Pengalaman pasien transplantasi ginjal pertama di RS Mandaya Royal Puri menjadi kisah penuh haru sekaligus harapan bagi banyak keluarga yang menghadapi gagal ginjal. Melalui cerita yang dibagikan oleh sang anak, terungkap bagaimana perjalanan panjang mulai dari diagnosis, menjalani cuci darah selama satu tahun, hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan cangkok ginjal dengan tim dokter yang berpengalaman.
Dengan persiapan yang matang, komunikasi yang intensif, dan dukungan tenaga medis yang ahli, proses transplantasi ini berhasil memberikan harapan baru bagi sang ayah untuk kembali menjalani hidup yang lebih sehat.
“Memang kita diberitahu ini transplantasi pertama di rumah sakit Mandaya. Tapi tidak ada keraguan sama sekali, karena dikasih tau semua dokternya juga dokter-dokter yang sudah biasa melakukan transplantasi ginjal,” kata sang anak.
Contents
Perjalanan dari cuci darah hingga keputusan transplantasi
Setelah didiagnosis gagal ginjal, pasien harus menjalani cuci darah secara rutin selama satu tahun. Di masa ini, keluarga mencari berbagai alternatif pengobatan agar kondisi sang ayah dapat membaik. Upaya tersebut termasuk mencari pendonor ginjal yang sesuai sekaligus mempertimbangkan rumah sakit terbaik untuk melakukan transplantasi.
Dari beberapa pilihan yang ada, RS Mandaya Royal Puri akhirnya menjadi pilihan utama. Selain berdasarkan rekomendasi, keluarga juga sudah cukup familiar dengan layanan rumah sakit ini dari pengalaman sebelumnya.
“Jadi ayah saya itu didiagnosis gagal ginjal setahun yang lalu, lalu kita melakukan cuci darah selama satu tahun. Saya mencari-cari pengobatan untuk supaya ayah saya sembuh, kita sekeluarga mencari pendonor untuk transplantasi ginjal dan mencari rumah sakit yang bisa melakukan transplantasi ginjal,” ujar sang anak.
“Ada beberapa rumah sakit yang sudah kita coba observasi, lalu pilihannya di Mandaya, karena beberapa referensi dari orang-orang, kebetulan saya juga sering melakukan proses pengobatan di Mandaya. General check-up saya di Mandaya, beberapa kali saya memang melakukan proses pengobatan di Mandaya. Jadi saya cukup familiar dengan rumah sakit Mandaya,” lanjutnya.
Salah satu hal yang paling dirasakan oleh keluarga adalah proses persiapan yang tergolong cepat. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan menyeluruh, baik untuk pasien maupun pendonor, keputusan untuk menjalani transplantasi dapat direalisasikan dalam waktu kurang dari satu bulan.
Meskipun ini merupakan transplantasi ginjal pertama di RS Mandaya Royal Puri, keluarga tidak merasa ragu. Hal ini karena seluruh tindakan ditangani oleh tim dokter berpengalaman yang sudah terbiasa melakukan prosedur transplantasi ginjal.
“Proses dari kita akhirnya memutuskan untuk di Mandaya cukup singkat ya. Kita sudah melakukan proses pemeriksaan untuk resipien dan pendonor cukup panjang, dan akhirnya memutuskan untuk di Mandaya singkat sekali prosesnya, kurang dari satu bulan,” ucap sang anak.
“Memang kita diberitahu ini transplantasi pertama di rumah sakit Mandaya. Tapi tidak ada keraguan sama sekali, karena dikasih tau semua dokternya juga dokter-dokter yang sudah biasa melakukan transplantasi ginjal.”
Selama proses persiapan, komunikasi antara tim medis dan keluarga berjalan sangat baik. Pihak rumah sakit menyediakan jalur komunikasi khusus agar keluarga selalu mendapatkan informasi terbaru terkait kondisi pasien dan rencana tindakan.
Bahkan, sekitar satu minggu sebelum operasi, tim dokter mengadakan sesi penjelasan secara menyeluruh kepada keluarga mengenai prosedur transplantasi yang akan dilakukan. Hal ini membuat keluarga merasa lebih siap dan tidak cemas menghadapi tindakan besar tersebut.
Proses operasi hingga masa pemulihan
Sebelum operasi dilakukan, pasien menjalani masa isolasi selama satu minggu untuk memastikan kondisi tubuh tetap optimal. Operasi transplantasi ginjal sendiri berlangsung selama kurang lebih enam jam.
Setelah operasi selesai, pasien langsung mendapatkan pemantauan intensif di ICU selama tiga hari. Kondisi yang stabil membuat pasien kemudian dipindahkan ke ruang isolasi hingga akhirnya diperbolehkan pulang.
“Setelah operasi pihak dokter menemui kita bahwa bapak sudah melalui proses operasi dengan berhasil dan sangat baik, lalu setelah selesai bapak langsung masuk ke ruang ICU untuk observasi yang lebih efektif dari pihak rumah sakit,” cerita sang anak.
“Setelah dari ICU, cuma 3 hari ya, bapak dipindahkan ke ruang isolasi sebelum dipulangkan ke rumah. Jadi sudah sangat dipersiapkan secara matang sama tim dokter di Mandaya bahwa nanti setelah bapak dipulangkan itu apa aja yang harus disiapkan sama keluarga, supaya nanti di rumah pihak keluarga sudah siap bagaimana perawatan bapak selanjutnya.“
Baca juga: Perbedaan Cuci Darah dan Transplantasi Ginjal
Pendampingan setelah pulang dari rumah sakit
Perawatan tidak berhenti setelah pasien keluar dari rumah sakit. Tim dokter telah memberikan panduan lengkap kepada keluarga mengenai perawatan lanjutan yang harus dilakukan di rumah.
Selain itu, terdapat kemungkinan kunjungan home care untuk memastikan kondisi pasien tetap terpantau, terutama pada masa awal pemulihan di mana pasien masih perlu membatasi interaksi dengan lingkungan luar.
Keluarga pasien mengungkapkan kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan. Tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga dari segi kenyamanan dan perhatian terhadap pasien serta keluarga.
Mulai dari dokter, perawat, hingga staf pendukung dinilai sangat ramah dan profesional. Suasana rumah sakit pun terasa lebih nyaman dan tidak menegangkan, sehingga membantu proses pemulihan pasien secara keseluruhan.
Pengalaman ini menjadi bukti bahwa transplantasi ginjal dapat menjadi solusi bagi pasien gagal ginjal untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Dengan dukungan tim medis yang kompeten dan fasilitas yang memadai, proses ini dapat berjalan dengan aman dan terencana.
Bagi keluarga lain yang menghadapi kondisi serupa, kisah ini memberikan harapan bahwa kesempatan untuk sembuh selalu ada, selama mendapatkan penanganan yang tepat di rumah sakit yang siap dan berpengalaman.
“Saya sangat berterima kasih dengan pihak rumah sakit dan semua para dokter yang menangani ayah saya dengan sangat baik. Mungkin tanpa semua yang mendukung dokter dan rumah sakit, semua manajemen yang ada di sini, proses ini tidak akan berhasil dengan sangat baik. Saya benar-benar mengucapkan terima kasih dan semua keluarga sangat puas dengan apa yang sudah disiapkan oleh para dokter di sini,” tutupnya.
Tim dokter transplantasi ginjal di RS Mandaya Royal Puri


RS Mandaya Royal Puri didukung oleh tim dokter berpengalaman dalam menangani transplantasi ginjal. Tim ini terdiri dari para spesialis dengan kompetensi tinggi di bidang penyakit dalam, nefrologi, hingga urologi. Berikut beberapa dokter yang terlibat:
1. Dr. dr. Maruhum Bonar H. Marbun, Sp.PD-KGH, FINASIM

Dr. dr. Maruhum Bonar H. Marbun, Sp.PD-KGH, FINASIM merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi ginjal dan hipertensi (nefrologi). Ia memiliki pengalaman luas dalam menangani berbagai gangguan ginjal, mulai dari penyakit ginjal kronis, gagal ginjal akut, hingga komplikasi akibat hipertensi dan diabetes.
Selain itu, beliau juga berperan dalam pengelolaan terapi dialisis seperti hemodialisis, penilaian kelayakan transplantasi ginjal, serta pemantauan pasien pasca transplantasi, termasuk pengaturan terapi imunosupresif.
Dr. dr. Maruhum Bonar H. Marbun, Sp.PD-KGH, FINASIM dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 18.00 – 20.00 WIB
- Sabtu: 12.00 – 14.00 WIB.
2. Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD

Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD adalah dokter spesialis urologi senior dengan pengalaman panjang di bidang bedah urologi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia memiliki keahlian dalam berbagai tindakan seperti operasi ginjal, prostat, varikokel, PCNL, hingga transplantasi ginjal.
Ia juga menguasai teknik laparoskopi, yaitu metode operasi minimal invasif dengan sayatan kecil yang memungkinkan proses pemulihan lebih cepat. Keahliannya ini didukung oleh pelatihan khusus yang pernah dijalani di Belanda.
Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 16.00 – 18.00 WIB
- Kamis: 16.00 – 18.00 WIB.
Baca juga: Rumah Sakit Transplantasi Ginjal di Indonesia, RS Mandaya Royal Puri
3. Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD

Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD dikenal sebagai dokter urologi yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus kompleks, termasuk transplantasi ginjal. Dengan jam terbang tinggi di bidang bedah urologi, ia menjadi salah satu dokter rujukan untuk tindakan transplantasi ginjal di Indonesia.
Keahliannya mencakup berbagai prosedur bedah urologi yang membutuhkan ketelitian tinggi serta pemahaman mendalam mengenai anatomi ginjal dan saluran kemih.
Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 16.00 – 18.00 WIB
- Kamis: 16.00 – 18.00 WIB.
4. dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS

dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS merupakan dokter spesialis urologi yang juga berpengalaman dalam prosedur transplantasi ginjal. Ia menempuh pendidikan dokter di Universitas Diponegoro dan melanjutkan spesialisasi urologi di Universitas Indonesia.
Dalam praktiknya, ia menangani berbagai tindakan urologi seperti operasi saluran kemih, prostat, ginjal, varikokel, biopsi prostat, hingga pemeriksaan uroflowmetri. Ia juga memiliki sertifikasi internasional di bidang bedah robotik dan laparoskopi serta aktif dalam Ikatan Ahli Urologi Indonesia.
dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 13.30 – 16.00 WIB
- Rabu: 13.30 – 16.00 WIB
- Sabtu: 12.30 – 15.00 WIB.
5. dr. Vidhia Umami, Sp.PD-KGH

dr. Vidhia Umami, Sp.PD-KGH adalah dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi yang turut memperkuat tim transplantasi ginjal di RS Mandaya Royal Puri. Ia menyelesaikan pendidikan dokter dan spesialis penyakit dalam di Universitas Indonesia.
Dalam perannya, dr. Vidhia bertanggung jawab memantau fungsi ginjal pasien, mengatur terapi imunosupresif, serta menangani potensi komplikasi pasca transplantasi, seperti infeksi atau gangguan fungsi ginjal. Ia juga aktif dalam organisasi profesi seperti Pernefri dan PDPDI.
dr. Vidhia Umami, Sp.PD-KGH dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
- Rabu: 08.00 – 12.00 WIB
- Kamis: 08.00 – 10.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 14.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

