fbpx

Plasma Nucleoplasty, Teknik Minimal Invasif untuk Saraf Terjepit akibat Bantalan Tulang Belakang Membesar

Plasma Nucleoplasty, Teknik Minimal Invasif untuk Saraf Terjepit akibat Bantalan Tulang Belakang Membesar

Saraf terjepit akibat bantalan tulang belakang yang membesar dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari nyeri punggung yang menetap, rasa kesemutan, hingga keterbatasan gerak yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini kerap dialami oleh pasien usia produktif maupun lanjut usia, terutama akibat proses degeneratif, cedera, atau beban berlebih pada tulang belakang. Tanpa penanganan yang tepat, keluhan dapat semakin memburuk dan menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Seiring berkembangnya teknologi medis, kini tersedia pilihan penanganan yang lebih modern dan nyaman bagi pasien dengan saraf terjepit. RS Mandaya Royal Puri menghadirkan solusi terkini melalui tindakan plasma nucleoplasty sebagai pendekatan minimal invasif untuk membantu mengatasi saraf terjepit akibat bantalan tulang belakang membesar, dengan tujuan mempercepat pemulihan dan mengurangi ketidaknyamanan selama proses terapi.

Konsultasi dokter

Mengenal apa itu plasma nucleoplasty

Plasma nucleoplasty adalah prosedur minimal invasif untuk mengatasi nyeri punggung akibat bantalan tulang belakang (diskus) yang menonjol (herniasi) atau menonjol, menggunakan teknologi plasma untuk mengecilkan jaringan diskus yang berlebih secara terkontrol, sehingga mengurangi tekanan pada saraf, dengan luka kecil dan pemulihan cepat. 

Teknik ini merupakan alternatif dari operasi terbuka, menggunakan energi plasma untuk “membakar” atau menyusutkan bagian diskus yang bermasalah, bukan memotongnya secara besar-besaran. 

Teknik plasma nucleoplasty ini dipelopori oleh RS Mandaya Royal Puri bersama dr. Christian Ariono, Sp.BS, FINSS, FICS, FINPS dan telah digunakan untuk menangani lebih dari 50 pasien.

Berikut ini adalah cara kerja plasma nucleoplasty untuk menangani saraf terjepit akibat bantalan tulang belakang yang membesar: 

  1. Penentuan Target: Dokter menggunakan panduan sinar-X untuk menemukan diskus yang bermasalah.
  2. Pemasukan Alat: Jarum khusus dimasukkan ke dalam diskus yang menonjol.
  3. Pelepasan Plasma: Ujung filamen di dalam jarum akan menghasilkan energi plasma (suhu tinggi) yang terkonsentrasi pada area spesifik diskus.
  4. Penyusutan: Energi plasma menyusutkan inti diskus (nucleus pulposus) yang berlebih, menarik kembali bagian diskus yang menonjol, sehingga mengurangi tekanan pada saraf yang terjepit.
  5. Hasil: Saraf yang tertekan menjadi longgar, meredakan nyeri punggung dan kaki. 

Konsultasi dokter

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Saraf Kejepit Tanpa Operasi

Apa saja keunggulan plasma nucleoplasty?

  • Distribusi panas lebih merata

Berbeda dengan teknologi lain seperti laser yang ujung alatnya lurus dan tidak fleksibel, plasma nucleoplasty mampu menyalurkan panas secara lebih merata ke bantalan tulang belakang.

  • Alat fleksibel mengikuti bentuk bantalan tulang belakang

Ujung alat plasma dapat melengkung mengikuti bentuk cincin bantalan tulang belakang yang menyerupai tapal kuda, sehingga penanganan menjadi lebih presisi dan optimal di seluruh area yang bermasalah.

Pengalaman Pasien Saraf Kejepit, Membaik Setelah Lakukan Tindakan Arthrospine

  • Teknik minimal invasif

Tindakan dilakukan dengan sayatan sangat kecil, umumnya di bawah 1 cm, sehingga membantu mengurangi trauma jaringan dan mempercepat proses pemulihan pasien.

  • Menggunakan bius lokal, pasien tetap sadar

Selama tindakan, pasien hanya diberikan anestesi lokal dan tetap dalam kondisi sadar, memungkinkan pasien terus berinteraksi dengan dokter selama prosedur berlangsung.

  • Risiko efek samping lebih minimal

Karena pasien tetap sadar dan dapat memberikan respons langsung, dokter dapat memantau kondisi secara real time, sehingga risiko efek samping yang tidak diinginkan dapat ditekan.

Konsultasi dokter

Baca juga: 5 Penanganan Saraf Terjepit dengan Metode Minimal Invasif

Profil dr. Christian Ariono, dokter ortopedi ahli saraf terjepit dan plasma nucleoplasty

dr. Christian merupakan dokter spesialis bedah saraf yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus saraf terjepit. Selain menerapkan terapi plasma nucleoplasty, beliau juga menguasai teknik arthrospine sebagai salah satu metode penanganan saraf terjepit sesuai dengan kondisi pasien.

Beliau menyelesaikan pendidikan Dokter Umum di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, kemudian melanjutkan dan menamatkan pendidikan spesialis melalui Residency Department of Neurosurgery di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

Untuk terus meningkatkan kompetensi dan keahliannya, dr. Christian aktif mengikuti berbagai kursus, pelatihan, dan seminar nasional maupun internasional, di antaranya:

  • The 4th Aesculap Academy & Padjadjaran University Skullbase Cadaver Dissection Resident Course & Cerebrovascular Microanastomosis Course, Bandung, Indonesia (2019)
  • Trigeminal Neuralgia International Awareness Day Symposium, Jakarta, Indonesia (2019)
  • 23rd Annual Scientific Meeting of the Indonesian Society of Neurological Surgeon in conjunction with WFNS Educational Course, Yogyakarta, Indonesia (2019)
  • Bandung International Society of Pediatric Neurosurgeon Course, Bandung, Indonesia (2019)
  • 15th Asian Australasian Advanced Course of Pediatric Neurosurgery, Mito, Japan (2018)
  • Pediatric Neurosurgery Symposium, National University Hospital (NUH), Singapore (2017)
  • 2nd ISPN Educational Course, Kuala Lumpur, Malaysia (2017).

Jadwal dr. Christian Ariono di RS Mandaya Royal Puri

dr. Christian Ariono, Sp.BS, FINSS, FICS, FINPS bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 08.00 – 16.00 WIB
  • Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
  • Rabu: 08.00 – 16.00 WIB
  • Kamis: 08.00 – 16.00 WIB
  • Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
  • Sabtu: 08.00 – 16.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes