Serangan jantung adalah salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Di Indonesia saja, kondisi ini menjadi penyebab kematian terbanyak kedua, dengan angka 95,68 kasus per 100.000 orang. Oleh sebab itu, penting untuk memahami apa penyebab serangan jantung agar Anda bisa menghindarinya dan selamat dari kondisi yang mematikan ini.
Contents
Penyebab serangan jantung yang perlu diwaspadai
Sebagian besar serangan jantung terjadi karena penyumbatan pada salah satu pembuluh darah yang memasok darah ke jantung. Penyumbatan ini umumnya terjadi karena plak, yaitu zat lengket yang dapat menumpuk di bagian dalam arteri.
Penumpukan plak di dalam arteri disebut aterosklerosis. Ketika ada banyak penumpukan aterosklerosis di pembuluh darah ke jantung, kondisi ini dikenal sebagai penyakit arteri koroner atau penyakit jantung koroner.
Terkadang, endapan plak di dalam arteri koroner dapat pecah dan gumpalan darah bisa tersangkut di tempat pecahnya. Jika gumpalan menyumbat arteri, kondisi ini bisa membuat otot jantung kekurangan darah dan menyebabkan serangan jantung.
Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko serangan jantung yang perlu diwaspadai:
1. Faktor usia
Pria berusia 45 tahun ke atas dan wanita berusia 55 tahun ke atas lebih mungkin mengalami serangan jantung dibandingkan pria dan wanita yang lebih muda.
2. Penggunaan tembakau
Penggunaan tembakau, seperti merokok atau terpapar dengan asap rokok dalam jangka panjang, bisa menjadi faktor risiko serangan jantung. Jika Anda merokok, berhentilah sekarang juga.
3. Tekanan darah tinggi
Seiring berjalannya waktu, tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat merusak arteri yang menuju ke jantung.
Hipertensi yang terjadi bersamaan dengan kondisi lain, seperti obesitas, kolesterol tinggi, atau diabetes, semakin meningkatkan risikonya.
4. Kolesterol atau trigliserida tinggi
Kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi kemungkinan besar akan mempersepit arteri. Kadar lemak trigliserida juga meningkatkan risiko serangan jantung.
Risiko serangan jantung bisa menurun jika kadar kolesterol baik (HDL) berada dalam angka yang normal.
5. Obesitas
Obesitas atau berat badan berlebih dikaitkan dengan hipertensi, diabetes, kadar trigliserida dan kolesterol jahat yang tinggi, serta kolesterol baik yang rendah.
6. Diabetes
Gula darah meningkat ketika tubuh tidak memproduksi hormon insulin dan tidak bisa menggunakannya dengan benar. Kadar gula darah yang tinggi bisa meningkatkan risiko serangan jantung.
7. Pola makan yang tidak sehat
Pola makan yang mengandung banyak gula, lemak hewani, makanan olahan, lemak trans, dan garam meningkatkan risiko serangan jantung. Untuk mencegahnya, penuhi pola makan Anda dengan buah, sayur, serat, dan minyak sehat.
8. Jarang berolahraga
Kurangnya aktivitas fisik atau olahraga (gaya hidup yang tidak banyak bergerak) dapat menyebabkan serangan jantung.
Untuk menjaga kesehatan jantung agar tetap terjaga, Anda dianjurkan untuk berolahraga secara teratur.
Paket check up jantung di Mandaya Royal Hospital Puri
Punya pertanyaan lebih lanjut terkait penyebab serangan jantung, atau ingin berkonsultasi lebih mendalam tentang kondisi tersebut? Jangan ragu untuk datang langsung ke Mandaya Royal Hospital Puri.
Rumah sakit kami dilengkapi dengan teknologi medis canggih dan modern yang bisa digunakan untuk menangani masalah-masalah jantung. Selain itu, kami juga memiliki tim dokter spesialis yang berpengalaman dan ahli di bidangnya.
Selain itu, ada juga paket check up jantung yang bisa Anda pilih sesuai selera dan kebutuhan, sehingga Anda bisa mendapatkan gambaran tentang kesehatan jantung Anda.
Gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.