Tulang belakang merupakan struktur utama penopang tubuh manusia yang tersusun dari rangkaian tulang yang disebut vertebra. Bagian tubuh ini memanjang dari leher hingga panggul dan berfungsi sebagai penyangga tubuh agar dapat berdiri tegak, duduk, maupun bergerak dengan stabil. Selain menopang berat badan, tulang belakang juga berperan penting dalam melindungi sumsum tulang belakang, yaitu jalur saraf utama yang menghubungkan otak dengan seluruh bagian tubuh.
Karena memiliki peran vital, kondisi tulang belakang perlu dijaga agar tetap sehat dan berada pada posisi yang normal. Namun pada sebagian orang, bentuk tulang belakang dapat mengalami kelainan tertentu yang menyebabkan postur tubuh berubah atau menimbulkan keluhan fisik. Beberapa jenis kelainan tulang belakang yang cukup sering terjadi antara lain kifosis (punggung membungkuk), lordosis (lengkungan berlebih pada punggung bawah), dan skoliosis (tulang belakang melengkung ke samping). Setiap jenis kelainan ini memiliki gejala serta pendekatan penanganan yang berbeda-beda.

Untuk membantu mendeteksi masalah tulang belakang sejak dini, RS Mandaya Royal Puri menghadirkan Whole Spine Screening Package. Paket pemeriksaan ini dirancang untuk mengevaluasi kondisi tulang belakang secara menyeluruh sehingga berbagai kelainan, termasuk kifosis, lordosis, maupun skoliosis, dapat teridentifikasi lebih awal dan ditangani dengan tepat.
Contents
Jenis-jenis kelainan tulang belakang
Berikut ini adalah beberapa jenis kelainan pada tulang belakang:
1. Kifosis
Kifosis adalah kelainan tulang belakang yang ditandai dengan lengkungan berlebih pada bagian punggung atas sehingga postur tubuh tampak membungkuk ke depan. Secara normal, tulang belakang memang memiliki lengkungan alami, namun pada kondisi kifosis, lengkungan ini menjadi terlalu menonjol sehingga dapat memengaruhi penampilan, kenyamanan, hingga fungsi tubuh jika sudah cukup berat.
Gejala kifosis:
- Punggung tampak membungkuk atau membulat
- Nyeri atau kaku pada punggung bagian atas
- Mudah lelah pada area punggung
- Penurunan fleksibilitas tulang belakang
- Pada kasus berat, dapat menimbulkan gangguan pernapasan
Penyebab kifosis:
- Postur tubuh yang buruk dalam jangka panjang
- Kelainan tulang belakang sejak lahir (kifosis kongenital)
- Penyakit tulang seperti osteoporosis
- Cedera pada tulang belakang
- Penyakit tertentu seperti Scheuermann’s disease.
Penanganan kifosis bergantung pada tingkat keparahan lengkungan tulang belakang serta penyebab yang mendasarinya. Pada kasus ringan, dokter biasanya merekomendasikan perbaikan postur tubuh, fisioterapi, serta latihan penguatan otot punggung untuk membantu menjaga posisi tulang belakang tetap stabil.
Jika disertai nyeri, obat pereda nyeri juga dapat diberikan. Pada kasus yang lebih berat, misalnya ketika lengkungan sangat besar atau menimbulkan gangguan pernapasan, dokter dapat mempertimbangkan penggunaan brace (penyangga tulang belakang) atau tindakan operasi untuk memperbaiki posisi tulang belakang.
Baca juga: Rekomendasi Dokter untuk Badan Bungkuk di Jakarta Barat dan Tangerang
2. Lordosis
Lordosis adalah kelainan tulang belakang yang ditandai dengan lengkungan berlebihan pada bagian punggung bawah (lumbar). Kondisi ini membuat punggung bawah tampak lebih melengkung ke dalam sehingga perut terlihat lebih menonjol dan bokong tampak menonjol ke belakang. Pada sebagian orang, lordosis ringan masih dianggap normal, tetapi jika terlalu berlebihan dapat menimbulkan keluhan.
Gejala lordosis:
- Lengkungan punggung bawah tampak berlebihan
- Nyeri pada punggung bagian bawah
- Postur tubuh tampak tidak seimbang
- Kaku atau tegang pada otot punggung bawah
- Nyeri yang memburuk saat berdiri lama
Penyebab lordosis:
- Postur tubuh yang tidak baik
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Kehamilan
- Gangguan pada tulang belakang atau sendi panggul
- Kondisi medis tertentu seperti spondylolisthesis.
Pengobatan lordosis umumnya difokuskan pada mengurangi keluhan nyeri serta memperbaiki postur tubuh. Dokter dapat menyarankan latihan peregangan dan penguatan otot inti (core) melalui fisioterapi untuk membantu menopang tulang belakang dengan lebih baik. Selain itu, perubahan gaya hidup seperti menjaga berat badan ideal dan memperbaiki kebiasaan duduk atau berdiri juga dapat membantu mengurangi tekanan pada punggung bawah. Pada kondisi tertentu yang lebih berat atau disebabkan oleh gangguan struktural pada tulang belakang, penggunaan brace atau prosedur operasi mungkin diperlukan.
3. Skoliosis
Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang menyebabkan tulang belakang melengkung ke samping membentuk huruf “S” atau “C”. Kondisi ini paling sering ditemukan pada anak-anak atau remaja selama masa pertumbuhan. Tingkat keparahan skoliosis dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, dan pada kasus tertentu dapat memengaruhi keseimbangan tubuh serta fungsi paru-paru.
Gejala skoliosis:
- Bahu tampak tidak sejajar
- Salah satu sisi pinggang terlihat lebih tinggi
- Tulang belikat menonjol pada salah satu sisi
- Tubuh tampak condong ke satu sisi
- Nyeri punggung pada beberapa kasus
Penyebab skoliosis:
- Penyebab tidak diketahui (skoliosis idiopatik)
- Kelainan tulang belakang sejak lahir (skoliosis kongenital)
- Gangguan saraf atau otot seperti cerebral palsy atau muscular dystrophy
- Cedera atau infeksi pada tulang belakang
- Penyakit degeneratif pada tulang belakang pada orang dewasa.
Penanganan skoliosis ditentukan berdasarkan usia pasien, derajat kelengkungan tulang belakang, serta potensi perkembangan kelainan tersebut. Pada skoliosis ringan, dokter biasanya hanya melakukan pemantauan berkala untuk memastikan kelengkungan tidak bertambah. Jika kelengkungan cukup signifikan, penggunaan brace dapat direkomendasikan terutama pada anak-anak atau remaja yang masih dalam masa pertumbuhan.
Sementara itu, pada kasus yang berat atau terus memburuk, tindakan operasi tulang belakang dapat dilakukan untuk meluruskan dan menstabilkan posisi tulang belakang agar tidak semakin melengkung.
Baca juga: Rekomendasi Dokter Skoliosis Anak dan Pilihan Pengobatan yang Direkomendasikan
Dokter spesialis ortopedi tulang belakang di RS Mandaya Royal Puri, dr. Fachry

dr. Mohammad Fachry Lubis, Sp.OT-(K) dikenal sebagai dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang yang berpengalaman dalam menangani berbagai gangguan pada tulang belakang, termasuk kifosis. Pendidikan kedokteran umum beliau ditempuh di Universitas Sumatera Utara, kemudian dilanjutkan dengan pendidikan spesialis ortopedi serta subspesialisasi konsultan tulang belakang di Universitas Indonesia.
Dengan pengalaman panjang di bidang ortopedi tulang belakang, dr. Fachry juga aktif mengikuti berbagai kursus dan pelatihan untuk terus memperbarui pengetahuan serta keterampilan klinisnya. Beberapa pelatihan yang pernah diikuti antara lain AO Spine Asia Pacific Cadaveric di Sydney (2017), AO Trauma Chengdu di Chengdu (2016), Paris Shoulder Course di Paris (2017), North America Spine Society di Bali (2017), serta AO Spine Advance di Jakarta (2017). Berbagai pelatihan tersebut diikuti baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam praktik sehari-hari, dr. Fachry memiliki kompetensi dalam menangani beragam keluhan serta kelainan pada tulang belakang. Beberapa kondisi yang sering ditangani meliputi saraf terjepit, skoliosis, pergeseran tulang belakang, tumor pada saraf tulang belakang, patah tulang belakang, cedera tulang belakang akibat aktivitas olahraga, nyeri dan kesemutan yang menjalar dari pinggang ke kaki, nyeri yang menjalar dari leher hingga kepala, nyeri pada area bokong, hingga keluhan nyeri punggung dan pinggang.
dr. Mohammad Fachry Lubis, Sp.OT-(K) dapat ditemui untuk konsultasi di RS Mandaya Royal Puri pada jadwal berikut:
- Selasa: 17.00 – 20.00 WIB
- Kamis: 11.00 – 15.00 WIB
- Jumat: 14.00 – 16.00 WIB
- Sabtu: 14.00 – 16.00 WIB.
Paket pemeriksaan tulang belakang di RS Mandaya Royal Puri

Berikut ini adalah harga Paket Pemeriksaan MRI Tulang Belakang 2026 – Mandaya Royal Hospital Puri:
Harga: Rp5.800.000.
Harga di atas sudah termasuk:
- MRI Whole Spine Non Contrast
- Sudah Termasuk Biaya Administrasi
- Konsultasi dokter spesialis.
Syarat dan ketentuan:
- Tidak berlaku untuk penjaminan asuransi dan perusahaan
- Tidak berlaku untuk pasien rawat inap
- Berlaku hingga Juni 2026.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

