

Sebagai salah satu rekomendasi dokter saraf terjepit di Jakarta dan Tangerang, dr. Fachry memiliki kompetensi dalam berbagai metode penanganan saraf terjepit, mulai dari PLDD, Biportal Endoscopic Spinal Surgery (BESS), hingga Disc Replacement atau operasi penggantian bantalan tulang belakang.

dr. Mohammad Fachry Lubis, Sp.OT-(K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 17.00 – 20.00 WIB
  • Kamis: 11.00 – 15.00 WIB
  • Jumat: 14.00 – 16.00 WIB
  • Sabtu: 14.00 – 16.00 WIB.

3. dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS

dr. Christian Permana merupakan dokter spesialis bedah saraf yang berpengalaman dalam menangani saraf terjepit dengan teknik minimal invasif. Beberapa metode yang dikuasai antara lain PLDD, PELD, PSLD, ACDF, hingga microdiscectomy, yang bertujuan untuk mengurangi nyeri serta mempercepat pemulihan pasien.

dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 13.00 – 17.00 WIB
  • Kamis: 13.00 – 17.00 WIB
  • Jumat: 13.00 – 17.00 WIB
  • Sabtu: 13.00 – 17.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes