RS Mandaya Puri Miliki Teknologi Intraoperative Neuromonitoring (IOM), Bikin Operasi Saraf Jadi Lebih Aman

RS Mandaya Puri Miliki Teknologi Intraoperative Neuromonitoring (IOM), Bikin Operasi Saraf Jadi Lebih Aman

Operasi bedah saraf merupakan salah satu tindakan medis yang sangat kompleks dan membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi. Setiap prosedur yang dilakukan menyangkut jaringan saraf yang berperan penting dalam fungsi tubuh, seperti pergerakan, sensasi, hingga kemampuan berbicara. Karena itu, dokter bedah saraf dituntut untuk bekerja dengan presisi maksimal dan meminimalkan kesalahan sekecil apa pun guna mencegah risiko kerusakan saraf yang dapat berdampak serius bagi pasien. Dalam kondisi inilah dukungan teknologi canggih menjadi sangat krusial. 

RS Mandaya Royal Puri kini telah menghadirkan teknologi Intraoperative Neuromonitoring (IONM) atau Intraoperative Monitoring (IOM) untuk membantu membuat operasi bedah saraf menjadi lebih aman, lebih akurat, dan semakin terkontrol, sehingga keselamatan pasien sangat terjaga selama operasi. 

Konsultasi dokter

Mengenal teknologi IONM di RS Mandaya Puri untuk operasi bedah saraf yang lebih aman

IONM adalah teknologi yang digunakan saat operasi bedah saraf berlangsung untuk membantu memantau kondisi saraf pasien secara langsung dan real-time. Dalam operasi bedah saraf, dokter sering kali harus bekerja sangat dekat dengan jaringan saraf yang sensitif serta pembuluh darah penunjangnya. Area ini sangat penting karena berperan dalam mengatur berbagai fungsi tubuh (pergerakan, bicara, hingga motorik), sehingga berisiko mengalami gangguan jika tidak ditangani dengan sangat hati-hati.

Melalui IONM, tim dokter spesialis saraf  dapat memperoleh informasi langsung mengenai respons dan fungsi saraf pasien selama prosedur berjalan. 

Teknologi ini memberikan “peringatan dini” kepada dokter apabila terdeteksi adanya perubahan pada fungsi saraf. Dengan begitu, dokter dapat segera menyesuaikan tindakan operasi untuk mencegah atau meminimalkan risiko cedera saraf serta mengurangi kemungkinan gangguan fungsi setelah operasi selesai.

Konsultasi dokter

Manfaat kehadiran teknologi IONM di RS Mandaya Puri

Berikut beberapa manfaat teknologi Intraoperative Neuromonitoring (IONM) dalam operasi bedah saraf di RS Mandaya Puri:

  • Pemantauan saraf secara langsung (real-time)

Selama operasi berlangsung, fungsi saraf pasien terus dipantau. Jika ada perubahan atau tanda bahaya, dokter bisa langsung mengambil tindakan untuk mencegah kerusakan.

  • Mengurangi risiko gangguan saraf permanen

Dengan adanya peringatan dini, risiko komplikasi seperti kelumpuhan, kelemahan anggota gerak, atau hilangnya sensasi dapat ditekan karena potensi cedera sudah terdeteksi sebelum menjadi permanen.

  • Membantu dokter bekerja lebih presisi

IONM membantu dokter membedakan jaringan saraf yang sehat dan penting dengan jaringan yang bermasalah, sehingga tindakan operasi bisa dilakukan lebih akurat.

  • Berfungsi sebagai sistem peringatan dini

Jika saraf mengalami tekanan, tarikan, atau gangguan aliran darah saat operasi, sistem akan segera memberi sinyal kepada tim medis agar dapat segera dikoreksi.

  • Meningkatkan keamanan operasi bedah saraf yang kompleks

Pada operasi yang rumit dan berisiko tinggi, IONM membantu memastikan fungsi saraf tetap terjaga selama prosedur berlangsung.

  • Mendukung pemantauan selama pembiusan

Teknologi ini juga membantu memastikan kondisi sistem saraf tetap stabil selama pasien berada dalam pengaruh anestesi.

Konsultasi dokter

Kapan teknologi IONM bisa digunakan?

Teknologi IONM dapat digunakan pada berbagai kondisi operasi bedah saraf, terutama ketika tindakan dilakukan dekat dengan jaringan saraf penting. Berikut beberapa contohnya:

  • Operasi saraf terjepit di leher (misalnya ACDF atau disc replacement)

Digunakan untuk memantau fungsi saraf dan sumsum tulang belakang selama tindakan, sehingga risiko gangguan gerak atau rasa setelah operasi dapat diminimalkan.

  • Pengangkatan tumor otak

Membantu dokter memastikan area otak yang mengatur fungsi penting seperti gerakan, bicara, dan sensorik tetap aman selama tumor diangkat.

  • Awake brain surgery (operasi otak dalam kondisi sadar)

IONM digunakan bersama evaluasi langsung pada pasien untuk memantau fungsi otak secara lebih akurat, terutama jika tumor berada di dekat pusat bicara atau gerak.

  • Operasi tumor tulang belakang

Membantu menjaga fungsi saraf di sekitar tulang belakang agar tetap terlindungi selama proses pengangkatan tumor.

  • Operasi kelainan atau gangguan pada saraf dan sumsum tulang belakang

Digunakan saat tindakan memiliki risiko memengaruhi jalur saraf utama yang berperan dalam pergerakan dan sensasi tubuh.

Secara umum, IONM digunakan pada operasi bedah saraf yang berisiko tinggi terhadap gangguan fungsi saraf, sehingga prosedur dapat dilakukan dengan lebih aman dan terkontrol.

Konsultasi dokter

Dokter bedah saraf di RS Mandaya Royal Puri

Apabila Anda ingin berkonsultasi seputar kondisi yang berkaitan dengan bedah saraf, seperti pengangkatan tumor otak atau operasi saraf terjepit di leher, berikut ini adalah tim dokter bedah saraf yang bisa Anda kunjungi di RS Mandaya Royal Puri:

1. dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS

dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS merupakan dokter spesialis bedah saraf yang berpengalaman dalam menangani kasus saraf terjepit dengan teknik minimal invasif. Ia menguasai berbagai prosedur modern yang dirancang untuk meminimalkan rasa nyeri, memperkecil luka operasi, serta membantu pasien pulih lebih cepat.

Selain tindakan PLDD (Percutaneous Laser Disc Decompression), dr. Christian Permana juga terampil melakukan PELD (Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy), PSLD, ACDF, hingga microdiscectomy. Setiap metode dipilih dan disesuaikan berdasarkan kondisi serta kebutuhan medis masing-masing pasien.

Tak hanya itu, beliau juga memiliki kompetensi dalam penanganan tumor tulang belakang serta infeksi tulang belakang, termasuk tuberkulosis tulang (TB tulang) dan spondilodiskitis. Penanganan dilakukan dengan pendekatan komprehensif yang didukung teknologi medis terkini.

dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS tersedia di Rumah Sakit Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 13.00 – 17.00 WIB
  • Kamis: 13.00 – 17.00 WIB
  • Jumat: 13.00 – 17.00 WIB
  • Sabtu : 13.00 – 17.00 WIB.

2. dr. Christian Ariono, Sp.BS, FICS

dr. Christian Ariono, Sp.BS, FICS adalah dokter spesialis bedah saraf yang memiliki keahlian khusus dalam menangani saraf terjepit. Ia dikenal berpengalaman melakukan tindakan artrospine dengan teknik minimal invasif melalui sayatan kecil sekitar 1,5 cm, sehingga kerusakan jaringan di sekitar area operasi dapat ditekan seminimal mungkin.

Pendekatan ini memberikan berbagai keuntungan bagi pasien, seperti nyeri pasca operasi yang lebih ringan, masa pemulihan yang lebih singkat, serta kemampuan untuk kembali beraktivitas lebih cepat dibandingkan prosedur bedah konvensional.

dr. Christian Ariono, Sp.BS, FICS tersedia di Rumah Sakit Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 08.00 – 16.00 WIB
  • Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
  • Rabu: 08.00 – 16.00 WIB
  • Kamis: 08.00 – 16.00 WIB
  • Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
  • Sabtu: 08.00 – 16.00 WIB.

3. dr. Luh Ari Indrawati, Sp.N, Subsp. Nf.K.Nm.E.G.T.

dr. Luh Ari Indrawati, Sp.N, Subsp. Nf.K.Nm.E.G.T. merupakan dokter spesialis neurologi dengan subspesialisasi epilepsi dan neurofisiologi klinis. Beliau memiliki pengalaman luas dalam menangani berbagai jenis kejang dan epilepsi, baik pada pasien anak maupun dewasa.

Dengan kompetensi di bidang neurofisiologi klinis, dr. Luh Ari Indrawati menjadi salah satu pilihan dokter saraf untuk pasien yang membutuhkan evaluasi dan penanganan menyeluruh pada gangguan sistem saraf pusat, khususnya epilepsi. Pendekatan yang komprehensif membantu pasien memperoleh diagnosis yang akurat serta terapi yang sesuai dengan kondisinya.

dr. Luh Ari Indrawati, Sp.N, Subsp. Nf.K.Nm.E.G.T. bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Kamis: 17.30 – 20.00 WIB
  • Sabtu: 14.00 – 18.00 WIB.

4. dr. Nurul Fadli, Sp.N

dr. Nurul Fadli, Sp.N adalah dokter spesialis saraf yang berpraktik di Jakarta Barat dan melayani pasien di RS Mandaya Royal Puri. Beliau memiliki keahlian dalam pemeriksaan elektromiografi (EMG) dan elektroensefalografi (EEG), dua prosedur penting untuk mendeteksi dan mengevaluasi berbagai gangguan saraf.

Pemeriksaan EMG dan EEG berperan besar dalam membantu menegakkan diagnosis kondisi seperti epilepsi, saraf terjepit, serta gangguan neuromuskular seperti myasthenia gravis. Dengan hasil pemeriksaan yang akurat, pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan medisnya.

dr. Nurul Fadli, Sp.N bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 18.00 – 20.00 WIB
  • Rabu: 18.00 – 20.00 WIB
  • Jumat: 17.00 – 20.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes