Persiapan sebelum menjalani transplantasi ginjal, baik sebagai pendonor maupun resipien (penerima), memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan prosedur. Seluruh calon pendonor dan penerima wajib melalui tahapan evaluasi medis menyeluruh, pemeriksaan laboratorium, serta pemenuhan persyaratan administratif sesuai standar medis yang berlaku.
Selain kesiapan fisik, persiapan mental, pemahaman mengenai proses transplantasi, potensi risiko, serta perawatan setelah operasi juga tidak kalah penting. Dengan memahami setiap tahapan ini secara menyeluruh, pendonor dan resipien dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik dan meningkatkan peluang keberhasilan transplantasi ginjal.
Baca juga: Biaya Transplantasi Ginjal di RS Mandaya Royal Puri Jakarta
Contents
Persiapan menjadi pendonor dan resipien transplantasi ginjal

A. Persiapan menjadi pendonor ginjal
Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum menjadi pendonor ginjal:
-
Berhenti merokok
Calon pendonor disarankan untuk menghentikan kebiasaan merokok, termasuk jika hanya merokok ringan. Merokok dapat meningkatkan risiko gangguan jantung dan paru-paru selama dan setelah tindakan operasi.
-
Menghentikan konsumsi alkohol
Konsumsi alkohol sebaiknya dihentikan sebelum operasi. Bagi calon pendonor dengan riwayat konsumsi alkohol berat, penting untuk menyampaikan hal tersebut kepada dokter. Setelah operasi, alkohol hanya boleh dikonsumsi kembali apabila telah mendapat persetujuan dari tim transplantasi.
-
Menghindari obat-obatan tertentu
Hindari penggunaan aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) setidaknya 7 hari sebelum operasi karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.
Bagi wanita yang menggunakan pil kontrasepsi, penghentian dianjurkan sekitar 30 hari sebelum operasi untuk menurunkan risiko penggumpalan darah pascaoperasi. Obat rutin lainnya tetap dapat dikonsumsi sesuai arahan dokter.
-
Menjaga kebugaran dengan olahraga rutin
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki secara rutin dapat membantu mempercepat proses pemulihan pascaoperasi. Pastikan jenis dan intensitas olahraga dilakukan sesuai rekomendasi dokter.
-
Memperhatikan pola makan dan mengikuti instruksi medis
Sehari sebelum operasi, calon pendonor dianjurkan mengonsumsi makanan ringan hingga siang hari, kemudian beralih ke cairan bening. Asupan cairan bening masih diperbolehkan hingga dua jam sebelum tiba di rumah sakit pada hari operasi.
Hindari makanan padat dan cairan kental setelah tengah hari sebelum operasi. Pastikan buang air besar lancar pada malam atau pagi hari sebelum tindakan. Jika mengalami sembelit, diet cair bening dan obat pencahar dapat digunakan sesuai anjuran dokter.
Baca juga: Seperti Apa Proses Transplantasi Ginjal? Ini Tahapan dan Hasilnya
B. Persiapan menjadi resipien ginjal
Berikut beberapa persiapan penting bagi calon penerima ginjal:
-
Menjaga kondisi kesehatan secara optimal
Menjelang operasi transplantasi ginjal, resipien disarankan menjaga kondisi tubuh sebaik mungkin dengan menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, serta menerapkan pola makan sehat. Kondisi tubuh yang baik sangat berpengaruh terhadap proses pemulihan pascaoperasi.
-
Tetap aktif berolahraga
Melakukan aktivitas fisik ringan selama masa menunggu operasi dapat membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi kecemasan. Konsultasikan dengan tim transplantasi terkait jenis olahraga yang aman dilakukan sebelum transplantasi.
-
Menjaga komunikasi dengan tim medis
Setiap perubahan kondisi kesehatan fisik maupun mental perlu dicatat dan disampaikan kepada dokter atau tim transplantasi. Informasi ini penting untuk menyesuaikan rencana tindakan atau menunda operasi jika diperlukan.
-
Mengelola stres dan kecemasan
Rasa cemas menjelang operasi merupakan hal yang wajar. Berbagi perasaan dengan keluarga, teman, atau komunitas sesama pasien dapat membantu mengurangi beban mental.
Melakukan aktivitas yang menyenangkan, latihan relaksasi, meditasi, serta mencari informasi dari sumber terpercaya mengenai transplantasi ginjal juga dapat membantu menenangkan pikiran.
Baca juga: Mengenal Syarat-Syarat Transplantasi Ginjal
Layanan transplantasi ginjal di RS Mandaya Royal Puri
RS Mandaya Royal Puri menyediakan fasilitas medis modern untuk mendukung keberhasilan transplantasi ginjal. Rumah sakit ini memiliki ruang operasi khusus bagi pendonor dan resipien yang berlokasi berdampingan, sehingga proses pemindahan organ dapat dilakukan lebih cepat dan kualitas ginjal tetap terjaga.
Setiap ruang operasi dilengkapi sistem sterilisasi canggih, filtrasi udara bertekanan positif (HEPA filter), serta peralatan pemantauan lengkap untuk meminimalkan risiko infeksi dan meningkatkan keamanan prosedur.
RS Mandaya Royal Puri juga menggunakan teknologi Laparoscopic Kidney Ultrasound, yaitu sistem pencitraan real-time yang memungkinkan tindakan operasi ginjal dilakukan secara minimal invasif dengan tingkat presisi tinggi. Teknologi ini membantu mengurangi perdarahan, mempercepat proses operasi, dan memperpendek masa pemulihan pasien.
Untuk menjaga stabilitas kondisi pasien selama operasi, rumah sakit ini dilengkapi Hemosphere Advance Hemodynamic Monitor yang memantau tekanan darah, aliran darah, dan fungsi jantung secara real-time. Dengan dukungan teknologi ini, tim medis dapat mengambil keputusan cepat dan tepat selama prosedur berlangsung.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

