Terapi TARE Y-90 merupakan metode pengobatan kanker hati berbasis radiasi yang memanfaatkan zat radioaktif Yttrium-90 untuk menargetkan tumor secara langsung. Dalam prosedurnya, partikel mikro berisi Y-90 dialirkan melalui pembuluh darah menuju tumor, sehingga radiasi dapat bekerja tepat pada area kanker. Pendekatan ini memungkinkan penghancuran sel kanker secara efektif dengan risiko kerusakan yang lebih minimal pada jaringan hati sehat di sekitarnya. Selain itu, terapi ini juga dapat membantu mengecilkan ukuran tumor, meredakan gejala, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Di Mandaya Royal Hospital Puri, terapi TARE Y-90 telah tersedia dan dilakukan oleh dokter spesialis radiologi intervensi, yaitu dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI.
Contents
Bagaimana cara kerja terapi TARE Y-90 untuk menangani kanker hati tanpa operasi?
Secara umum, proses terapi TARE Y-90 dilakukan melalui beberapa tahapan berikut:
- Sebelum tindakan utama, dokter melakukan mapping angiogram, yaitu pemeriksaan pencitraan untuk memetakan pembuluh darah yang menyuplai tumor. Tahap ini bertujuan menentukan jalur terbaik agar partikel Y-90 dapat mencapai tumor secara optimal.
- Selanjutnya, partikel mikro yang mengandung Y-90 dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang mengarah ke tumor di hati.
- Partikel tersebut akan mengikuti aliran darah hingga mencapai lokasi tumor.
- Setelah berada di area tumor, Y-90 memancarkan radiasi dosis tinggi untuk menghancurkan sel kanker.
- Radiasi bekerja secara terarah sehingga jaringan hati yang sehat di sekitarnya tetap relatif terlindungi.
- Dengan tumor yang lebih terkontrol, pasien berpeluang memiliki harapan hidup lebih panjang, gejala yang lebih ringan, serta kualitas hidup yang lebih baik.
Baca juga: Pengobatan Kanker Hati Tanpa Operasi dengan Terapi TARE Y-90 di RS Mandaya Royal Puri
Siapa yang dapat menjalani terapi TARE Y-90?
Terapi TARE Y-90 umumnya direkomendasikan bagi pasien kanker hati yang tidak memungkinkan untuk menjalani operasi. Selain itu, metode ini juga dapat digunakan untuk mengendalikan pertumbuhan tumor sekaligus menjaga fungsi hati, bahkan sebagai persiapan untuk terapi lanjutan. Pasien yang dapat mempertimbangkan terapi ini antara lain:
- Pasien dengan kanker hati primer (berasal dari hati)
- Pasien dengan kanker yang menyebar ke hati (metastasis)
- Pasien yang tidak dapat dioperasi, misalnya karena lokasi tumor berdekatan dengan pembuluh darah besar
- Pasien yang membutuhkan terapi untuk memperlambat pertumbuhan tumor sambil mempertahankan fungsi hati
- Pasien yang dipersiapkan untuk terapi lanjutan seperti operasi atau transplantasi hati setelah ukuran tumor lebih terkendali.
Baca juga: Pertama di Indonesia, RS Mandaya Royal Puri Hadirkan Terapi Kanker Hati TARE Y-90
Apa yang terjadi setelah terapi TARE Y-90?
Setelah prosedur, pasien biasanya akan dipantau di ruang pemulihan selama kurang lebih 4–5 jam. Dalam beberapa kondisi, dokter mungkin menyarankan rawat inap satu malam untuk observasi lebih lanjut, meskipun sebagian besar pasien dapat pulang di hari yang sama jika kondisinya stabil.
Rencana perawatan selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Ada yang cukup menjalani satu kali terapi, namun ada juga yang memerlukan beberapa sesi. Selain itu, terapi tambahan seperti kemoterapi atau tindakan operasi mungkin tetap diperlukan, tergantung perkembangan penyakit.
Seberapa efektif terapi TARE Y-90?
Terapi TARE Y-90 terbukti dapat membantu memperpanjang harapan hidup pasien kanker hati yang tidak dapat dioperasi, dari yang sebelumnya hanya beberapa bulan menjadi hingga sekitar 2–3 tahun. Selain itu, terapi ini juga efektif dalam mengurangi gejala sehingga kualitas hidup pasien menjadi lebih baik. Saat ini, terapi Y-90 juga semakin sering digunakan sebagai langkah awal sebelum menjalani pengobatan lanjutan yang berpotensi lebih optimal, seperti operasi.
Terapi TARE Y-90 di RS Mandaya Puri

dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI merupakan dokter spesialis radiologi dengan subspesialisasi radiologi intervensi yang berpengalaman dalam berbagai prosedur minimal invasif berbasis teknologi pencitraan modern. Ia menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, dan melanjutkan pendidikan spesialis radiologi di Universitas Indonesia.
Dalam praktiknya, dr. Sugianto Santoso menangani berbagai kondisi tanpa operasi terbuka, termasuk terapi kanker hati dan penyakit kompleks lainnya. Keahliannya mencakup berbagai tindakan intervensi seperti Radiofrequency Ablation (RFA) untuk nodul tiroid, Microwave Ablation (MWA) untuk tumor dan kanker hati, serta Transarterial Chemoembolization (TACE) sebagai salah satu terapi kanker hati.
Dengan dukungan teknologi medis terkini serta pendekatan minimal invasif, terapi TARE Y-90 di RS Mandaya Royal Puri menjadi salah satu pilihan penanganan kanker hati yang lebih tepat sasaran, aman, dan efektif bagi pasien.
dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 16.00 – 20.00 WIB
- Kamis: 16.00 – 20.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

