Tumor otak meningioma adalah jenis tumor yang tumbuh dari selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Sebagian besar meningioma bersifat jinak, namun pertumbuhannya dapat menekan jaringan otak di sekitarnya sehingga memicu berbagai keluhan. Gejala yang sering muncul antara lain sakit kepala yang semakin sering atau berat, kejang, gangguan penglihatan, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, gangguan keseimbangan, hingga perubahan perilaku atau daya ingat. Jika tidak ditangani dengan tepat, tumor ini dapat terus membesar dan meningkatkan tekanan di dalam kepala, yang berisiko menyebabkan gangguan fungsi saraf yang serius.
Baru-baru ini, seorang figur yang dikenal di dunia maya dengan panggilan Elder Storyteller, Bapak GBD, menjalani operasi untuk mengangkat tumor otak meningioma berukuran 4×4 cm bersama Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS atau yang akrab disapa Dr. Joy di RS Mandaya Royal Puri.
“Ketika dilakukan operasi, tumornya bisa terangkat 99%, bersih. Dilihat dari hasil CT scan dan MRI juga. Terus setelah operasi kita kira papa koma dulu atau masuk ICU, tidak bisa jalan, tidak bisa ngomong, tidak bisa ingat. Ternyata dia tidak masuk kamar ICU, dia langsung masuk kamar inap, dan dia langsung ingat. Besoknya juga sudah bisa duduk, mulai berdiri, hari ke-3 sudah bisa jalan. Jadi kita tidak menyangka banget,” ujar anak Bapak GBD dengan bahagia.
Contents
Awal mula gejala: kejang saat makan bersama keluarga
Bapack GBD (Elder Storyteller) adalah sosok kreator konten inspiratif di media sosial, khususnya Instagram, yang dikenal dengan kisah hidupnya yang mengharukan dan perjuangannya sebagai figur ayah bagi Jimat dan anak-anak lainnya. Ia mengajarkan kasih sayang, ketabahan, dan berupaya memberikan yang terbaik meski minim figur ayah di hidupnya sendiri.
Kisah ini bermula ketika Bapak GBD mengalami kejang secara tiba-tiba saat sedang makan bersama keluarga. Anaknya yang bernama Angel menceritakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada 25 Januari dan menjadi momen yang membuat keluarga segera membawa beliau ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah menjalani pemeriksaan CT scan dan MRI, dokter menemukan adanya tumor otak di bagian kiri kepala, tepatnya di belakang mata kiri. Tumor tersebut ternyata menekan saraf serta bagian otak lainnya, sehingga menimbulkan berbagai keluhan yang sebelumnya tidak disadari sebagai gejala tumor otak.
Menurut Angel, sebenarnya ada beberapa tanda yang telah muncul dalam satu tahun terakhir, namun keluarga awalnya tidak menyadari bahwa hal tersebut berkaitan dengan tumor otak.
Baca juga: Perbedaan Meningioma dan Schwannoma, Tumor di Otak
Bapak GBD beberapa kali terlihat berjalan dengan kurang percaya diri, seolah mengalami gangguan penglihatan. Awalnya keluarga mengira hal tersebut hanya karena rabun biasa. Namun ternyata, tumor yang berada di belakang mata kiri tersebut menekan saraf mata sehingga menyebabkan penurunan penglihatan.
Selain itu, Bapak GBD juga sempat mengalami dua kali jatuh secara tiba-tiba. Saat kejadian itu terjadi, beliau tampak seperti “blank” atau kehilangan keseimbangan. Setelah dilakukan pemeriksaan, barulah diketahui bahwa penyebabnya adalah tumor otak meningioma berukuran sekitar 4×4 cm.
Menurut penjelasan dokter, tumor dengan ukuran kecil terkadang masih bisa dipantau tanpa operasi. Namun karena ukuran tumor Bapak GBD sudah cukup besar, tindakan operasi menjadi pilihan yang perlu dipertimbangkan.
Awalnya takut operasi di usia 67 tahun, tapi jadi yakin karena Dr. Joy
Setelah mengetahui adanya tumor otak, keluarga Bapak GBD berkonsultasi dengan beberapa dokter untuk mencari penanganan terbaik. Bahkan, mereka juga membagikan cerita tersebut di media sosial milik Bapak GBD yang dikenal luas oleh para pengikutnya.
Dari berbagai respons yang masuk, banyak orang merekomendasikan untuk berkonsultasi dengan Dr. Joy di RS Mandaya Royal Puri.
Meski demikian, pada awalnya Bapak GBD merasa sangat takut untuk menjalani operasi. Selain karena usianya yang sudah 67 tahun, keluarga juga mendengar banyak cerita tentang operasi otak yang tidak selalu berhasil, sehingga menimbulkan kekhawatiran tersendiri.
Namun setelah akhirnya berkonsultasi langsung dengan Dr. Joy, Bapak GBD merasa cocok dan lebih percaya diri untuk menjalani tindakan operasi pengangkatan tumor otak tersebut.
Operasi tumor otak dengan teknologi neuronavigasi
Dr. Joy menjelaskan bahwa Bapak GBD datang dengan keluhan utama berupa kejang. Setelah dilakukan pemeriksaan MRI, diketahui bahwa terdapat tumor otak berukuran cukup besar yang juga sudah menyebabkan gangguan penglihatan pada mata kiri.
Oleh karena itu, dilakukan operasi untuk mengangkat tumor dengan tujuan mengatasi kejang, memperbaiki fungsi penglihatan, serta mengurangi keluhan lainnya.
Dalam tindakan ini, tim dokter menggunakan teknologi neuronavigasi yang berfungsi seperti GPS untuk otak. Teknologi ini membantu dokter memvisualisasikan lokasi tumor secara presisi sehingga proses operasi dapat dilakukan dengan lebih akurat.
Tumor tersebut diketahui berada tepat di belakang mata kiri dan bahkan membebat pembuluh darah di sekitarnya. Dengan bantuan neuronavigasi, mikroskop bedah, serta alat pemantauan saraf, tim dokter dapat memisahkan tumor dari struktur penting di sekitarnya dengan lebih aman.
Hasilnya, tumor berhasil diangkat hampir seluruhnya dengan tingkat kebersihan sekitar 99% berdasarkan hasil CT scan dan MRI pascaoperasi.
Baca juga: Dr. Joy Operasi Tumor Otak Langka Trigone Meningioma dengan Teknologi GPS Otak di RS Mandaya Puri
Pemulihan yang mengejutkan setelah operasi
Keluarga awalnya memperkirakan bahwa Bapak GBD akan menjalani masa pemulihan yang panjang setelah operasi otak. Mereka sempat khawatir beliau akan mengalami koma, tidak bisa berbicara, atau bahkan harus dirawat di ICU.
Namun yang terjadi justru di luar dugaan.
Setelah operasi selesai, Bapak GBD tidak perlu dirawat di ICU dan langsung dipindahkan ke kamar perawatan biasa. Bahkan, kesadarannya kembali dengan baik.
Pada hari berikutnya, beliau sudah mulai bisa duduk dan berdiri. Hari ketiga setelah operasi, Bapak GBD bahkan sudah bisa berjalan di lorong rumah sakit dan mulai menjalani fisioterapi.
Yang lebih mengejutkan, dalam beberapa hari saja beliau sudah mampu melakukan latihan seperti berjalan di treadmill dan bersepeda sejauh 4–5 kilometer. Hal ini tentu menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi keluarga.
Pengalaman perawatan di RS Mandaya Royal Puri
Selain keberhasilan tindakan operasi, keluarga Bapak GBD juga merasa puas dengan pelayanan yang diberikan selama perawatan di RS Mandaya Royal Puri.
Angel menceritakan bahwa para perawat sangat sabar dan lembut dalam merawat pasien. Bahkan menurutnya, ayahnya yang cukup perfeksionis dan cerewet sebagai pasien pun merasa nyaman selama dirawat di sana.
Tidak hanya itu, pelayanan sejak awal kedatangan juga dinilai sangat membantu, mulai dari petugas yang membantu membawa barang hingga proses administrasi yang cepat.
Fasilitas kamar yang nyaman bahkan membuat Bapak GBD sempat bercanda bahwa tempat tersebut terasa seperti hotel, bukan rumah sakit.
Pesan untuk pasien dan keluarga yang mengalami hal serupa
Di akhir ceritanya, Angel juga memberikan pesan kepada keluarga lain yang mungkin sedang menghadapi situasi serupa, terutama ketika anggota keluarga didiagnosis tumor otak.
Menurutnya, hal terpenting adalah tetap tenang dan tidak panik dalam mengambil keputusan. Ia menyarankan untuk mencari second opinion dari beberapa dokter sebelum menentukan langkah pengobatan.
Pengalaman keluarga Bapak GBD menunjukkan bahwa dengan informasi yang tepat dan penanganan dari dokter yang berpengalaman, operasi tumor otak dapat memberikan hasil yang baik.
Karena itu, jika mengalami gejala yang mengarah pada gangguan saraf atau tumor otak, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis bedah saraf guna mendapatkan penanganan yang tepat.
Profil dan jadwal praktek Dr. Joy di RS Mandaya Royal Puri

Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS, yang akrab disapa Dr. Joy, merupakan dokter spesialis bedah saraf dengan subspesialisasi pada penyakit pembuluh darah otak. Ia dikenal luas memiliki keahlian dalam menangani berbagai gangguan saraf yang kompleks, terutama yang berkaitan dengan pembuluh darah otak dan tumor otak.
Dr. Joy menyelesaikan pendidikan doktoralnya di University of Helsinki, Finlandia, dengan fokus penelitian pada aneurisma otak. Penelitiannya berkontribusi dalam memperdalam pemahaman mengenai mekanisme terjadinya aneurisma serta pendekatan klinis yang lebih optimal dalam penanganan kondisi tersebut.
Selain aktif melayani pasien, Dr. Joy juga memiliki kontribusi di bidang akademik dan edukasi kesehatan. Ia merupakan penulis buku “Memahami Aneurisma Otak” yang telah diterbitkan dalam dua edisi. Buku ini membahas aneurisma otak secara menyeluruh, mulai dari penyebab, proses terbentuknya penyakit, metode diagnosis, hingga berbagai pilihan terapi dan penanganan yang tersedia.
Dalam praktik sehari-hari, Dr. Joy memiliki pengalaman luas dalam menangani berbagai kasus bedah saraf dengan tingkat kompleksitas tinggi, di antaranya:
- Aneurisma otak
- Stenosis atau penyempitan pembuluh darah otak
- Perdarahan otak
- Tumor otak
- Kanker otak
Didukung oleh pengalaman klinis yang panjang, latar belakang akademik yang kuat, serta berbagai pelatihan internasional di pusat-pusat bedah saraf terkemuka dunia, Dr. Joy dikenal sebagai salah satu ahli bedah saraf yang berpengalaman di Indonesia. Keahliannya banyak dimanfaatkan dalam penanganan kasus pembuluh darah otak dan tumor otak yang membutuhkan ketelitian serta teknologi medis canggih.
Bagi pasien yang ingin berkonsultasi, Dr. Joy melayani praktik di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal sebagai berikut:
- Senin: by appointment
- Selasa: 14.00 – 17.00 WIB
- Rabu: by appointment
- Kamis: 08.00 – 12.00 WIB
- Jumat: 14.00 – 17.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 12.00 WIB
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

