Ibu Tjo Njon Tik (54 tahun) membagikan pengalamannya setelah menjalani operasi pengangkatan rahim akibat kanker endometrium stadium 1 di RS Mandaya Royal Puri dengan dokter kandungan dan kebidanan subspesialis onkologi, Dr. dr. Unedo Hence Markus Sihombing, Sp.OG, Subsp. Onk. Ia bersyukur karena hasil kontrol terakhir menunjukkan kondisi yang baik.
“Puji Tuhan ya semuanya bisa berjalan dengan baik, dan hari ini tanggal 10 bulan 1 tahun 2026 setelah dilakukan USG tadi semuanya hasilnya baik, semuanya sudah mengering,” ungkapnya.
Keputusan untuk menjalani operasi diambil setelah melalui serangkaian pemeriksaan yang memastikan adanya keganasan pada lapisan dinding rahimnya.
Contents
Keluhan awal: perdarahan hebat hingga Hb turun drastis
Beberapa tahun sebelum terdiagnosis kanker, Ibu Tjo Njon Tik mengalami perdarahan tidak normal. Ia mengaku mengalami menstruasi yang sangat banyak, bahkan bisa terjadi dua kali dalam sebulan. Kondisi tersebut membuat kadar hemoglobinnya (Hb) terus menurun hingga sempat mencapai 5,6–5,7 dan memaksanya menjalani transfusi darah karena tubuh terasa sangat lemas.
Keluhan perdarahan juga muncul kembali setelah memasuki masa menopause. Kondisi ini dikenal sebagai perdarahan pervaginam pasca menopause, yang seharusnya tidak lagi terjadi dan perlu diwaspadai.
Setelah memeriksakan diri ke poliklinik onkologi ginekologi, dr. Unedo melakukan tindakan kuretase dan pemeriksaan histopatologi (PA). Hasilnya menunjukkan adanya karsinoma endometrioid well differentiated, yaitu kanker endometrium stadium 1.
Pada pemeriksaan USG dan CT scan, penebalan dinding rahim masih kurang dari setengah lapisan, menandakan kanker belum menyebar.
Tindakan operasi angkat rahim oleh dr. Unedo
Penanganan dilakukan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis onkologi RS Mandaya Royal Puri, yaitu dr. Unedo. Beliau menjelaskan prosedur yang dilakukan bertujuan untuk mengatasi sumber perdarahan sekaligus mencegah penyebaran kanker.
“Tindakan yang dilakukan adalah pengangkatan rahim yaitu total abdominal histerektomi dan bilateral salpingo-ooforektomi. Jadi dibuang rahim dan juga indung telur yang merupakan sumber prekursor untuk merangsang pertumbuhan dinding rahim karena ada hormon estrogen dan progesteron,” jelas dr. Unedo.
Melalui prosedur ini, rahim dan kedua indung telur diangkat untuk menghilangkan sumber hormon yang dapat merangsang pertumbuhan sel kanker. Setelah operasi, jaringan yang diangkat kembali diperiksa melalui biopsi untuk memastikan tingkat keganasan dan memastikan kanker belum menyebar.
Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan kanker masih dalam stadium awal dan belum menjalar ke organ lain. Tindakan cepat ini menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi.
Kondisi pasien pasca operasi dan pesan untuk perempuan
Pasca operasi, pasien merasakan perubahan signifikan. Keluhan perdarahan berhenti dan rasa tidak nyaman di perut bagian bawah menghilang. Meski sempat mengalami perdarahan ringan dua minggu setelah tindakan, kondisi tersebut dapat dikontrol dengan obat dan pemantauan rutin.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Tjo Njon Tik juga menyampaikan pesan bagi para perempuan agar tidak menunda pemeriksaan bila mengalami keluhan pada organ reproduksi.
“Kalau memang kita ada masalah di situ jangan kita biarkan terlalu berlarut-larut, makin cepat makin baik,” pesannya.
Ia dan keluarga juga menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan. Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa deteksi dini dan penanganan cepat pada kanker endometrium stadium awal dapat memberikan hasil yang optimal dan mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.
Profil dan jadwal praktek dr. Unedo di RS Mandaya Royal Puri

Dr. dr. Unedo Hence Markus Sihombing, Sp.OG, Subsp. Onk adalah dokter spesialis obstetri dan ginekologi dengan subspesialis onkologi yang berpraktik di Mandaya Royal Hospital Puri. Ia dikenal berpengalaman dalam menangani berbagai kasus gangguan kandungan dan kebidanan, khususnya keganasan pada organ reproduksi wanita. Fokus keahliannya meliputi penanganan kanker ovarium, kanker serviks, kanker rahim, hingga berbagai kondisi onkologi ginekologi lainnya yang memerlukan pendekatan komprehensif dan multidisiplin.
Dalam perjalanan pendidikannya, dr. Unedo menyelesaikan studi Dokter Umum di Universitas Sriwijaya, kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Universitas Sebelas Maret. Ia juga meraih gelar Konsultan Onkologi dan Ginekologi (Subspesialis Onkologi) serta menyelesaikan Program Doktor di Universitas Indonesia. Latar belakang pendidikan ini memperkuat kompetensinya dalam memberikan penanganan berbasis bukti ilmiah terkini untuk kasus-kasus onkologi ginekologi.
Layanan medis yang ditangani dr. Unedo mencakup polip rahim, tumor rahim jinak, kanker serviks, kanker ovarium, kanker rahim, kanker vulva, kanker vagina, serta berbagai kondisi keganasan lain yang berlokasi di organ reproduksi wanita. Dengan pendekatan yang menyeluruh mulai dari deteksi dini, diagnosis, tindakan operasi, hingga pemantauan pascaterapi, dr. Unedo berkomitmen memberikan penanganan optimal sesuai kondisi dan stadium penyakit setiap pasien.
Dr. dr. Unedo Hence Markus Sihombing, Sp.OG, Subsp. Onk bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 16.00 – 20.00 WIB
- Kamis: 16.00 – 20.00 WIB
- Sabtu: 13.00 – 16.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

