Kasus patah tulang belakang akibat pengeroposan tulang (osteoporosis) dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama jika disertai saraf terjepit. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan nyeri hebat di area punggung, pinggang, maupun tulang belakang bagian tengah (thorakal), tetapi juga berisiko mengganggu fungsi gerak dan kualitas hidup pasien. Penanganan yang tepat dan cepat sangat dibutuhkan untuk menstabilkan struktur tulang belakang sekaligus membebaskan saraf yang tertekan.
Di RS Mandaya Royal Puri, dr. Mohammad Fachry Lubis, Sp.OT-(K), dokter ortopedi konsultan spine (tulang belakang) melakukan tindakan operasi berupa pemasangan implan tulang belakang yang dikombinasikan dengan prosedur stabilisasi posterior serta dekompresi spinal kanal. Tindakan ini bertujuan untuk memperkuat tulang belakang yang patah sekaligus mengurangi tekanan pada saraf, sehingga pasien diharapkan dapat kembali berdiri dan berjalan dengan lebih stabil setelah masa pemulihan.
Contents
Penjelasan dr. Fachry untuk operasi pasang implan dan saraf terjepit
Operasi ini dilakukan pada pasien yang datang dari luar kota dengan kondisi osteoporosis yang sudah menyebabkan patah tulang belakang dan disertai saraf terjepit. Keluhan dirasakan di beberapa area sekaligus, mulai dari tulang belakang bagian thorakal (punggung tengah), hingga punggung bawah dan pinggang. Kondisi ini membuat pasien mengalami nyeri hebat serta keterbatasan gerak yang cukup signifikan.
Menurut dr. Fachry, kasus seperti ini memerlukan penanganan komprehensif dalam satu tindakan operasi.
“Pagi ini ada pasien dari luar kota dengan keluhan pengeroposan pada tulang belakang sehingga terjadi patah pada tulang belakang, kemudian disertai juga dengan adanya saraf terjepit.”
Ia menjelaskan bahwa lokasi keluhan pasien tidak hanya di satu titik. “Keluhan pasien ini di beberapa tempat, jadi ada di bagian thorakal, juga ada di bagian punggung dan pinggangnya.”
Untuk mengatasi kondisi tersebut, dirinya melakukan operasi penstabilan tulang belakang yang patah dengan pemasangan implan, sekaligus pembebasan saraf yang terjepit. Prosedur yang dilakukan adalah stabilisasi posterior dan dekompresi spinal kanal. Tindakan stabilisasi posterior bertujuan memperkuat dan menjaga posisi tulang belakang agar kembali stabil, sementara dekompresi spinal kanal dilakukan untuk mengurangi tekanan pada saraf.
Dalam pelaksanaannya, operasi dilakukan secara terbuka dengan dukungan peralatan tulang belakang yang lengkap serta penggunaan C-arm selama prosedur berlangsung. Teknologi ini membantu dokter memantau posisi implan secara langsung saat operasi (intraoperatif), sehingga pemasangan dapat dilakukan dengan akurat dan aman.
“Hari ini rencana kita untuk operasi penstabilan tulang belakang yang patah dengan pemasangan implan, kemudian pembebasan saraf terjepit. Nama tindakannya stabilisasi posterior dan dekompresi spinal kanal.”
Dengan tindakan ini, diharapkan struktur tulang belakang pasien kembali stabil dan tekanan pada saraf dapat teratasi. Setelah operasi selesai dilakukan, pasien ditargetkan dapat menjalani proses pemulihan secara bertahap, hingga mampu berdiri dan berjalan dengan lebih baik. Penanganan yang tepat pada kasus patah tulang belakang disertai saraf terjepit sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang dan mengembalikan kualitas hidup pasien.
Profil dr. Fachry dan jadwal prakteknya di RS Mandaya Royal Puri

dr. Fachry Lubis adalah dokter spesialis ortopedi dengan subspesialisasi konsultan tulang belakang yang berpengalaman dalam menangani berbagai gangguan pada tulang belakang, termasuk kasus saraf terjepit. Ia menempuh pendidikan Dokter Umum di Universitas Sumatera Utara, kemudian melanjutkan Pendidikan Spesialis Ortopedi dan Konsultan Tulang Belakang di Universitas Indonesia.
Berkat latar belakang pendidikan serta pengalaman klinis yang mumpuni, dr. Fachry menjadi salah satu rujukan untuk penanganan saraf terjepit di wilayah Jakarta dan Tangerang. Ia menguasai berbagai teknik modern di bidang bedah tulang belakang, seperti Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD), Biportal Endoscopic Spinal Surgery (BESS), hingga Disc Replacement atau prosedur penggantian bantalan tulang belakang. Pilihan teknik yang beragam ini memungkinkan terapi disesuaikan dengan kondisi medis dan tingkat keparahan yang dialami masing-masing pasien.
dr. Mohammad Fachry Lubis, Sp.OT-(K) praktek di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal sebagai berikut:
- Selasa: 16.00 – 19.00 WIB
- Kamis: 11.00 – 15.00 WIB
- Jumat: 14.00 – 16.00 WIB
- Sabtu: 14.00 – 17.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

