Keluhan saraf kejepit sering kali bermula dari nyeri pinggang yang tampak ringan, namun dapat berkembang menjadi rasa sakit hebat yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Hal ini dialami oleh seorang pasien berusia 53 tahun asal Serang yang merasakan nyeri pinggang selama kurang lebih satu bulan. Nyeri tersebut semakin terasa saat beraktivitas berat, berjalan, maupun saat duduk, hingga membuat mobilitasnya terganggu.
Pasien sebelumnya sempat mengalami nyeri ringan yang hilang timbul, namun pada satu waktu keluhan muncul secara tiba-tiba dengan intensitas yang jauh lebih berat. Aktivitas fisik yang cukup berat dan sering mengangkat beban diduga menjadi pemicu memburuknya kondisi tersebut.
Contents
Hasil pemeriksaan MRI menunjukkan saraf kejepit L4-L5
Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan MRI, diketahui adanya bantalan tulang belakang yang menonjol di area L4-L5. Kondisi ini juga disertai robekan pada dinding bantalan, yang kemudian disimpulkan sebagai penyebab utama nyeri pinggang yang dirasakan pasien. Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai hernia nukleus pulposus (HNP) L4-L5 atau yang lebih awam disebut saraf kejepit.
Karena tingkat penonjolan bantalan masih tergolong ringan hingga sedang dan belum masuk kategori berat, pasien dinilai masih memungkinkan menjalani tindakan non-bedah sebagai solusi pengobatan.
Berdasarkan hasil evaluasi medis, pasien kemudian menjalani tindakan plasma nucleopasty di RS Mandaya Royal Puri. Prosedur ini merupakan salah satu metode penanganan saraf terjepit yang bertujuan mengurangi tekanan pada saraf dengan cara mengecilkan bantalan tulang belakang yang menonjol.
Tindakan dilakukan menggunakan jarum khusus dengan bantuan mesin radiologi C-ARM untuk memastikan ketepatan posisi jarum pada area L4-L5. Prosedur ini tidak menggunakan pisau bedah dan tidak memerlukan pembiusan total, sehingga risiko lebih minimal dan pemulihan relatif cepat.
Baca juga: 7 Cara Mengatasi Saraf Kejepit Tanpa Operasi
Kondisi pasien setelah tindakan plasma nucleopasty
Setelah menjalani plasma nucleopasty, pasien merasakan perubahan signifikan pada kondisinya. Rasa nyeri di pinggang dan pinggul berkurang drastis, tubuh terasa lebih segar, serta kemampuan berjalan kembali nyaman tanpa beban. Keesokan harinya, keluhan semakin membaik dan mobilitas tidak lagi terganggu, sehingga pasien dapat langsung pulang tanpa perlu rawat inap berkepanjangan.
dr. Christian Ariono, SpBS-FTB, FINSS, FINPS, FICS, selaku dokter bedah saraf yang menjalani tindakan plasma nucleoplasty di RS Mandaya Royal Puri, menjelaskan kondisi dan tindakan yang dilakukan secara medis sebagai berikut:
“Tindakan yang kami lakukan adalah karena ini bantalannya menonjolnya masih tahap sedang, belum sampai berat. Kita bisa upayakan melakukan tindakan dengan pain management non operatif ya, kita bilangnya yaitu plasma nucleoplasty,” kata dr. Christian.
“Jadi di sini kita menggunakan teknik non bedah. Jadi kita tidak menggunakan pisau. Pasien pun juga tidak dibius total. Kenapa? Karena selama prosedur saya perlu berincang dengan pasiennya supaya saya bisa memberi mendapatkan feedback tidak ada saraf yang ke kaki atau saraf yang penting yang cedera. Jadi kita hanya menggunakan jarum di mana jarumnya itu nanti akan dengan bantuan si C-ARM,” lanjutnya.
Pelayanan dan fasilitas RS Mandaya Royal Puri
Selain hasil tindakan yang dirasakan langsung, pasien juga menyampaikan kepuasannya terhadap pelayanan di RS Mandaya Royal Puri. Mulai dari komunikasi dokter yang jelas dan ramah, tenaga medis yang responsif, hingga fasilitas rumah sakit yang bersih dan nyaman. Seluruh proses perawatan, termasuk pengaturan makanan dan layanan asuransi, berjalan dengan baik dan tertata.
Pengalaman pasien ini menunjukkan bahwa saraf kejepit ringan hingga sedang di L4-L5 dapat ditangani tanpa operasi besar melalui teknologi plasma nucleopasty. Dengan penanganan yang tepat, nyeri dapat berkurang signifikan, mobilitas kembali normal, dan pasien dapat melanjutkan aktivitas dengan kualitas hidup yang lebih baik.
Jika Anda mengalami keluhan nyeri pinggang berkepanjangan atau dicurigai sebagai saraf kejepit, konsultasi dengan dokter spesialis bedah saraf di RS Mandaya Royal Puri dapat menjadi langkah awal untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Baca juga: 5 Penanganan Saraf Terjepit dengan Metode Minimal Invasif
Profil dr. Christian Ariono, spesialis bedah saraf berpengalaman menangani saraf terjepit

dr. Christian merupakan dokter spesialis bedah saraf yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas dalam menangani berbagai kasus saraf terjepit. Dalam praktik medisnya, beliau menerapkan beragam metode penanganan modern, termasuk terapi plasma nucleoplasty sebagai solusi non-bedah untuk saraf terjepit ringan hingga sedang. Selain itu, dr. Christian juga menguasai teknik arthrospine yang dapat disesuaikan dengan kondisi klinis dan kebutuhan masing-masing pasien.
Riwayat pendidikan medis dr. Christian dimulai dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, tempat beliau menyelesaikan pendidikan sebagai Dokter Umum. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikan spesialis bedah saraf melalui program Residency Department of Neurosurgery di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran hingga tuntas.
Untuk menjaga kualitas layanan dan mengikuti perkembangan ilmu bedah saraf terkini, dr. Christian secara aktif mengikuti berbagai kursus, pelatihan, serta seminar ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa kegiatan ilmiah yang pernah diikuti antara lain:
- The 4th Aesculap Academy & Padjadjaran University Skullbase Cadaver Dissection Resident Course & Cerebrovascular Microanastomosis Course, Bandung, Indonesia (2019)
- Trigeminal Neuralgia International Awareness Day Symposium, Jakarta, Indonesia (2019)
- 23rd Annual Scientific Meeting of the Indonesian Society of Neurological Surgeon in conjunction with WFNS Educational Course, Yogyakarta, Indonesia (2019)
- Bandung International Society of Pediatric Neurosurgeon Course, Bandung, Indonesia (2019)
- 15th Asian Australasian Advanced Course of Pediatric Neurosurgery, Mito, Jepang (2018)
- Pediatric Neurosurgery Symposium, National University Hospital (NUH), Singapura (2017)
- 2nd ISPN Educational Course, Kuala Lumpur, Malaysia (2017)
Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang komprehensif, dr. Christian Ariono menjadi salah satu pilihan dokter spesialis bedah saraf untuk penanganan saraf terjepit dan berbagai gangguan sistem saraf di RS Mandaya Royal Puri.
Jadwal dr. Christian Ariono di RS Mandaya Royal Puri
dr. Christian Ariono, Sp.BS, FINSS, FICS, FINPS bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 08.00 – 16.00 WIB
- Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
- Rabu: 08.00 – 16.00 WIB
- Kamis: 08.00 – 16.00 WIB
- Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 16.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

