Setiap orang tua memiliki caranya masing-masing dalam mendorong atau mengembangkan kemampuan sosial anak sejak dini. Entah dengan mendaftarkannya ke sekolah atau dengan membawanya ke tempat bermain anak. Namun, beberapa anak mungkin memang memiliki kesulitan sosialisasi.
Kesulitan sosialisasi pada anak bisa membuatnya kesulitan untuk bergaul dengan anak sepantaran, keluarga, dan lingkungan sekitar. Memahami penyebabnya dapat membantu menentukan penanganan yang tepat.
Contents
Penyebab anak mengalami kesulitan sosialisasi
Kesulitan komunikasi sosial ditandai dengan munculnya kesulitan tantangan pada anak untuk menggunakan komunikasi verbal dan nonverbal untuk dapat berinteraksi dengan orang lain. Biasanya, mereka cenderung tidak paham dengan petunjuk, kebiasaan, dan norma-norma sosial, sehingga membuat mereka kesulitan dalam membangun hubungan dengan orang lainnya.
Itu sebabnya, anak yang mengalami kesulitan dalam bersosialisasi juga dapat memengaruhi perilaku, seperti agresif.
Penyebab anak mengalami kesulitan dalam sosialisasi dengan orang lain mungkin saja karena hal-hal yang cukup umum dan ringan, seperti anak yang pemalu atau pola asuh yang tidak membiarkan anak untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang lain. Namun, ada beberapa kondisi kesehatan yang juga dapat menyebabkan kesulitan sosialisasi pada anak.
Beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan anak mengalami kesulitan sosialisasi, antara lain:
1. Kurangnya keterampilan sosial
Keterampilan sosial perlu dikembangkan sejak dini. Anak yang kurang memiliki keterampilan sosial biasanya akan mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lainnya.
Biasanya, kondisi ini terjadi ketika anak tidak mendapatkan stimulus dalam jumlah yang cukup untuk mengembangkan kemampuannya.
Baca juga: Anak Usia 1 Tahun Harus Sudah Bisa Apa Saja? Ini Kata Dokter Anak
2. Autisme
Autisme sering dikaitkan dengan kesulitan sosialisasi pada anak. Sebab, masalah dalam bersosialisasi adalah salah satu tanda autisme yang cukup khas.
Anak yang memiliki autisme biasanya kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain, lebih senang bermain sendiri, tidak dapat mempertahankan kontak mata, dan dapat berperilaku agresif.
Selain autisme, gangguan perkembangan anak seperti ADHD dan keterlambatan bicara juga dapat menyebabkan kesulitan sosialisasi pada anak.
3. Gangguan sensori
Gangguan sensori pada anak juga bisa menyebabkan kesulitan sosial. Anak yang mengalami gangguan sensori memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap berbagai rangsangan, seperti sentuhan, suara, dan cahaya.
Ketiga rangsangan itu sangat umum ditemukan dalam lingkup sosial.
4. Kecemasan sosial
Anak yang memiliki kecemasan sosial juga bisa mengalami kesulitan dalam bersosialisasi. Biasanya, anak yang mengalami kecemasan sosial akan menunjukkan tanda-tanda seperti tantrum, menangis, mematung, atau manja ketika harus “dilepaskan” ke situasi sosial.
Mereka juga cenderung menghindar untuk sekolah atau menghindari makan di depan umum seorang diri.
5. Trauma
Trauma, entah dari keluarga atau dari lingkungan eksternal, seperti pengabaian, kekerasan, atau pelecehan bisa menyebabkan anak menarik diri dari pergaulan sehingga membuatnya kesulitan untuk bersosialisasi.
Baca juga: Macam-Macam Gangguan Motorik Anak dan Ciri-Ciri yang Perlu Diwaspadai
Tanda anak mengalami masalah dalam bersosialisasi
Biasanya, anak yang memiliki masalah dalam bersosialisasi, umumnya juga diikuti dengan tanda-tanda:
- Anak sulit fokus dan konsentrasi
- Cemas dan khawatir terutama di lingkup sosial
- Sulit mengendalikan emosi
- Kesulitan mengikuti aturan sosial
- Berkomunikasi dengan cara yang berbeda dengan orang yang berbeda
- Kesulitan memahami komunikasi nonverbal
Cara meningkatkan kemampuan sosial anak
Untuk menangani masalah kesulitan sosialisasi pada anak Anda perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang untuk mengetahui penyebabnya. Namun, fokus utamanya biasanya melakukan terapi untuk meningkatkan kemampuan sosial komunikasi anak.
Beberapa jenis terapi yang dapat diberikan untuk anak yang mengalami kesulitan bersosialisasi, antara lain:
- Terapi perilaku
- Terapi sensori integrasi
- Terapi wicara
- Melakukan role-play
Anda juga bisa mendorong anak untuk terlibat dalam interaksi sosial sambil terus mendampingi anak untuk memberikan rasa aman.
Jika masalah sosialisasi terjadi karena autisme, konsultasikan dengan dokter untuk menentukan rencana perawatan yang tepat.
Segera buat janji dengan dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang dan fisioterapis anak kami di Children’s Clinic di Mandaya Royal Hospital. Hubungi kami melalui Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau download aplikasi Care Dokter di Google Play dan App Store untuk membuat janji temu, memantau antrean, dan konsultasi yang lebih nyaman.
Lihat juga: Kenali Speech Delay atau Anak Telat Bicara Sejak Usia Dini bersama dr. Lisa Safira, Sp.A(K) Neuro