RS Mandaya Royal Puri menghadirkan NERVIOM, pusat layanan khusus untuk penanganan saraf kejepit di leher yang dirancang dengan pendekatan modern dan teknologi canggih. Dalam kurun waktu satu tahun, NERVIOM telah menangani setidaknya 70 tindakan saraf terjepit leher, menjadikannya pusat layanan yang berpengalaman dalam menangani berbagai gangguan tulang belakang leher, mulai dari nyeri leher kronis hingga saraf terjepit kompleks. Seluruh tindakan didukung teknologi neuro mapping (Intraoperative Monitoring/IOM) untuk meningkatkan akurasi serta keamanan selama prosedur medis.
Di pusat ini, pasien dapat mengakses beragam layanan unggulan seperti RF Cervical, BESS (Bedah Endoskopi Tulang Belakang), ACDF, hingga disc replacement, yang ditangani langsung oleh tim dokter bedah saraf berpengalaman. Melalui NERVIOM, RS Mandaya Royal Puri menghadirkan standar baru dalam penanganan saraf kejepit di leher dengan teknologi mutakhir dan perawatan yang komprehensif.
Contents
Layanan penanganan saraf terjepit di leher di NERVIOM RS Mandaya
Berikut ini adalah layanan untuk menangani saraf terjepit di leher yang ada di NERVIOM:
1. Radiofrequency (RF) Cervical
Radiofrequency (RF) Cervical adalah tindakan minimal invasif untuk mengurangi nyeri akibat saraf terjepit di area leher. Prosedur ini menggunakan gelombang radio untuk menonaktifkan sementara saraf penyebab nyeri tanpa merusak jaringan di sekitarnya. RF Cervical umumnya dilakukan tanpa operasi besar, waktu pemulihan relatif cepat, dan cocok untuk pasien yang mengalami nyeri leher kronis namun belum memerlukan tindakan bedah terbuka.
2. BESS (Biportal Endoscopic Spine Surgery)
BESS merupakan teknik operasi tulang belakang modern dengan pendekatan endoskopi melalui dua sayatan kecil. Metode ini memungkinkan dokter melihat area saraf terjepit secara lebih jelas dan presisi, sekaligus meminimalkan kerusakan jaringan otot. Dengan BESS, nyeri pascaoperasi lebih ringan, risiko komplikasi lebih rendah, serta waktu rawat inap dan pemulihan menjadi lebih singkat dibandingkan operasi konvensional.
3. Monoportal Endoscopic Lumbar Decompression
Monoportal Endoscopic Lumbar Decompression adalah tindakan endoskopi tulang belakang yang dilakukan melalui satu sayatan kecil. Prosedur ini bertujuan untuk melepaskan tekanan pada saraf akibat penyempitan saluran saraf atau penonjolan bantalan tulang belakang. Teknik monoportal memungkinkan tindakan yang lebih minimal invasif, perdarahan yang sangat minimal, serta pemulihan yang lebih cepat sehingga pasien dapat kembali beraktivitas lebih awal.
4. ACDF (Anterior Cervical Discectomy and Fusion)
ACDF adalah prosedur operasi untuk menangani saraf terjepit di leher dengan cara mengangkat bantalan leher (diskus) yang bermasalah melalui bagian depan leher. Setelah diskus diangkat, tulang leher akan disatukan (fusion) untuk menjaga kestabilan tulang belakang. Tindakan ini efektif dalam mengurangi nyeri, kesemutan, maupun kelemahan akibat penekanan saraf yang berat.
5. Disc Replacement
Disc Replacement atau penggantian bantalan leher merupakan alternatif modern dari operasi fusi. Pada prosedur ini, diskus yang rusak diganti dengan bantalan buatan sehingga pergerakan leher tetap terjaga secara alami. Disc Replacement bertujuan mengurangi nyeri akibat saraf terjepit sekaligus mempertahankan fleksibilitas leher, sehingga pasien dapat tetap bergerak dengan nyaman setelah operasi.
6. Stabilisasi Posterior & Laminektomi
Stabilisasi Posterior dan Laminektomi adalah tindakan bedah yang dilakukan dari bagian belakang tulang belakang untuk mengatasi saraf terjepit yang kompleks. Laminektomi dilakukan dengan mengangkat sebagian tulang untuk memperluas ruang saraf, sedangkan stabilisasi posterior bertujuan menjaga kekuatan dan kestabilan tulang belakang menggunakan sistem penyangga khusus. Prosedur ini umumnya direkomendasikan pada kasus saraf terjepit berat, penyempitan saluran saraf, atau ketidakstabilan tulang belakang.
Teknologi neuro mapping IONM untuk tindakan operasi saraf terjepit yang aman
Teknologi IONM adalah sistem pemantauan saraf yang digunakan selama operasi saraf terjepit di leher untuk membantu dokter menjaga keamanan fungsi saraf pasien. Selama tindakan berlangsung, IONM memantau sinyal saraf secara real-time, sehingga tim medis dapat mengetahui kondisi saraf dan jalur saraf penting yang berhubungan dengan gerak dan rasa. Dengan pemantauan ini, dokter dapat bekerja lebih presisi dan menghindari area saraf yang berisiko mengalami cedera.
Bagi pasien, penggunaan teknologi IONM membuat operasi menjadi lebih aman karena setiap perubahan pada fungsi saraf dapat terdeteksi sejak dini. Jika muncul tanda gangguan pada saraf, dokter dapat segera menyesuaikan tindakan yang dilakukan. Hal ini membantu menurunkan risiko komplikasi seperti kelemahan anggota gerak, kesemutan berkepanjangan, atau gangguan saraf lainnya, sekaligus memberikan rasa tenang karena operasi dilakukan dengan pengawasan saraf yang ketat.
Dokter di Pusat Saraf Kejepit di Leher NERVIOM RS Mandaya Royal Puri
Pusat Saraf Kejepit di Leher RS Mandaya Royal Puri atau NERVIOM memiliki tim kedokteran yang lengkap, mulai dari dokter spesialis saraf hingga dokter bedah saraf.
1. dr. Christian Ariono, Sp.BS, FICS

dr. Christian Ariono Sp.BS, FICS adalah dokter spesialis bedah saraf yang memiliki kompetensi luas dalam menangani berbagai kasus saraf terjepit, khususnya pada area leher dan tulang belakang. Selain itu, beliau juga berpengalaman dalam tindakan bedah tumor saraf, penanganan gangguan pembuluh darah otak, serta berbagai penyakit otak lainnya, termasuk meningitis.
Sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI), dr. Christian menguasai beragam prosedur bedah saraf modern, mulai dari teknik arthrospine hingga tindakan Anterior Cervical Discectomy and Fusion (ACDF) untuk mengatasi saraf terjepit yang kompleks.
dr. Christian Ariono Sp.BS, FICS dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 08.00 – 16.00 WIB
- Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
- Rabu: 08.00 – 16.00 WIB
- Kamis: 08.00 – 16.00 WIB
- Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 16.00 WIB.
2. dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS

dr. Christian Permana merupakan dokter spesialis bedah saraf yang fokus pada penanganan saraf terjepit dengan pendekatan minimal invasif. Berbagai teknik modern yang beliau kuasai antara lain Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD), Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy (PELD), Percutaneous Stenoscopic Lumbar Decompression (PSLD), ACDF, hingga microdiscectomy.
Metode-metode tersebut dirancang untuk membantu mengurangi nyeri secara optimal dengan trauma jaringan minimal, sehingga pasien dapat menjalani masa pemulihan yang lebih cepat dan nyaman.
dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS bisa ditemui di RS Mandaya Puri pada:
- Selasa: 13.00 – 17.00 WIB
- Kamis: 13.00 – 17.00 WIB
- Jumat: 13.00 – 17.00 WIB
- Sabtu: 13.00 – 17.00 WIB.
3. dr. Luh Ari Indrawati, Sp.N, Subsp. Nf.K.Nm.E.G.T.

dr. Luh Ari Indrawati, Sp.N, Subsp. Nf.K.Nm.E.G.T. adalah dokter spesialis neurologi dengan subspesialisasi epilepsi dan neurofisiologi klinis. Beliau berpengalaman dalam menangani berbagai gangguan kejang dan epilepsi, baik pada pasien anak maupun dewasa.
Dengan keahlian di bidang neurofisiologi, dr. Ari menjadi salah satu pilihan dokter saraf bagi pasien yang membutuhkan penanganan komprehensif terhadap gangguan sistem saraf pusat, khususnya epilepsi. dr. Luh Ari Indrawati melayani pasien di Mandaya Royal Hospital Puri setiap hari Kamis dan Sabtu.
dr. Luh Ari Indrawati, Sp.N, Subsp. Nf.K.Nm.E.G.T. bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Kamis: 17.30 – 20.00 WIB
- Sabtu: 14.00 – 18.00 WIB.
4. dr. Nurul Fadli, Sp.N

dr. Nurul Fadli, Sp.N adalah dokter spesialis saraf yang praktik di wilayah Jakarta Barat dan dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri. Beliau memiliki keahlian khusus dalam pemeriksaan elektromiografi (EMG) dan elektroensefalografi (EEG), yang berperan penting dalam mendeteksi dan mengevaluasi berbagai gangguan saraf.
Pemeriksaan EMG dan EEG yang dilakukan oleh dr. Nurul Fadli membantu dalam diagnosis kondisi seperti epilepsi, saraf terjepit, hingga penyakit neuromuskular seperti myasthenia gravis, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang tepat dan terarah.
dr. Nurul Fadli, Sp.N bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 18.00 – 20.00 WIB
- Rabu: 18.00 – 20.00 WIB
- Jumat: 17.00 – 20.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

