Penanganan Frozen Shoulder Metode Artroskopi Sayatan 1 cm oleh dr. Troydimas di RS Mandaya Puri

Penanganan Frozen Shoulder Metode Artroskopi Sayatan 1 cm oleh dr. Troydimas di RS Mandaya Puri

Frozen shoulder adalah kondisi ketika sendi bahu mengalami kekakuan dan nyeri yang membatasi pergerakan secara signifikan. Kondisi ini biasanya berkembang secara bertahap, dimulai dari rasa nyeri yang semakin memberat, diikuti dengan keterbatasan gerak hingga bahu terasa “membeku”. Gejala yang umum dirasakan antara lain nyeri saat menggerakkan bahu, sulit mengangkat lengan, hingga gangguan dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti berpakaian atau menyisir rambut. 

Di RS Mandaya Royal Puri, kondisi ini dapat ditangani oleh dokter spesialis ortopedi konsultan bahu dan siku (shoulder & elbow) yang berpengalaman, yaitu dr. Troydimas Panjaitan, Sp.OT (K), melalui tindakan artroskopi dengan metode minimal invasif yang hanya memerlukan sayatan kecil sekitar 1 cm, sehingga membantu mempercepat pemulihan pasien dengan risiko yang lebih minimal.

“Jadi ciri khasnya frozen shoulder ini adalah (bahu) kaku. Kita bisa lihat sebelum operasi gerakan rotasinya dia terbatas,” ujar dr. Troydimas. 

Konsultasi dokter

Penjelasan kondisi pasien frozen shoulder oleh dr. Troydimas

Sebelum tindakan dilakukan, dr. Troydimas menjelaskan kondisi lengan pasien yang tidak bisa digerakkan ke atas secara maksimal. Rentang gerak lengan pasien menjadi sangat terbatas akibat kondisi frozen shoulder yang dideritanya. 

“Kasus (frozen shoulder) ini sudah cukup lama, (pasien) sudah mencoba terapi konservatif juga cukup lama, 3-6 bulan, namun improve-nya sangat sedikit dan dia tidak bisa bergerak normal, tidak bisa bergerak ke atas, gerakan memutar, semuanya terbatas dan sakit,” kata dr. Troydimas. 

“Berhubung pasien ini orang yang sangat butuh mobilitas yang tinggi dan tidak (memiliki) cukup waktu untuk menjalani fisioterapi yang intensif, maka kita berikan opsi untuk melakukan operasi arthroscopic release dan diharapkan operasi ini rentang gerak atau gerakan bahunya bisa segera kembali lebih cepat dan lebih awal dibandingkan tindakan konservatif atau fisioterapi,” lanjut dr. Troydimas. 

Baca juga: Cara Mengatasi Frozen Shoulder dan Rekomendasi Dokter yang Ahli Menanganinya

Mengenal tindakan artroskopi untuk frozen shoulder

Artroskopi adalah prosedur minimal invasif dengan sayatan kecil sekitar 1 cm pada bahu. Tujuan dari tindakan ini adalah melepaskan jaringan yang menyebabkan kekakuan dan nyeri pada sendi bahu pasien. 

Tindakan artroskopi menjadi lebih akurat dan presisi karena dr. Troydimas menggunakan teknologi kamera yang mampu melihat area kerusakan secara langsung (real-time) dengan pembesaran gambar hingga 10 kali lipat. 

Keunggulan artroskopi dalam penanganan frozen shoulder meliputi:

  • Prosedur minim sayatan: Teknik ini dilakukan dengan sayatan yang sangat kecil, umumnya kurang dari 1 cm, sehingga jaringan sehat di sekitar sendi bahu tetap lebih terjaga.
  • Masa pemulihan lebih singkat: Karena kerusakan jaringan yang minimal, pasien biasanya dapat pulih lebih cepat dibandingkan dengan prosedur operasi terbuka.
  • Risiko komplikasi lebih rendah: Sayatan yang kecil membantu menurunkan kemungkinan terjadinya infeksi maupun perdarahan.
  • Visualisasi lebih jelas dan presisi: Dengan bantuan kamera khusus (artroskop), dokter dapat melihat kondisi sendi bahu secara detail dan menangani jaringan parut atau perlengketan dengan lebih akurat.
  • Nyeri lebih ringan pasca tindakan: Setelah prosedur, pasien umumnya merasakan nyeri yang lebih ringan serta peningkatan kemampuan gerak bahu dalam waktu yang relatif cepat.

Konsultasi dokter

Profil dan jadwal praktek dr. Troydimas 

dr. Troydimas Panjaitan, Sp.OT (K) merupakan dokter spesialis ortopedi subspesialis bahu dan siku yang berpengalaman dalam menangani berbagai gangguan pada bahu. Beragam kasus yang telah ditanganinya meliputi cedera bahu akibat aktivitas olahraga, pengapuran sendi bahu, frozen shoulder (bahu kaku dan nyeri), dislokasi bahu, cedera otot di area bahu, hingga kondisi patah tulang pada bahu.

Beliau menempuh pendidikan konsultan di Sports Medicine & Joint Center Funabashi Orthopaedic Hospital, Chiba, Jepang, dan memiliki kompetensi dalam menangani masalah bahu dan siku dengan teknik modern seperti artroskopi serta arthroplasty atau operasi penggantian sendi.

Pendekatan yang diberikan oleh dr. Troydimas bersifat menyeluruh atau “one stop service”, mencakup proses dari diagnosis, edukasi pasien, pemberian terapi obat, tindakan operasi bila diperlukan, hingga program fisioterapi untuk pemulihan.

Penanganan yang diberikan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi pasien. Pada tahap awal, terapi biasanya berupa pemberian obat untuk meredakan nyeri serta fisioterapi. Namun, jika keluhan tidak membaik, tindakan lanjutan seperti arthroscopy, arthroplasty, perbaikan rotator cuff, hingga rekonstruksi bahu dapat menjadi pilihan untuk mengembalikan fungsi bahu secara optimal.

dr. Troydimas Panjaitan, Sp.OT (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 17.00 – 20.00 WIB
  • Jumat: 17.00 – 20.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes