fbpx

Kenali Detak Jantung Normal Sesuai Usia dan Cara Mengukurnya

Kenali Detak Jantung Normal Sesuai Usia dan Cara Mengukurnya

Detak jantung adalah jumlah denyut jantung dalam satu menit yang secara otomatis diatur oleh tubuh sesuai dengan aktivitas dan kondisi yang sedang dialami. Saat berolahraga, merasa cemas, atau sedang bersemangat, detak jantung akan meningkat. Sebaliknya, ketika tubuh beristirahat dan dalam kondisi tenang, detak jantung akan melambat. Karena setiap usia memiliki rentang detak jantung normal yang berbeda, memahami detak jantung normal sesuai usia menjadi hal penting untuk memantau kesehatan jantung serta mengenali tanda-tanda gangguan sejak dini.

Apabila Anda merasakan detak jantung yang tidak teratur, terlalu cepat, atau terlalu lambat, pemeriksaan oleh dokter spesialis jantung sangat dianjurkan. Di RS Mandaya Royal Puri, Anda dapat berkonsultasi dengan dr. Sebastian Andy Manurung, Sp.JP, Subsp. Ar(K), FIHA, dokter spesialis jantung konsultan aritmia yang berpengalaman dalam menangani berbagai gangguan irama jantung. Beliau memiliki keahlian dalam tindakan ablasi jantung hingga pemasangan alat pacu jantung untuk membantu mengembalikan irama jantung agar kembali normal dan optimal.

Konsultasi dokter

Mengenal detak jantung normal sesuai usia

Detak jantung normal saat istirahat pada orang dewasa umumnya berkisar antara 60–100 denyut per menit (bpm), yaitu ketika tubuh sedang duduk atau berbaring dalam keadaan terjaga. Pada atlet, detak jantung istirahat bisa lebih rendah, sekitar 40–50 bpm. Sementara itu, bayi dan anak-anak memiliki detak jantung istirahat yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.

Berikut ini adalah detak jantung normal sesuai usia yang penting untuk Anda kenali:

  • Lahir-usia 4 minggu (bayi baru lahir): 100–205 denyut per menit (bpm)
  • 4 minggu-1 tahun (bayi): 100–180 bpm
  • 1-3 tahun (balita): 98–140 bpm
  • 3-5 tahun (usia prasekolah): 80–120 bpm
  • 5-12 tahun (usia sekolah): 75–118 bpm
  • 13-17 tahun (remaja): 60–100 bpm
  • 18 tahun ke atas (dewasa): 60–100 bpm.

*Rentang detak jantung ini berlaku saat tubuh dalam kondisi terjaga dan tidak sedang berolahraga. Detak jantung dapat menjadi lebih rendah saat tidur, serta meningkat ketika Anda sedang beraktivitas.

Konsultasi dokter

Faktor apa yang memengaruhi detak jantung?

Kecepatan detak jantung seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama saat dalam kondisi istirahat. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Penyakit kronis: Berbagai kondisi medis jangka panjang dapat memengaruhi detak jantung. Misalnya, gangguan tiroid yang terlalu aktif dapat menyebabkan detak jantung meningkat hingga lebih dari 100 denyut per menit.
  • Emosi dan kesehatan mental: Stres, cemas, atau tegang dapat membuat detak jantung meningkat. Sebaliknya, saat tubuh dalam keadaan tenang dan rileks, detak jantung cenderung lebih rendah.
  • Tingkat kebugaran: Atlet umumnya memiliki detak jantung istirahat yang lebih rendah, bahkan bisa berada di kisaran 40-an. Kurangnya aktivitas fisik dapat membuat detak jantung berada di batas atas rentang normal.
  • Penggunaan obat-obatan: Beberapa jenis obat dapat meningkatkan atau menurunkan detak jantung. Konsultasikan dengan tenaga medis untuk memahami efek obat yang sedang dikonsumsi.
  • Kehamilan: Selama kehamilan, detak jantung istirahat cenderung lebih tinggi. Peningkatan detak jantung saat berolahraga juga lebih terasa dibandingkan sebelum hamil.
  • Kualitas tidur: Tidur yang kurang atau tidak berkualitas dapat menyebabkan detak jantung meningkat, sedangkan tidur yang cukup membantu menurunkannya.
  • Zat tertentu: Konsumsi alkohol, kafein, serta kebiasaan merokok dapat membuat detak jantung menjadi lebih cepat.
  • Berat badan: Indeks massa tubuh (IMT) di atas 25 atau kondisi kelebihan berat badan dan obesitas dapat berhubungan dengan detak jantung istirahat yang lebih tinggi.

Pada beberapa kondisi, detak jantung yang terlalu cepat atau terlalu lambat dapat disebabkan oleh gangguan pada jantung itu sendiri. Aritmia adalah kondisi ketika aktivitas listrik jantung tidak normal sehingga detak jantung menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Beberapa jenis aritmia memerlukan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.

Konsultasi dokter

Baca juga: 5 Kelebihan Pulse Field Ablation (PFA) untuk Penanganan Aritmia Jantung

Cara menghitung detak jantung normal

Anda dapat mengukur detak jantung dengan memeriksa denyut nadi untuk mengetahui seberapa cepat jantung berdetak. Cara ini bisa dilakukan secara manual atau dengan bantuan alat khusus. Beberapa metode yang dapat digunakan antara lain:

  • Mengukur denyut nadi secara manual: Letakkan dua hingga tiga jari di pergelangan tangan atau leher, lalu tekan perlahan hingga terasa denyutan. Hitung jumlah denyut selama 60 detik. Anda juga dapat menghitung selama 30 detik, kemudian mengalikannya dua kali untuk mendapatkan jumlah denyut per menit (bpm).
  • Menggunakan alat pemantau detak jantung: Perangkat ini dapat mengukur detak jantung melalui sensor, baik menggunakan sabuk yang melingkari dada maupun sensor di pergelangan tangan atau bagian tubuh lainnya.

Untuk mengetahui detak jantung Anda secara akurat, Anda bisa datang ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. 

Konsultasi dokter

Dokter jantung ahli aritmia di RS Mandaya Royal Puri, bisa lakukan ablasi dan pasang pacemaker

Detak jantung yang tidak berada dalam rentang normal, baik terlalu cepat, terlalu lambat, maupun tidak teratur, dikenal sebagai aritmia. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada sistem kelistrikan jantung yang mengatur irama denyut, sehingga jantung tidak berdetak sebagaimana mestinya. Aritmia dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari jantung berdebar, pusing, mudah lelah, hingga pingsan, dan pada kondisi tertentu berisiko menimbulkan komplikasi serius bila tidak ditangani dengan tepat.

Penanganan aritmia memerlukan evaluasi dan keahlian khusus dari dokter spesialis jantung yang berpengalaman. Di RS Mandaya Royal Puri, gangguan irama jantung ditangani oleh dr. Sebastian, dokter spesialis jantung konsultan aritmia. Beliau menyelesaikan pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita.

Untuk memperdalam keahlian di bidang aritmia, dr. Sebastian menempuh pendidikan lanjutan sebagai Konsultan Aritmia di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita serta Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia. Dengan latar belakang tersebut, beliau memiliki kompetensi khusus dalam menangani gangguan irama jantung melalui berbagai tindakan modern, mulai dari ablasi jantung 2D dan 3D, Pulsed Field Ablation (PFA) sebagai metode ablasi terbaru, hingga pemasangan alat pacu jantung (pacemaker) untuk membantu mengembalikan irama jantung agar kembali normal.

  1. Sebastian Andi Manurung, Sp.JP. Subsp.Ar (K), FIHA bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
  • Selasa: 16.00 – 20.00 WIB
  • Kamis: 16.00 – 20.00 WIB
  • Sabtu: 13.00 – 17.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes