Kondisi sering ngompol pada orang dewasa dan lanjut usia (lansia) dikenal dengan ikontinensia urine, yang ditandai dengan hilangnya kontrol atas kandung kemih. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini tentunya bisa menurunkan kualitas hidup. Supaya bisa diatasi dengan baik, mari simak penyebab sering ngompol pada dewasa dan lansia berikut ini.
Contents
Penyebab sering ngompol pada dewasa dan lansia
1. Infeksi saluran kemih
Infeksi saluran kemih (uretra, ureter, kandung kemih, dan ginjal) dapat menyebabkan nyeri dan meningkatkan keinginan untuk buang air kecil lebih sering. Ini menjadi salah satu alasan mengapa infeksi saluran kemih dianggap sebagai penyebab sering ngompol pada dewasa dan lansia.
Apabila ISK sudah diobati, keinginan untuk buang air kecil lebih sering biasanya akan menghilang.
2. Gangguan dasar panggul
Apabila orang dewasa atau lansia mengidap gangguan pada dasar panggul, hal ini bisa memengaruhi fungsi organ tubuh, termasuk kandung kemih, sehingga menyebabkan sering ngompol di malam hari.
Baca juga: 5 Penyebab Buang Air Kecil Tidak Tuntas dan Cara Mengatasinya
3. Stroke
Stroke juga dipercaya sebagai penyebab sering ngompol pada dewasa dan lansia. Sebab, stroke bisa membuat seseorang mengalami masalah dengan kontrol otot, termasuk otot-otot yang mengatur sistem urine.
4. Diabetes
Ketika seseorang mengidap diabetes, tubuh akan memproduksi lebih banyak urine. Peningkatan jumlah urine ini dapat menyebabkan penderitanya mengompol. Selain itu, neuropati perifer juga dapat memengaruhi fungsi kandung kemih.
5. Menopause
Penyebab sering ngompol pada dewasa dan lansia wanita adalah menopause. Menopause adalah masa perubahan dalam tubuh wanita ketika kadar hormon berubah dengan cepat dan otot dasar panggul menjadi lemah, sehingga bisa menyebabkan sering ngompol.
6. Multiple sclerosis (MS)
Multiple sclerosis (MS) bisa membuat orang dewasa atau lansia mengalami kehilangan kendali pada kandung kemih, sehingga menyebabkan mereka mengompol atau mengalami masalah kebocoran urine.
7. Pembesaran prostat jinak
Pembesaran prostat jinak, atau benign prostatic hyperplasia (BPH), adalah kondisi yang menyebabkan prostat membesar, sehingga menimculkan beberapa masalah kontrol kandung kemih.
8. Operasi kanker prostat
Selama menjalani operasi kanker prostat, otot sfingter terkadang dapat menjadi rusak dan menyebabkan inkontinensia stres, yaitu salah satu jenis inkontinensia urine.
Pengobatan kondisi sering ngompol di Mandaya Royal Hospital Puri
Mandaya Royal Hospital Puri memiliki teknologi perawatan baru untuk mengatasi kondisi inkontinensia urine yang bisa membuat orang dewasa atau lansia sering mengompol. Teknologi ini berupa alat sfingter urine buatan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
Teknologi sfingter urine buatan ini bisa dipasang untuk mengembalikan proses alami pengendalian urine, serta mensimulasikan fungsi sfingter normal dengan membuka dan menutup uretra sesuai keinginan pasien.
Alat sfingter urine ini diindikasikan untuk pengobatan inkontinensia urine yang disebabkan oleh defisiensi sfingter intrinsik (ISD) dalam kasus seperti inkontinensia pasca-prostatektomi.
Sfingter urine buatan di rumah sakit kami bisa dipasang di bagian penis untuk menutup uretra saat tidak buang air kecil, sehingga mencegah ngompol dan kebocoran urine.
Tertarik untuk mencoba alat sfingter urine untuk mengatasi inkontinensia urine? Langsung saja datang ke Mandaya Royal Hospital Puri dan langsung berkonsultasi dengan tim dokter spesialis urologi kami.
Gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.