dr. Christian Permana, Sp.BS-FTB, FINSS, FICS merupakan dokter spesialis bedah saraf di RS Mandaya Royal Puri yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus gangguan tulang belakang, termasuk saraf kejepit di leher. Baru-baru ini, beliau melakukan operasi saraf kejepit pada ruas leher C3-C4 dengan bantuan teknologi Intraoperative Neuro Monitoring (IOM) guna meningkatkan keamanan dan presisi selama tindakan berlangsung pada pasien lanjut usia (lansia) bernama Bapak Andi asal Palembang.
Penggunaan teknologi IOM menjadi salah satu keunggulan di RS Mandaya Royal Puri, karena memungkinkan dokter memantau fungsi saraf pasien secara real-time selama operasi. Dengan pemantauan ini, risiko cedera saraf dapat ditekan seminimal mungkin sehingga prosedur menjadi lebih aman bagi pasien.
“Jadi lebih aman karena terpantau (dengan IOM), kalau selama ini kan bayangan kita opreasi kita nggak tahu apa yang terjadi di dalam, kalau ini jelas, ada yang tampak, misalnya ada yang salah atau yang nggak tepat, kena ke organ lain atau apa, jadi bisa terpantau,” kata anak Bapak Andi, yang mendampingi di samping kasur pasien.
“Setelah operasi alhamdulillah, kalau yang pertama kali dilihat kaki dan tangan tuh bisa gerak sendiri, yang sebelumnya kesenggol saja sudah kesakitan. Nah ini dia sudah bisa menendang-nendang istilahnya, tangan pun kalau disuruh diangkat, tadinya (hanya) sebelah yang angkat, ini sekarang sudah dua-duanya,” tegas anak Bapak Andi dengan lega dan gembira.
Contents
Keluhan pasien sebelum operasi
Pasien berusia sekitar 70 tahun datang dengan keluhan gangguan pada leher yang sudah cukup berat. Pemeriksaan menunjukkan adanya saraf kejepit pada ruas tulang leher C3-C4.
Berbeda dengan kasus-kasus yang pernah ditangani dr. Christian Permana sebelumnya, penjepitan terjadi dari dua arah sekaligus, yaitu dari bagian depan dan bagian belakang tulang belakang leher.
Kondisi tersebut menyebabkan kelemahan pada tangan dan kaki sebelah kiri, sehingga pasien mengalami kesulitan berjalan. Bahkan, pergerakan anggota gerak menjadi terbatas dan kekuatan otot menurun akibat tekanan yang cukup signifikan pada saraf tulang belakang.
Prosedur operasi C3-C4 dengan pendekatan depan dan belakang
Untuk menangani kasus yang kompleks ini, dr. Christian melakukan operasi dengan dua pendekatan sekaligus.
-
Pendekatan dari belakang (posterior)
Tindakan dilakukan dengan teknik endoskopi untuk membebaskan saraf yang tertekan dari bagian belakang, termasuk mengangkat jaringan yang menekan seperti ligamentum flavum.
-
Pendekatan dari depan (anterior)
Setelah saraf dibebaskan dari belakang, prosedur dilanjutkan dengan penggantian bantalan tulang (diskus) pada ruas C3-C4 dari sisi depan leher guna menghilangkan sumber tekanan utama pada saraf.
Pendekatan kombinasi ini bertujuan untuk memastikan saraf benar-benar terbebas dari tekanan, sehingga fungsi saraf dapat kembali optimal.
Peran penting teknologi Intraoperative Neuro Monitoring (IOM)
Dalam setiap operasi saraf tulang belakang, RS Mandaya Royal Puri menggunakan teknologi Intraoperative Neuro Monitoring (IOM). Teknologi ini memungkinkan tim medis memantau respons dan fungsi saraf pasien secara langsung selama operasi berlangsung.
IOM bekerja dengan mengirimkan sinyal listrik ringan untuk mengevaluasi jalur saraf motorik dan sensorik. Jika terjadi perubahan sinyal yang mengindikasikan gangguan pada saraf, dokter dapat segera melakukan penyesuaian.
Dengan adanya IOM:
- Keamanan pasien meningkat
- Risiko komplikasi saraf berkurang
- Tindakan lebih presisi
- Prosedur lebih terkontrol.
Pemantauan ini dilakukan bersama dokter spesialis saraf yang secara khusus mengawasi fungsi saraf selama operasi berlangsung.
Baca juga: 6 Penanganan Saraf Terjepit dengan Metode Minimal Invasif
Perkembangan pasien pasca operasi
Setelah operasi selesai, terlihat adanya perbaikan pada fungsi gerak pasien. Kekuatan tangan dan kaki yang sebelumnya melemah mulai menunjukkan peningkatan. Pergerakan yang sebelumnya terbatas kini menjadi lebih baik, menandakan bahwa tekanan pada saraf telah berhasil diatasi.
Perubahan ini menjadi indikator positif bahwa pembebasan saraf berjalan optimal dan fungsi saraf mulai pulih secara bertahap.
Profil dan jadwal praktek dr. Christian Permana di RS Mandaya Royal Puri

dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS merupakan dokter spesialis bedah saraf yang berpengalaman dalam menangani kasus saraf terjepit menggunakan teknik minimal invasif. Ia menguasai beragam prosedur modern, mulai dari Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD), Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy (PELD), Percutaneous Stenoscopic Lumbar Decompression (PSLD), Anterior Cervical Discectomy and Fusion (ACDF), hingga microdiscectomy.
Teknik minimal invasif yang diterapkan bertujuan untuk mengurangi trauma pada jaringan sehat di sekitar area operasi. Dengan metode ini, pasien umumnya merasakan nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, risiko komplikasi yang lebih kecil, serta waktu pemulihan yang lebih cepat. Pendekatan tersebut membantu pasien kembali beraktivitas lebih optimal dengan proses penyembuhan yang lebih nyaman dan efisien.
dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS bisa ditemui di RS Mandaya Puri pada:
- Selasa: 13.00 – 17.00 WIB
- Kamis: 13.00 – 17.00 WIB
- Jumat: 13.00 – 17.00 WIB
- Sabtu: 13.00 – 17.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

