Kanker usus stadium lanjut merupakan kondisi serius ketika sel kanker telah berkembang secara agresif dan menyebar ke area lain, termasuk rongga perut. Pada tahap ini, gejala yang muncul umumnya semakin berat, mulai dari penurunan berat badan drastis, nyeri perut berkepanjangan, gangguan pencernaan, hingga menurunnya kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, penanganan yang dilakukan tidak lagi cukup dengan terapi konvensional, melainkan membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif dan terarah.
Sebagai upaya menghadirkan solusi pengobatan yang lebih efektif, RS Mandaya Royal Puri menyediakan metode alternatif untuk kanker usus stadium lanjut melalui teknologi Hyperthermic Intraperitoneal Chemotherapy (HIPEC). Terapi ini dikombinasikan dengan prosedur operasi khusus untuk membantu mengendalikan penyebaran kanker di rongga perut, sekaligus meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan dan harapan hidup pasien.
“Metode HIPEC ini kalau digambarkan secara mudah, dokter akan mengoperasi kanker yang sudah menyebar di rongga perut setelah itu sebelum perut ditutup akan direndam dengan obat kemoterapi, lalu dikuras dan ditutup dijahit lagi. Tujuannya tentu guna membunuh sisa sel-sel jaringan kanker yang mungkin tertinggal selama operasi” jelas Erwin Suyanto, PR Mandaya Hospital Group.
Contents
Tahapan HIPEC untuk kanker usus stadium lanjut
Berikut ini adalah tahapan prosedur HIPEC dalam penanganan kanker usus stadium lanjut:
1. Bedah sitoreduktif (cytoreductive surgery / CRS)
Tahap pertama adalah operasi untuk mengangkat jaringan kanker yang tampak di dalam rongga perut. Prosedur ini dilakukan dengan anestesi umum, di mana dokter akan membuka area perut untuk mengevaluasi kondisi organ secara menyeluruh dan mengangkat sebanyak mungkin massa tumor. Tujuan utama tahap ini adalah menurunkan jumlah sel kanker secara signifikan sebelum dilanjutkan ke terapi berikutnya.
2. HIPEC
Setelah proses pengangkatan tumor selesai, tindakan dilanjutkan dengan HIPEC. Pada tahap ini, dokter memasukkan kateter khusus yang terhubung ke mesin perfusi untuk mengalirkan obat kemoterapi yang telah dipanaskan hingga suhu sekitar 40–50°C ke dalam rongga perut.
Larutan kemoterapi tersebut akan disirkulasikan selama kurang lebih 1–2 jam agar dapat menjangkau seluruh area rongga perut. Tujuannya adalah menghancurkan sel-sel kanker mikroskopis yang mungkin masih tersisa setelah operasi. Setelah selesai, cairan kemoterapi akan dikeluarkan, rongga perut dibersihkan, dan luka operasi ditutup kembali.
Baca juga: Pusat Kanker Usus Besar Kini Ada di Jakarta
Keunggulan HIPEC untuk kanker usus stadium lanjut
Metode HIPEC menawarkan berbagai kelebihan dibandingkan kemoterapi konvensional, khususnya untuk kasus kanker yang telah menyebar ke rongga perut, antara lain:
1. Menjangkau area yang sulit dicapai kemoterapi biasa
Kemoterapi sistemik yang diberikan melalui pembuluh darah sering kali tidak mampu menjangkau seluruh lapisan peritoneum. Dengan HIPEC, obat diberikan langsung ke rongga perut sehingga area yang sebelumnya sulit terakses dapat ditangani secara optimal.
2. Efektivitas lebih tinggi dalam membunuh sel kanker
Karena diberikan langsung di lokasi penyebaran kanker, HIPEC memungkinkan penghancuran sel kanker secara lebih tepat sasaran, termasuk sel-sel kecil yang tidak terlihat saat operasi.
3. Efek lebih kuat dengan bantuan suhu panas
Pemanasan obat kemoterapi hingga 40–50°C membantu meningkatkan penetrasi obat ke jaringan tumor sekaligus memperkuat efek sitotoksiknya, sehingga hasil terapi menjadi lebih optimal.
4. Dilakukan dalam satu rangkaian tindakan
Berbeda dengan kemoterapi biasa yang memerlukan beberapa siklus, HIPEC dilakukan dalam satu kali prosedur bersamaan dengan operasi. Hal ini membuat proses pengobatan menjadi lebih efisien.
5. Risiko efek samping sistemik lebih rendah
Karena obat bekerja secara lokal di rongga perut, paparan ke seluruh tubuh relatif lebih kecil. Dampaknya, efek samping seperti mual berat, kerontokan rambut, atau gangguan organ cenderung lebih ringan.
6. Memberikan harapan baru pada kanker stadium lanjut
HIPEC menjadi salah satu inovasi penting dalam pengobatan kanker usus stadium lanjut, karena dapat membantu menurunkan risiko kekambuhan sekaligus meningkatkan peluang keberhasilan terapi.
Dokter ahli kanker usus di RS Mandaya Royal Puri
1. dr. Ocsyavina, Sp.B. Subsp.BD (K)

dr. Ocsyavina, Sp.B. Subsp.BD (K) adalah dokter spesialis bedah digestif yang berpraktik di RS Mandaya Royal Puri. Beliau memiliki keahlian dalam menangani berbagai gangguan saluran pencernaan, mulai dari masalah pada lambung, usus, dan empedu, hingga kanker kolorektal serta tumor di rongga perut.
Didukung oleh pengalaman klinis yang kuat dan pendidikan lanjutan di bidang digestif, dr. Ocsyavina dikenal sebagai sosok yang teliti, komunikatif, serta mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pasien dalam setiap tindakan.
dr. Ocsyavina, Sp.B. Subsp.BD (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 16.00 – 18.00 WIB
- Selasa: 16.00 – 18.00 WIB
- Rabu: 16.00 – 18.00 WIB
- Kamis: 16.00 – 18.00 WIB
- Jumat: 16.00 – 18.00 WIB
- Sabtu: 10.00 – 12.00 WIB.
2. dr. Emerson Budiarman Masli, Sp.B. Subsp.BD (K)

dr. Emerson Budiarman Masli, Sp.B. Subsp.BD (K) merupakan dokter spesialis bedah digestif yang juga melayani pasien di RS Mandaya Royal Puri. Beliau berpengalaman dalam menangani berbagai penyakit pada sistem pencernaan, mulai dari batu empedu, usus buntu, dan hernia, hingga tindakan pembedahan untuk kanker hati dan kanker usus besar. Dengan teknik operasi yang presisi serta pendekatan yang berfokus pada keselamatan pasien, dr. Emerson dikenal sebagai salah satu dokter rujukan di bidangnya.
dr. Emerson Budiarman Masli, Sp.B. Subsp.BD (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 10.00 – 13.00 WIB
- Rabu: 10.00 – 13.00 WIB.
3. Prof. Dr. dr. Toar Jean Maurice Lalisang, Sp.B. Subsp.BD (K)

Prof. Dr. dr. Toar Jean Maurice Lalisang, Sp.B. Subsp.BD (K) adalah dokter spesialis bedah digestif senior yang memiliki pengalaman luas dalam menangani berbagai kasus kompleks pada saluran cerna. Beliau juga dikenal sebagai salah satu ahli transplantasi hati terkemuka di Indonesia. Selain aktif dalam praktik klinis, Prof. Toar turut berperan dalam pengembangan ilmu kedokteran melalui penelitian dan pendidikan, serta menjadi mentor bagi banyak dokter bedah muda di Indonesia. Sosoknya dikenal berdedikasi, berpengalaman, dan memiliki kompetensi yang mendalam di bidangnya.
Prof. Dr. dr. Toar Jean Maurice Lalisang, Sp.B. Subsp.BD (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 15.30 – 17.30 WIB
- Kamis: 15.30 – 17.30 WIB
- Sabtu: 11.00 – 13.00 WIB.
Jika Anda ingin berkonsultasi terkait penanganan kanker usus besar stadium lanjut dengan metode CRS-HIPEC, Anda dapat langsung datang ke RS Mandaya Royal Puri.
Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

