Penanganan Nyeri Saraf Terjepit Leher dengan RFA (Radiofrequency Ablation)

Penanganan Nyeri Saraf Terjepit Leher dengan RFA (Radiofrequency Ablation)

Nyeri akibat saraf terjepit di leher seringkali menghambat aktivitas sehari-hari dan berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Salah satu metode penanganan modern yang kini tersedia adalah Radiofrequency Ablation (RFA). Prosedur ini menggunakan energi gelombang radio untuk menghasilkan panas terkontrol pada saraf tertentu yang menjadi sumber nyeri. 

Panas tersebut bekerja dengan mengganggu fungsi saraf sehingga sinyal nyeri tidak lagi diteruskan ke otak. Pada kasus saraf terjepit di leher, tindakan ini mampu membantu mengurangi nyeri kronis tanpa perlu operasi besar, dengan teknik minimal invasif dan waktu pemulihan yang relatif cepat.

Prosedur ini dilakukan oleh tim dokter bedah saraf dan dokter spesialis saraf berpengalaman, sehingga penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh, aman, dan tepat sasaran. 

Konsultasi dokter

Cara kerja RFA untuk mengatasi nyeri saraf terjepit di leher

RFA bekerja dengan memanfaatkan panas dari gelombang radio yang diarahkan ke jaringan saraf penyebab nyeri. Energi panas tersebut akan mengganggu fungsi saraf sehingga sinyal nyeri tidak dapat diteruskan ke otak. Dengan terhentinya transmisi sinyal tersebut, keluhan nyeri di area leher dapat berkurang secara signifikan.

“Hanya ditusuk jarum, jadi 4 jarum sisi kiri dan sisi kanan. Jarum itu menuju ke sendi tulang lehernya lalu dipanaskan. Tindakannya hanya sebentar, kurang lebih 1 jam,” jelas dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS, dokter spesialis bedah saraf yang ahli lakukan RFA untuk mengelola nyeri saraf terjepit di leher. 

Dalam prosedurnya, dokter akan memasukkan jarum kecil berongga ke area saraf yang menjadi sumber nyeri. Melalui jarum tersebut, elektroda khusus dimasukkan untuk menyalurkan gelombang radio secara langsung ke saraf target. Panas yang dihasilkan akan membentuk lesi kecil pada saraf sehingga tidak lagi mengirimkan sinyal nyeri. Sementara itu, jaringan dan saraf sehat di sekitarnya tetap terlindungi selama tindakan berlangsung.

Konsultasi dokter

Baca juga: 6 Penanganan Saraf Terjepit dengan Metode Minimal Invasif

Berapa lama durasi prosedur RFA?

Prosedur RFA umumnya berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Tergantung pada jumlah dan lokasi saraf yang ditangani, durasinya berkisar antara 15 menit hingga sekitar 2 jam. Selama proses tindakan, pasien tetap berada dalam pengawasan dokter guna memastikan prosedur berjalan aman dan optimal.

Dibandingkan dengan operasi terbuka, tindakan ini memiliki keunggulan dari segi efisiensi waktu. Dengan teknik minimal invasif dan durasi yang singkat, pasien tidak perlu menjalani perawatan lama dan dapat memulai pemulihan lebih cepat. 

Hal ini menjadikan RFA sebagai pilihan terapi yang praktis dan nyaman untuk mengatasi nyeri saraf terjepit di leher.

Keunggulan teknologi RFA untuk saraf terjepit di leher

RFA menawarkan berbagai manfaat dalam menangani nyeri akibat saraf terjepit di leher, di antaranya:

  • Membantu mengurangi nyeri secara efektif
  • Tidak memerlukan tindakan operasi besar
  • Waktu pemulihan sangat cepat, bahkan minim masa istirahat
  • Mengurangi ketergantungan pada obat pereda nyeri
  • Membantu meningkatkan fungsi gerak dan kualitas hidup pasien

Sebagian besar pasien dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari setelah beristirahat selama satu hingga dua hari.

Konsultasi dokter

Profil dan jadwal praktek dr. Christian Permana di RS Mandaya Royal Puri

dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS merupakan dokter spesialis bedah saraf yang memiliki keahlian dalam menangani kasus saraf terjepit dengan pendekatan minimal invasif. Ia menguasai berbagai prosedur modern seperti PLDD, PELD, PSLD, ACDF, hingga microdiscectomy yang dirancang untuk menangani gangguan saraf secara lebih presisi dan efektif.

Pendekatan minimal invasif yang diterapkan bertujuan untuk mengurangi kerusakan pada jaringan di sekitar area tindakan. Dengan teknik ini, pasien umumnya mengalami nyeri pascatindakan yang lebih ringan dibandingkan metode operasi konvensional, sehingga proses perawatan menjadi lebih nyaman.

Selain itu, metode ini juga mendukung waktu pemulihan yang lebih cepat, memungkinkan pasien untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari tanpa harus menunggu terlalu lama. Hal ini menjadikan penanganan saraf terjepit dengan teknik minimal invasif sebagai pilihan yang semakin diminati.

dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS bisa ditemui di RS Mandaya Puri pada:

  • Selasa: 13.00 – 17.00 WIB
  • Kamis: 13.00 – 17.00 WIB
  • Jumat: 13.00 – 17.00 WIB
  • Sabtu:  13.00 – 17.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes