fbpx

Kanker Hati: Penyebab, Gejala, Pengobatan

kanker hati

Kanker hati terjadi ketika sel kanker berkembang di sel-sel yang ada pada hati. Ada beberapa jenis kanker yang bisa terjadi pada organ ini, tapi yang paling umum salah satunya adalah hepatoseluar karsinoma yang awalnya terjadi pada sel hati yang disebut hepatosit. 

Kanker liver lebih sering terjadi sebagai penyebaran dari kanker di organ lain. Misalnya, seseorang didiagnosis mengalami kanker usus besar dan kemudian kanker tersebut mengalami metastasis atau penyebaran ke hati. Ketika hal ini terjadi, kondisinya tidak lagi disebut sebagai kanker hati, tapi kanker metastasis. 

Konsultasi dokter

Gejala

Beberapa gejala kanker hati yang mungkin dirasakan antara lain:

  • Berat turun tanpa sebab yang jelas
  • Hilang nafsu makan
  • Nyeri pada perut bagian atas
  • Mual dan muntah
  • Badan lemas terus menerus
  • Perut bengkak atau membesar
  • Kulit dan bagian putih mata menguning (jaundice)
  • Warna tinja pucat putih dan getas seperti kapur

Penyebab

Kanker pada liver terjadi ketika sel yang ada pada hati mengalami mutasi di DNA yang dimilikinya. Mutasi ini membuat sel tumbuh secara berlebihan diluar kendali, sehingga membentuk tumor. Ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker hati, seperti:

  • Sirosis hati
  • Hepatitis B kronis
  • Diabetes
  • Perlemakan hati pada orang yang tidak minum alcohol
  • Konsumsi alkohol berlebihan

Konsultasi dokter

Diagnosis

Untuk mendiagnosis kanker liver, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan,seperti:

  • Tes darah untuk melihat fungsi hati
  • Tes pencitraan seperti MRI, elastografi, atau CT Scan untuk melihat bentuk fisik liver
  • Biopsi liver atau pengambilan sampel jaringan hati untuk menentukan ada atau tidaknya sel kanker di organ tersebut.

Lihat Juga: Pengobatan Kanker Liver dengan Hepatektomi oleh Prof. Toar JM Lalisang, Sp.B, Subs.BD (K)

Pengobatan

Beberapa jenis pengobatan kanker hati yang bisa dilakukan adalah:

  1. Operasi pengangkatan tumor

Operasi pengangkatan tumor hati bisa dilakukan jika ukuran tumor tidak terlalu besar dan fungsi hati masih baik. 

  1. Transplantasi hati

Pada kondisi dimana hati sudah tidak bisa dipertahankan, maka penanganan dengan transplantasi hati bisa dilakukan. Namun, ada syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi sebelum transplantasi bisa dilakukan. 

Riwayat kesehatan, kebiasaan, hingga mendapatkan donor yang tepat perlu diperhatikan sebelum prosedur ini dilakukan.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi bekerja dengan cara menyerang sel-sel kanker dengan harapan sel tersebut berhenti tumbuh. Pada pengobatan kanker liver, obat kemoterapi umumnya kan diberikan lewat infus. Metode ini dipilih jika operasi tidak memungkinkan untuk dilakukan.

  1. Terapi target

Sama seperti kemoterapi, terapi target juga dilakukan menggunakan obat-obatan yang akan mengincar sel kanker agar berhenti berkembang. Namun, obat yang digunakan mengincar bagian sel yang lebih spesifik. Metode ini umumnya dipilih pada pasien yang tidak bisa menjalani operasi atau kankernya sudah menyebar ke organ lain.

  1. Radioterapi

Radioterapi adalah pengobatan menggunakan gelombang radiasi untuk membunuh sel kanker. 

Konsultasi dokter

Pencegahan

Beberapa penyakit yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker liver seperti sirosis dan hepatitis B bisa dicegah. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:

  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Jaga berat badan ideal
  • Dapatkan vaksin hepatitis B
  • Cegah hepatitis C dengan tidak menggunakan obat-obatan terlarang,terutama yang diberikan lewat suntikan, tidak mendapatkan tato atau tindik di tempat yang tidak bisa dijamin kebersihannya, dan bergonta-ganti pasangan seksual.

Penanganan Kanker Hati di Mandaya Royal Hospital Puri

Mandaya Royal Hospital Puri memiliki tim dokter berpengalaman dan multidisiplin yang bisa membantu pemulihan kanker liver. Dengan tekonologi medis yang dimiliki, pengobatan seperti operasi, kemoterapi, hingga radioterapi dapat dilakukan di sini.

Dokter Spesialis Hati di Mandaya

Berikut ini adalah beberapa dokter ahli kanker hati di RS Mandaya Royal Puri:

1. Prof. Dr. dr. Toar Jean Maurice Lalisang, Sp.B. Subsp.BD (K)

Prof. Dr. dr. Toar Jean Maurice Lalisang, Sp.B. Subsp.BD (K) merupakan dokter spesialis bedah digestif yang saat ini berpraktik di RS Mandaya Royal Puri. Beliau menempuh pendidikan dokter umum, spesialis bedah, subspesialis bedah digestif, hingga pendidikan doktoral di Universitas Indonesia. Selain itu, Prof. Toar juga aktif sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia (IKABDI).

Dengan pengalaman klinis yang sangat luas, Prof. Toar dikenal memiliki jam terbang tinggi dalam bidang bedah digestif dan penanganan penyakit hati. Keahliannya mencakup bedah digestif lanjutan hingga transplantasi hati, menjadikannya salah satu pakar terkemuka di bidang ini. Atas dedikasi dan kontribusinya di dunia medis, beliau telah menerima berbagai penghargaan bergengsi, antara lain Bakti Karya Husada Tri Windu dan Satyalancana Karya Satya.

Dalam penanganan kanker hati, Prof. Toar juga memiliki kompetensi yang mumpuni. Baru-baru ini, beliau bersama tim bedah digestif RS Mandaya Royal Puri berhasil melakukan pengangkatan kanker hati segmen 6 dengan teknik laparoskopi, sebuah metode minimally invasive yang memberikan hasil optimal bagi pasien.

Prof. Dr. dr. Toar Jean Maurice Lalisang, Sp.B. Subsp.BD (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 15.30 – 17.30 WIB
  • Kamis: 15.30 – 17.30 WIB
  • Sabtu: 11.00 – 13.00 WIB.

2. dr. Ocsyavina, Sp.B. Subsp.BD (K)

Salah satu rekomendasi dokter kanker hati di Jakarta dan Tangerang adalah dr. Ocsyavina, Sp.B. Subsp.BD (K), yang juga berpraktik di RS Mandaya Royal Puri. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Padjadjaran, Bandung, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis bedah umum dan subspesialis bedah digestif di Universitas Indonesia.

dr. Ocsyavina memiliki pengalaman klinis yang kuat dalam penanganan kasus-kasus bedah digestif, termasuk kanker hati. Beliau juga terlibat langsung dalam tindakan pengangkatan kanker hati segmen 6 dengan metode laparoskopi, mendampingi Prof. Toar sebagai bagian dari tim bedah digestif RS Mandaya Royal Puri.

dr. Ocsyavina, Sp.B. Subsp.BD (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 16.00 – 18.00 WIB
  • Selasa: 16.00 – 18.00 WIB
  • Rabu: 16.00 – 18.00 WIB
  • Kamis: 16.00 – 18.00 WIB
  • Jumat: 16.00 – 18.00 WIB
  • Sabtu: 10.00 – 12.00 WIB.

3. dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI

dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI adalah dokter spesialis radiologi dengan subspesialisasi radiologi intervensional, yang fokus pada prosedur minimal invasif untuk diagnosis dan terapi berbagai penyakit di hampir seluruh organ tubuh dengan panduan pencitraan radiologi.

Di RS Mandaya Royal Puri, dr. Sugianto berperan penting dalam penanganan nodul dan kanker hati melalui berbagai prosedur modern, seperti Transarterial Chemoembolization (TACE), Radiofrequency Ablation (RFA), dan Microwave Ablation (MWA).

Dalam prosedur TACE, dr. Sugianto memasukkan kateter melalui pembuluh darah di area lipat paha, kemudian diarahkan menuju pembuluh darah hati. Selanjutnya, microcatheter ditempatkan sedekat mungkin dengan lokasi tumor. Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi suplai darah ke tumor sekaligus menghantarkan obat kemoterapi secara langsung ke jaringan kanker, sehingga terapi menjadi lebih efektif dan terfokus.

dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 16.00 – 20.00 WIB
  • Kamis: 16.00 – 20.00 WIB.

4. dr. Hendra Koncoro, Sp.PD-KGEH

dr. Hendra Koncoro, Sp.PD-KGEH adalah dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi yang memiliki keahlian khusus dalam menangani berbagai penyakit hati, mulai dari hepatitis, sirosis hati, hingga kanker hati. Selain itu, beliau juga berpengalaman menangani batu empedu, perlemakan hati, nodul hati, serta kanker saluran empedu.

Untuk terus meningkatkan kompetensinya, dr. Hendra aktif mengikuti berbagai pelatihan dan forum ilmiah berskala internasional, di antaranya:

  • Live Demo Endoscopy – Cedars-Sinai Hospital, Los Angeles, USA (2024)
  • ACG Annual Meeting – Vancouver, Canada (2023)
  • IBD Preceptorship Programme – NUH, Singapore (2022)
  • World Congress of Gastroenterology – Dubai, UAE (2022)
  • ACG Annual Meeting – Orlando, USA (2017)

Pengalaman dan wawasan global ini mendukung pendekatan medis yang komprehensif dan berbasis evidence dalam menangani pasien.

dr. Hendra Koncoro, Sp.PD-KGEH bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Rabu: 10.30 – 12.30 WIB
  • Sabtu: 10.30 – 12.30 WIB

5. dr. Hendra Nurjadin, Sp.PD-KGEH

dr. Hendra Nurjadin, Sp.PD-KGEH merupakan dokter yang berpengalaman dalam menangani berbagai penyakit hati dan saluran pencernaan. Kompetensinya mencakup penanganan:

  • Gastritis
  • Gastroenteritis
  • Tukak lambung
  • Penyakit asam lambung
  • Radang pankreas
  • Irritable bowel syndrome (IBS)
  • Hepatitis
  • Tumor dan kanker saluran pencernaan

Beliau terdaftar sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Di mata pasien, dr. Hendra dikenal sebagai dokter yang komunikatif, mampu memberikan penjelasan medis dengan bahasa yang mudah dipahami, serta sabar dalam mendengarkan keluhan pasien sebelum menentukan terapi yang tepat.

dr. Hendra Nurjadin, Sp.PD-KGEH bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 15.00 – 17.00 WIB
  • Kamis: 15.00 – 17.00 WIB.

TACE, penanganan kanker hati tanpa operasi di RS Mandaya Royal Puri

Transarterial Chemoembolization (TACE) merupakan prosedur non-bedah yang mengombinasikan pemberian kemoterapi secara langsung ke jaringan tumor dengan teknik embolization, yaitu penyumbatan pembuluh darah yang menyuplai tumor. Dalam tindakan ini, dokter radiologi intervensi memasukkan obat antikanker melalui pembuluh darah yang secara spesifik memberi pasokan nutrisi ke tumor, kemudian menambahkan material khusus untuk menghentikan aliran darah tersebut.

Dengan mekanisme ini, obat kemoterapi dapat bertahan lebih lama di area tumor, sehingga efektivitas pengobatan meningkat dan sel-sel kanker dapat dihancurkan dengan lebih optimal.

Beberapa manfaat utama dari prosedur TACE antara lain:

  • Menghambat pertumbuhan atau mengecilkan ukuran tumor, dengan tingkat keberhasilan pada sekitar dua pertiga pasien.
  • Efek terapi yang relatif bertahan lama, rata-rata mencapai 10–14 bulan, dan dapat diulang sesuai kebutuhan medis.
  • Dapat dikombinasikan dengan terapi lain, seperti ablasi, kemoterapi sistemik, maupun radioterapi, untuk hasil yang lebih maksimal.
  • Membantu mempertahankan fungsi hati, sehingga risiko terjadinya gagal hati dapat ditekan.
  • Meningkatkan kualitas hidup pasien, memungkinkan penderita kanker hati tetap menjalani aktivitas dengan kondisi yang lebih baik.

Ruang Kemoterapi dan Terapi Target Mandaya

Ruang Radioterapi Mandaya

radioterapi kanker

Untuk penanganan kanker hati atau konsultasi soal gangguan hati, konsultasikan langsung dengan dokter spesialis di Poli Penyakit Dalam Mandaya. Anda bisa buat janji lewat Chat melalui WhatsappBook Appointment, atau download aplikasi Care Dokter di Google Play dan App Store.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes