fbpx

Kedutan dan Nyeri Wajah Kini Bisa Disembuhkan oleh Dr. Mardjono Joy Tjahjadi

Kedutan & Nyeri Wajah Kini Bisa Disembuhkan oleh Dr. Mardjono Joy Tjahjadi

Kedutan dan nyeri pada wajah merupakan gangguan saraf yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu aktivitas harian, hingga menurunkan kualitas hidup penderitanya. Kondisi ini sering berkaitan dengan penekanan pembuluh darah terhadap saraf wajah dan memerlukan penanganan medis yang tepat. Kini, kedutan dan nyeri wajah dapat disembuhkan melalui tindakan Microvascular Decompression (MVD) yang ditangani oleh Dr. dr. Mardjono Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS (Dr. Joy) di RS Mandaya Royal Puri, sebagai solusi efektif untuk mengatasi penyebab utama gangguan saraf wajah secara menyeluruh.

Konsultasi dokter

Apa itu operasi MVD untuk kedutan dan nyeri wajah?

MVD merupakan tindakan operasi yang ditujukan untuk mengatasi keluhan nyeri maupun kedutan otot akibat adanya tekanan pembuluh darah, baik arteri maupun vena, pada saraf. Prosedur ini dilakukan dengan membuka sebagian kecil tulang tengkorak agar dokter dapat mengamati secara langsung kondisi saraf di area dasar batang otak. 

Selanjutnya, bantalan atau spons khusus akan ditempatkan di antara saraf dan pembuluh darah yang menekannya, sehingga saraf terlindungi dari denyutan dan tekanan. Dengan teknik ini, gejala akibat kompresi saraf dapat berkurang secara signifikan.

Dalam praktiknya, bantalan pada prosedur MVD umumnya diletakkan di antara saraf trigeminal dan arteri serebelar superior atau cabang dari vena petrosal yang menjadi sumber penekanan. Setelah tekanan pada saraf berhasil dihilangkan, keluhan seperti nyeri hebat atau kedutan pada wajah dapat mereda, sehingga kualitas hidup pasien pun meningkat.

Konsultasi dokter

Tahapan prosedur MVD

Berikut gambaran tahapan sebelum, selama, dan setelah operasi MVD untuk menangani keluhan kedutan maupun nyeri pada wajah:

1. Sebelum operasi

Sebelum menjalani tindakan MVD, pasien akan menjalani pemeriksaan medis menyeluruh guna memastikan kondisi tubuhnya cukup stabil untuk menjalani operasi besar dengan bius total. Setelah anestesi diberikan dan pasien tertidur, sebagian kecil rambut di area belakang telinga pada sisi yang bermasalah akan dicukur, dengan ukuran sekitar 2,5 x 7,5 cm. Kepala pasien kemudian diposisikan secara khusus dan dipasang alat penyangga agar tetap stabil sepanjang operasi.

2. Selama operasi

Pada tahap ini, dokter bedah saraf akan membuat lubang kecil pada tulang tengkorak di belakang telinga, umumnya seukuran koin. Lapisan pelindung otak (dura) kemudian dibuka untuk memberikan akses ke saraf. Dengan bantuan mikroskop bedah, dokter akan mengidentifikasi saraf kranial, terutama akar saraf trigeminal yang terhubung dengan batang otak (pons). Di area inilah biasanya ditemukan pembuluh darah yang menekan saraf dan memicu timbulnya gejala.

Selama operasi berlangsung, tim medis lain seperti ahli saraf atau neurofisiolog akan memantau fungsi saraf pendengaran menggunakan alat khusus. Pemantauan ini penting karena jalur saraf pendengaran berada dekat dengan area operasi dan perlu dijaga keamanannya.

3. Setelah operasi

Setelah prosedur MVD selesai, pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan untuk pemantauan tanda-tanda vital hingga efek anestesi benar-benar hilang. Selanjutnya, pasien biasanya dirawat di ruang ICU selama satu malam untuk observasi ketat. Pada fase awal pemulihan, keluhan seperti mual atau sakit kepala dapat muncul, namun umumnya dapat dikendalikan dengan obat-obatan.

Apabila kondisi pasien sudah stabil, perawatan dilanjutkan di ruang rawat biasa. Pasien akan didorong untuk mulai beraktivitas ringan secara bertahap, seperti duduk atau berjalan perlahan. Dalam banyak kasus, pasien dapat diperbolehkan pulang dalam waktu sekitar 1–2 hari setelah operasi, disertai dengan panduan perawatan lanjutan di rumah.

Konsultasi dokter

Profil dan keahlian Dr. Joy sebagai dokter bedah saraf ahli MVD

Dr. dr. Mardjono Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F.N-Onk, PhD, FICS, IFAANS, yang dikenal sebagai Dr. Joy, memulai pendidikan kedokterannya di salah satu universitas terkemuka di Indonesia. Sejak masa kuliah, beliau telah menunjukkan minat yang kuat pada bidang bedah saraf, khususnya subspesialisasi neurovaskular. Setelah menyelesaikan pendidikan dokter di Indonesia, Dr. Joy melanjutkan pendidikan spesialis bedah saraf ke Finlandia, di mana beliau belajar langsung dari para pakar bedah saraf internasional serta aktif terlibat dalam berbagai penelitian mutakhir terkait aneurisma dan tumor otak.

Prestasi akademiknya semakin menonjol dengan keberhasilan menyelesaikan pendidikan doktoral (S3) di Finlandia dalam waktu yang sangat singkat, yaitu 18 bulan 12 hari. Atas pencapaian tersebut, Dr. Joy memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Dokter yang Lulus S3 Kedokteran Tercepat”.

Saat ini, Dr. Joy dikenal sebagai salah satu dokter spesialis bedah saraf unggulan di Indonesia yang berpengalaman menangani berbagai kasus saraf kompleks, mulai dari aneurisma otak, perdarahan otak, tumor otak, hingga kanker otak. Dengan dukungan pendidikan yang kuat, pengalaman internasional, serta pendekatan medis yang komprehensif dan berbasis teknologi, Dr. Joy telah meraih berbagai penghargaan dan pengakuan di tingkat nasional maupun internasional.

Jadwal praktek Dr. Joy (Dr. dr. Mardjono Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS) di RS Mandaya Royal Puri adalah sebagai berikut:

  • Senin: by appointment
  • Selasa: 14.00 – 17.00 WIB
  • Rabu: by appointment
  • Kamis: 08.00 – 12.00 WIB
  • Jumat: 14.00 – 17.00 WIB
  • Sabtu: 08.00 – 12.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes